Menu

Jumat, 10 Februari 2017

/

Assalammualaikum Wr. Wb

Liburan akhir pekan kali ini, saya dan keluarga ditambah dengan satu keluarga kakak saya ingin menghabiskan waktu di daerah Kepahiang, yang merupakan salah satu kabupaten di Bengkulu. Untuk menuju ke Kepahiang kita menghabiskan sekurangnya dua sampai tiga jam di jalan. Dengan kendaraan pribadi. Kalo dengan kendaraan umum sih bisa lebih cepat. Dua jam tembus. Daerah Kepahiang dingin karena jalan menuju ke sana harus naik bukit dulu melewati jalan liku sembilan yang hebat. Kenapa hebat, ya jalannya berbelok-belok dan saya hampir selalu ingin muntah lewat jalan sana. Meski sudah berpuluh kali lewat jalannya. Tetap saja, jika sudah sampai di liku sembilan, rasa mual dan mau muntah muncul.  Kami akan menuju ke air terjun Sengkuang, Kabawetan

Saya dan keluarga berangkat dengan mobil Xenia, saya juga mengajak serta ibu. Mobil mendadak sesak.Ya, karena dua keluarga yang berangkat. Saya dengan tiga anak dan kakak saya dua anaknya. Karena membawa anak-anak. Sudah pasti banyak printilannya. Bantal pun dibawak, hehehe.



Rencana kami akan menginap di rumah keponakan saja.  Kami bergegas berangkat pada jam dua siang. Nanti akan berhenti, istirahat sejenak di Taman Liku Sembilan. Sebelum memasuki daerah Kepahiang.



Baiklah, kami sudah berjalan, sesuai rencana setelah melewati kami memang berhenti di Taman Liku Sembilan. Makan dan minum sebentar. Anak-anak juga asik bercanda sembari mengilangkan penat

Akhirnya, malam minggu ini kami habiskan untuk menikmati dinginnya daerah Kepahiang. Esok hari sekitar jam sembilan pagi kami akan mengunjungi wisata air terjun Sengkuang. Iya, uniknya air terjun ini berada di tengah indahnya kebun Teh Kabawetan.

Kebun Teh Kabawetan, merupakan kebun teh peninggalan kolonial Belanda yang menghasilkan teh dengan kualitas terbaik.

Masyarakat Bengkulu sering menyebutnya Kebun Teh Kabawetan. Sering juga disebut dengan instilah Puncaknya Bengkulu. Ya, karena suasana dan situasinya mirip dengan Kebun Teh Puncak, Bogor.

Kami membawa bekal yang cukup untuk menuju lokasi air terjun ini. Mulai dari minuman, makanan sampai dengan persiapan baju ganti.

Untuk menuju lokasi, kita terlebih dahulu akan melewati Desa Tangsi Baru, Tangsi Duren, Sido Rejo, Tugu Rejo, Mekar Sari,Sumber Sari, Bukit Sari baru Suka Sari. Wow, lumayan melewati 7 desa. Perjuangan panjang, kawan!

Lalu sesudah sampai desa Suka Sari kita belok kanan, nah, pas belok mulai deh ketemu jalan yang agak jelek dari jalan sebelumnya. Cuma gak tanah sih, sudah ada batu atau aspal yang menipis. Terus saja. nanti akan ketemu turunan dan papan yang bertuliskan Air Terjun Sengkuang

Oke ya, parkir mobil dulu. Soal Parkir tenang saja. Ada banyak kok pemuda Karang Taruna di desa ini yang siap membantu dan menjaga kendaraan kita. Bayaran parkirnya juga biasa standar aja.

Tuh, lihat pemandangan di sekitar lokasi parkir, sejuk, segar dan hijau-hijau ya. Ada sebentuk irigasi dengan air yang jernih. Tapi tunggu dulu kita tidak akan mandi di sana. Tetapi di air terjunnya ya.




Nah, di ujung aliran irigasi itu ada jembatan, di sebelahnya hanya ada satu-satunya warung yang menjual aneka snack , makanan hangat seperti cireng ( Ya, karena rerata penduduk di desa ini orang Jawa), aneka gorengan. Snack ringan. Kopi, Teh dan minuman ringan lainnya.



Kami, tidak mampir ke warungnya, soalnya makanan masih banyak .Pas pulang baru kami mampir, makan Cireng dan anak-anak membeli snack. Tuh keliatan kan atap warungnya.


Menuju lokasi air terjun setelah warung kita akan bertemu dengan kebun Kopi.



Lanjut berjalan menelusuri jalan setapak. Di sepanjang jalan juga terdapat pipa besi gede banget. Pas dipijak pipanya dingin banget. Agaknya pipa tersebut adalah aliran PAM warga setempat. Kalo aja air PAM Kota Bengkulu juga segar dan berasal dari pegunungan kayak gini, duh pasti asik dan lebih betah mandi berlama-lama.



Lanjut ya, saya kebetulan di bagian belakang bersama bunda Santi, istri kakak saya dan ibu. Yang lainnya sudah pada duluan.


Di sepanjang jalan setapak, ya biasa kita ketemu banyak ilalang dan hutan kecil. Tapi lebih mirip kebun deh. Suara air terjun sudah terdengar di sepanjang jalan setapak. Bahkan alirannya sudah terlihat. Duh, pengen segera sampai.


Sudah dekat  ni, namun kita harus turun. Tapi tenang sudah dibuatkan tanda jalan dan pijakan kaki yang terbuat dari bambu sehingga tidak begitu licin. Saya dan Nawra memilih untuk melepaskan sandal. Jadi kami berjalan dengan bertelannjang kaki saja. Dan rasanya lebih enak. Berasa lebih menyatu dengan alam dan tidak licin. Ada pegangan tangan juga.


Tara--tara

Kita sudah sampai, air terjunnya sudah terdengar jelas. Pengen cepat-cepat nyebur. Sewaktu masih di Bengkulu, saya sudah bilang ke bunda dan suami saya. Kali ini saya akan mandi. tidak mau hanya menjadi tukang foto dan jagain barang saja, hehehe.






Hasilnya, ya udah saya ikutan mandi bersama dengan anggota keluarga lainnya. Oh, ya saya juga membawa baby Nasya (9 bulan) dia duduk di pinggir saja bersama dengan nenek sembari memandang kami yang sedang asik mandi.



Tuh, lihat air terjunnya kerenkan. Gak terlalu tinggi tetapi indah. Airnya jernih , bebatuannya juga kecil. Sehingga pas banget untuk mandi dan mengajak keluarga mandi. 



Pada bagian ke bawah atau ke aliran bawah air terjun barulah ada bebatuan yang lumayan gede, airnya juga tidak terllau deras. Jadi aman buat anak-anak. Letaknya agak jauh dari bibir air terjun.



Sedikit berbeda, jika di air terjun Suban Panas, kita bisa masuk di bawah air terjunnya . Di air terjun sengkuang, kita tidak bisa masuk ke bawah airnya. Sudah ada pembatas yang dipasang oleh penjaga dengan tali. Ya, bisa jadi emang tidak aman bagi pengunjung. Makanya diberi tanda, atau batas untuk mandi.

Air yang jernih sangat saya manfaatkan untuk mandi, mencuci muka. Duh segar sekali. Rasanya ingin mencuci muka berkali-kali. 

Pengen juga mencuci rambut, tapi gimana ya saya gak mungkin buka jilbab ditempat umum seperti ini. Padahal kami sudah siap membawa sabun dan sampho. Akhirnya, saya lampiaskan dengan mencuci rambut Baba Nawra dan Nawra saja. Ya, mereka berasa sedang di creambath, hehehe.



Oh, ya bagi yang mau mandi, tak usah kuatir. Di sini juga sudah dibuatkan semacam kamar ganti baju, sehingga kita bisa kok dengan aman mengganti baju baik sebelum atau sesudah mandi.

Di air terjun Sengkuang ini juga ada jembatannya yang menghubungkan kedua sisi sungai. jembatan tersebut selain sebagai jalan penghubung. Ternyata banyak juga digunakan oleh orang-orang untuk berfoto, termasuk saya.


Airnya dingin membuat anak-anak mudah sekali kedinginan. Tetapi saat saya ajak berhenti mereka tidak mau. Dasar ya, namanya anak-anak. Mana mau diajak cepat berhenti main air. Solusinya akhirnya saya ajak sambilan makan dan minum cemilan. Agar tidak masuk angin.

Air terjun Sengkuang ini memang tidak langsung bisa kita temui saat berkunjung ke kebun Teh Kabawetan karena letaknya agak jauh dari kebun. Tetapi pemandangan dan mandi di air yang bening kayak gini. Rasa jauh dan penasaran itu akan hilang. Saat kita sudah tiba di lokasi. Kelar deh semuanya.


Setelah kurang lebih dua jam kami, akhirnya pulang, menjelang jam dua belas siang.Orang-orang sudah pada rame berdatangan. beruntunglan kami datang pagi. Sehingga belum banyak orang. 

Ketika akan pulang, kalo tadi menurun. Saatnya sekarang mendaki. Ibu saya yang sudah sepuh terlihat kerepotan dan kelelahan. Tetapi ketika ditawari digendong, beliau tidak mau. Capek-lelah gimana gitu ya. Gak mau berhenti, hehehe.


Di jalan menuju pulang banyak kami berpapasan dengan pengunjung yang baru datang. Dengan ramenya pengunjung. Itu tandanya parkiran juga mulai rame. Di jalan setelah di dalam mobil pun kendaraan yang menuju lokasi juga mulai rame. Bahkan sempat terjadi kemacetan di simpang pas kita mau belok kanan tadi dari desa Suka Sari. Orang datang berbondong-bondong.



Rela jauh-jauh datang dan antri demi ingin mandi dan melihat air terjun Sengkuang. Ya, memang kita harus sabar karena namanya juga jalan desa, ukurannya kecil. Jika mobil satu jalan, maka mobil yang satunya lagi harus berhenti atau minggir dulu. Supaya tidak senggolan.

Nah, bagi kamu yang juga ingin mandi atau berkunjung ke air Terjun Sengkuang saran saya sebaiknya

1. Mengajak keluarga, teman, sahabat, jangan sendirian
2. Bawalah pakaian ganti dan perlengkapan mandi lainnya
3. Tidak perlu memakai perhiasan yang mencolok
4. Bawalah makanan dan minuman dari rumah
5. Sebaiknya tidak datang terlalu pagi atau menjelang sore.
6. Bawalah uang secukupnya
7. Jaga sopan santun termasuk ucapan dan perbuatan di sekitar daerah air terjun
8.Tidak merusak lingkungan dan membuang sampah sembarangan


Oke ya, semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran singkat buat kamu yang belum tau atau penasaran dengan air Terjun Sengkuang yang indah ini. Supaya kamu gak kepo lagi.

Oh, masuk ke sini gratis ya, paling bayar parkir aja standar. 

Salam, selamat menikmati mandi air terjun !
10 comments

Hehe..soal safety nya memang yg wajib jadi sedikit perhatian, setuju saya sama saran penulisnya yg belum tuntas mandinya wkwkwkwk

Reply

Udah kebayang sejuknya disitu mba.

Reply

iya, saya aja pengen lagi

Reply

hihihi, lanjut mandi di rumah aja dah

Reply

Perjalanan panjang demi sebuah tempat yang indah. Terbayar sudah rasa capeknya ya, Mbak.

Reply

Nah itu cuci rambutnya di kamar ganti aja Mbak...
Hehehe

Reply

Ya ampun perjalanannanya, itu jembatan bahaya kayaknya mba Mil.
salam buat baby Nasya dan nenek ya mba Mil. Semoga sehat selalu dan dilindungi Allah, aamiin.

Reply

Wih seru ya mbaa.. Klo jalan2 gitu, kadang dgn perjalanan mobil pribadi suka lebih seru dan banyak ceritanya. Sama ky kalau mudik hihi.. Asri bgt ya mba wilayah air terjunnya. Terus medannya lumayan jg ya mbaaa..

Reply

Ya ampuun, diriku lama ga liat air terju, jadi pingiiin :D effort besar yg terbayarkan ya mba :)

Reply

Segeeeernya. Pemandangan menuju air terjun juga asik tuh ada kebun kopi segala.

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.