Menu

Selasa, 19 Januari 2016

/

     

Tanggal 21 Januari 2016 adalah waktu yang telah dinantikan oleh bunda Helvy Tiana Rosa selaku penulis cerita dari buku Ketika Mas Gagah Pergi.
          Kenapa? Karena hari itu perdana penanyangan film Ketika Mas Gagah Pergi. Kita tahu, sudah cukup lama bunda Helvy ingin sekali mengangkat cerita buku tersebut ke layar lebar. Beliau selalu berjuang sekuat tenaga dan akhirnya perjuangan tersebut membuahkan hasil, alhamdulillah.
          Mari kita ulik sedikit ya mengenai para pemain , siapa saja yang terlibat di dalam film tersebut. Yang pasti kebanyakan sih, wajah-wajah baru yang ganteng dan cantik, ciye-ciye.
          Oh, ya soundtrack film ini, kita singkat aja aja ya nyebutnya KMGP dilatari oleh lagu Rabbana yang dinyanyikan oleh Indah Nevertari, membuat film ini akan semakin hidup dan berwarna.
          Film KMGP ini adalah film religi ya manteman namun dikemas dalam kondisi kekinian dan mewakili jiwa anak muda zaman sekarang. Pasti seru deh, bisa jadi lebih seru dari cerita di bukunya.
          Film ini mengangkat kisah kasih sayang antara adik dan kakak, memang agak berbeda denga film anak muda sekarang yang melulu mengangkat tema percintaan lawan jenis. Film KMGP akan menyodorkan kita akan percintaan model lain, dimana cinta tersebut membawa perubahan yang luar biasa bagi si adik. Kamu pasti sangat penasaran kan.
          Saya sudah lama sekali membaca bukunya dan sangat ingin mengajak keluarga, terutama suami dan anak-anak menontonnya. Bahkan saya sudah membuat janji nonton bersama dengan Nawra , dia sangat bersemangat karena sudah saya ceritakan mengenai ceritanya versi buku. Suami saya juga sangat antusias dan berjanji akan membayar semua ongkos kami ketika menonton kelak. Tinggal mencari waktu yang tepat, ya berangkat nonton.
          Para pemain film ini adalah Hamas Syahid Izzudin, Masaji Wijayanto, Aquino Umar dan Izzah Ajrina yang merupakan wajah-wajah baru dalam dunia perfileman Indonesia.
          Oh, ya hampir lupa saya kasih tau ya sedikit sinopsis filmnya biar gak meraba-raba. Gagah dan Gita merupakan kakak beradik. Sejak Ayah mereka meninggal. Gagah membantu Mama menjadi tulang punggung keluarga sambil kuliah. Gita sangat bangga dengan kakaknya. Menurutnya Abangnya itu adalah sosok lelaki yang nyaris sempurna. Untuk keperluan kuliahnya, Gagah pergi ke Maluku Utara, membantu dosen pembimbing skripsinya menyempurnakan konsep pembangunan menara pemancar di sana. Namun di sana Gagah mengalami kecelakaan saat memasuki wilayah pedalaman. Gagah yang kecelakaan ini dirawat oleh Kyai Gufron, pemimpin pesantren terkenal yang sangat dihormati, orangnya sangat baik dan bersahaja. Gagah sangat menyukai dan simpatik dengan Kyai Gufron dalam kesehariannya, Gagah sangat mengangumi kharismatiknya. Hidayah bagi si Gagah dimulai dari sini.
          Sementara Gita adalah sosok anak muda . Lalu ia sering kali bertemu sosok misterius di berbagai tempat yang kemudian dikenal sebagai Yudi. Yudi  gemar melakukan banyak kebaikan  , memberikan pencerahan dan bersemangat kepada orang-orang yang ia temui. Bahkan Yudi juga terlibat pada berbagai kegiatan sosial di masyarakat.
Setelah dua bulan di Maluki Utara, akhirnya Gagah kembali ke rumah. Betapa terkejutnya Gita karena Gagah berubah sama sekali. Gagah kita terlihat sangat bersemangat menjalankan ajaran islam dan sering kali menasihati Gita untuk menjalankan printah-perintah agama. Gita mulai sebal dengan Gagah. Ia menilai abangnya itu sok alim dan fanatik. Gita kian bertambah syok, saat sahabatnya Tika, akhirnya memutuskan berjilbab. Sama seperti nasihat abangnya untuk mengenakan jilbab.
Akhirnya Gita semakin bergaul dan mendengar nasihat serta ceramah Yudi, Gita mulai sedikit sadar dan mengerti mengapa Abangnya menyuruh dia berjilbab dan menjalankan perintah agama.
Cerita selanjutnya, baiknya langsung ditonton aja ya. Apakah Gita akan menggunakan jilbab, lalu bagaimana kondisi Mas Gagah selanjutnya. Gakpapa ya, agak pensaran sedikit.
Film ini kenapa saya rekomendasikan kepada keluarga untuk ditonton, karena di dalam film ini nanti seolah penonton akan diajarkan dan dikuatkan untuk tetap teguh menjalankan ajaran agama islam. Betapa islam sangat cinta damai, suka menolong dan membawa kebaikan bagi semua.
            Film ini akan memberikan inspirasi kepada keluarga terutama penguatan kasih sayang antara adik dan kakak. Dimana terlihat bagaimana salah satu fungsi kakak untuk menasihati adik dan mengajarkan adiknya berbagai ajaran kebaikan. Bagaimana si kakak mengenalkan dan mengajak adiknya untuk dapat melakukan kegiatan yang baik bersama-sama.
          Film ini juga menguatkan bagi seorang muslimah yang masih ragu untuk menggunakan jilbab dan menjaga hijabnya. Memberikan inspirasi kepada orang tua dan siapa saja yang ingin mengajak saudara, teman, dan sahabatnya agar menggunakan jilbab dan istiqomah menjalankan berbagai ajaran islam.
          Oleh, karena itu saya ingin sekali mengajak anak perempuan kami Nawra menontonnya, ananda baru belajar dan menggunakan jilbab. Semoga dengan menonton film ini dia mendapatkan inspirasi baru dan motivasi lebih agar bersemangat untuk menjaga hijab dan menjalankan perintah agama. Meski masih dalam tahab belajar.
          So, jangan sampai ketinggalan ya manteman semua untuk menonton, ajak keluarga, teman dan sahabat untuk ramai-ramai menontonnya. Semoga kita semua mendapatkan inspirasi, kebaikan dan keberkahan film tersebut.
          Catat tanggalnya ya dan kontak bioskop kesayanganmu, pilihlah waktu yang paling pas untuk menonton bersama orang yang kita kasihi.
          Terima kasih Bunda Helvy atas idenya, semoga mengalir banyak kebaikan dari film KMGP ini ya. Semoga filmnya sukses dan banyak menginspirasi orang untuk melakukan kebaikan.   



2 comments

Aku udah pernah baca cerpennya. Jadi penasaran ma filmnya

Reply

hayuuk Mb, kita nonton

sama keluarga lebih asik ya, anakku dua2 mau ku ajak semua deh :)

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin