Menu

Selasa, 01 Maret 2016

/





          Nah, kalo kemarin saya sudah melaporkan dan membuat surat tanda kehilangan di kantor polisi setempat. Dan ternyata caranya sangat mudah dan murah. Gak percaya ya. Ini silakan baca cerita saya di postingan ini deh biar gak penasaran.

 
          Karena saya kehilangan STNK, maka saya harus membuat surat tanda kehilangan tersebut di kantor polisi. Alhamdulillah surat tersebut sudah selesai saya urus. Saya pun mendapatkan surat tanda kehilangan model C.

          Selanjutnya saya harus membuat surat berita kehilangan di radio. Dari kantor polisi saya diminta untuk menuju kantor RRI kota Bengkulu yang berada di jalan Jati. Yang jaraknya kira-kira hanya tiga kilometer dari kantor Polres Kota Bengkulu. Surat tersebut harus dibuat di sana.

          Hal ini perlu dilakukan karena saya kehilangan STNK, barangkali ada yang menemukan dan mau mengembalikan. Atau bisa saja dengan adanya siaran tersebut membuat pernyataan baru, bahwa STNK tersebut memang benar-benar hilang dan akan dilakukan pengurusan untuk mendapatkan yang baru atau duplikatnya.

          Akhirnya saya bergegas ke kantor RRI tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor, meski udara terasa mulai menyengat namun saya tetap bersemangat. 

          Setelah parkir motor, saya melaju menuju lobby utama kantor RRI menemui bagian resepsionis. Saya bertemu dengan bapak-bapak yang ramah dan dengan baik hati mau membantu saya.



          Saya diarahkan menuju sebuah pintu yang di depannya terdapat sebuah banner yang bertuliskan  ini ni, bisa di cek deh di foto di bawah ini, hehehe.



          Saya pun masuk dan langsung menuju ke seorang ibu, duh lupa saya namanya ibu siapa ya. Tadi disebutkan sih sama bapaknya. Maaf ya, sedikit lupa. Pokoknya ibunya cantik dan berjilbab rapi. Oleh beliau saya diarahkan untuk menemui seorang bapak lagi, sepertinya beliau yang nanti akan mengurusi dan membuat surat tanda berita kehilangan tersebut. Ternyata benar.

          Bapaknya meminta berkas  surat tanda kehilangan dari kantor polisi. Satu lembar, yang aslinya. Saya pun menyerahkannya dengan segera. 



          Selanjutnya saya diminta untuk duduk dulu menunggu di sebuah kursi tamu yang terletak di depan ruangan tersebut. Ternyata di sana sudah menunggu beberapa orang yang juga mengurusi surat yang sama seperti saya, hihihi.

          Tak lama setelah menunggu lima belas menit, saya dan yang lainnya di panggil oleh bapak tadi. Beliau menyerahkan dua buah berkas yang harus saya tandatangani. Satu lembar diberikan kepada saya dan satu lembar lagi untuk arsip RRI.



          Surat tanda kehilangan dari kantor polisi pun dikembalikan lagi kepada saya. Rupanya tadi hanya dipakai sementara untuk mengambil data-data yang diperlukan dalam membuat siaran berita kehilangan tersebut.

          Nah, kalo di sini untuk membuat siaran berita kehilangan tersebut, saya dan teman-teman yang lain dikenakan biaya administrasi sebesar lima belas ribu rupiah per satu berita kehilangan. 



          Saya pun menyerahkan uang sejumlah tersebut dan setelah itu segera meninggalkan kantor RRI. Dari penjelasan bapaknya saya mesti ke kantor Polantas dulu mengambil surat lanjutan agar bebas tilang meski STNK tidak ada.



          Duh, masih panjang nih teman-teman semua perjuangannya. Tapi saya tetap bersemangat kok. Semangat, meski hari panas membara. Pokoknya semangat.

          Ternyata mengurusi surat berita kehilangan di radio itu tidak susah. Prosesnya juga cepat. Gak selama kalo saya sedang siaran, hehehe. Bisa menghabiskan waktu dua jam.

          Habis ini saya mau pulang dulu deh, lanjut nanti aja usai salat Zuhur ke kantor Polantasnya atau besok pagi deh sebelum matahari meninggi.
2 comments

Jadi itu semacam iklan kehilangan, ya, Mil? :)

My Blog: Sokat and Life

Reply

iya bener, sejenis itulah

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin