Menu

Selasa, 05 Januari 2016

/




Foto Koleksi Keluarga Bapak Miswandi Bengkulu

            Pernah berkunjung  ke Taman Wahana Surya Bengkulu (TWSB) yang berada di lokasi objek wisata pantai Sungai Suci, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Lokasi hiburan ini sudah mendapatkan ijin dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Benteng, sehingga  seja tahun 2013 wahana ini bisa dikunjungi dan dipergunakan untuk masyarakat umum.

Dengan adanya TWSB ini membuat masyarakat kota sangat senang dan mendapatkan alternatif hiburan baru sebagai tempat untuk berkumpul, bermain dan melakukan kegiatan bersama-sama dengan, keluarga, teman dan sahabat.

Foto Koleksi Ibu Eva Susanti, Bengkulu


            Konsep hiburan seperti apa sih, yang disuguhkan oleh TWSB  ini . Untuk suasana  hampir sama dengan lokasi pantai secara umum yang ada di kota Bengkulu. Wahana ini dilengkapi fasilitas outbound, patung-patung binatang dan tumbuhan yang seolah memang hidup atau 4 dimensi. Di dekat wahana ini juga tersedia hiburan jembatan gantung yang bisa membuat jantung deg-degan. Di wahana ini selain sangat cocok untuk bersantai, pengunjung juga dapat berfoto-foto sepuasnya. Cocok banget buat yang suka selfie dan berfose-fose. 

            Dengan adanya lokasi wisata baru ini secara tidak langsung juga bisa mendatangkan pemasukan untuk kas desa. Di pintu masuk wahana, para pengunjungi dikenai bisa masuk sebesar seribu rupiah perorang. Selain itu pengunjung juga dikenai biaya parkir uang itu diserahkan ke Dishubkominfo dan Pariwisata.

            Biaya masuk pengunjung sebesar lima ribu perorang. Di dalamnya pengunjung bisa menggunakan fasilitas yang ada.  Untuk bermain outbond atau fly fox pengunjung dikenakan biaya tambahan. Harga tiket pengunjung yang terjangkau ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan dan mengujungi lokasi hiburan yang baru. Pengunjungpun dari hari ke hari mulai ramai dan berdatangan. Bukan hanya warga kota, namun ada juga yang berasal dari luar daerah seperti Palembang, Lampung dan Padang.

            Di hari biasa karcis masuk wahana ini sebesar Rp. 5000,- perorang. Tetapi jika dihari libur atau ada momen tertentu harga karcis bisa saja naik. Hal ini tergantung dari pihak pengelolah wahana. Contohnya saja ketika liburan Natal dan Tahun Baru  naik menjadi 3 kali lipat . Dari harga Rp. 5.000  menjadi Rp. 20.000,- perorang. Hanya untuk tiket masuk. Memang dengan membayar tiket yang lumayan mahal ini, pengunjung diberikan satu buah Pop Mie, Satu botol minuman dan Snack. Meski dihitung-hitung harga tersebut hampir sama dengan apa yang pengunjung dapatkan. Kenaikan harga tiket ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. 

            Pertanyaannya, dalam menetapkan harga tiket tersebut seharusnya berdasarkan apa. Memang wahana ini bukan dikelolah oleh pemerintah tetapi usaha pribadi. Tetapi apakah karena alasan pribadi membuat pengelolah bisa menentukan harga tiket masuk sesuai dengan keinginan mereka. Bukankah dalam menerbitkan tiket masuk tersebut harus melalui ijin dokumen yang dikeluarkan oleh DP2KAD Bengkulu Tengah. 

Foto Koleksi Bapak Miswandi Bengkulu


            Memang harus diakui, pihak pengelolah sudah mengeluarkan dana investasi yang tidak sedikit dalam membangun wahana tersebut. Pihak pengelolah pasti juga ingin memperoleh keuntungan  dari bisnis tersebut. Ini merupakan hal yang biasa di dalam dunia investasi dan bisnis. 

            Melihat kondisi ini, dimana animo masyarakat yang cukup tinggi ingin berkunjung dan mengetahui wahana yang masih terbilang baru ini. Sebaiknya pihak pengelolah juga melakukan berbagai pertimbangan dan kebijakan yang didasarkan kepada daya beli dan kemampuan ekonomis masyarakat Bengkulu secara khusus dan masyarakat luas secara umum. Pihak pengelolah harus mempertimbangkan berbagai aspek dalam menentukan atau menaikan harga tiket masuk.

            Saran saya hari harga tiket masuk, jika memang ingin dinaikan karena mungkin pengelolah juga punya hitungan sendiri. Kenaikan tersebut dilakukan secara bertahap. Sehingga masyarakat tidak terlalu keberatan. Efek psikologisnya juga bagus bagi pengunjung dan pengelolah sendiri. Apalagi wahana ini masih terbilang baru. 

Foto Koleksi Ibu Eva Susanti, Bengkulu


            Lalu makin perbanyak wahana yang ada dan manfaatkan sumberdaya daerah yang ada sehingga pengelolah juga mendapatkan pemasukan dari yang lain. Tidak hanya tergantung dari tiket masuk saja. Menghidupkan sektor  usaha yang lainnya dan menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitarnya. Sehingga dalam kaitannya perekonomian kehadiran wahana ini bukan hanya membawa keuntungan bagi pengelolah, namun juga bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat sekitarnya dan pemerintah.

            Saya sangat mendukung keberadaan wahana ini dan berharap pihak pengelolah TWSB dapat mempertimbangkan banyak hal jika ingin menaikan  harga tiket masuk . Saya do’akan ke depan TWSB ini akan berkembang semakin maju dan sukses. Menjadi salah satu tujuan lokasi wisata yang menjadi target orang untuk dikunjungi. Dapat menyerap banyak tenaga kerja. Semoga dengan adanya wahana ini juga menjadi sarana pendidikan, hiburan dan dapat dimanfatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
             

6 comments

Widiihhhh wahannya beneran ajib bnget nih mbk. Dimensinya udah kayak beneran.
Semoga problematika tiketnya ga kan brpngaruh lgi sma pngunjunganya supaya TWSB dpat brjalan dan brkembang mnjadi hiburan yang brmnafaat bgi pngunjung dn masyarakat skitar.
Hhhhee

Reply

Wahananya keren ih .... Jadi pingin ke Bengkulu deh. ^^

Reply

Iya, bener . Apalagi lokasi wahananya berdekatan dengan pantai. Membuat tambah keren

Reply

Hayuuk mb, tiketnya dr Jkt cuma 392 loh

Reply

Tulisan ttg wahna Surya masih di draft hehe

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin