Menu

Kamis, 15 September 2016

/




Assalammu'alaikum Wr.Wb

Penulis pasti butuh ruang untuk publikasi dan promosi ya. Kalo melakukan hal itu sendiri atau mengandalkan penerbit. Tentu saja tidak akan maksimal. Apalagi di era digital seperti saat ini. kita butuh banyak cara dan trik  untuk mempublikasikan karya kita agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan sampai ke pelosok negeri. Buku dan karya kita bisa dibaca dan diakses oleh siapa pun dan dimana pun. Kebayang gak, kalo begitu. Pasti keren ya.

Sebagai seorang penulis, saya dan teman-teman yang lain butuh solusi ni, gimana supaya karya saya bisa tersebar secara luas, bisa dibaca dan diambil manfaatnya oleh orang banyak.

Solusi tersebut salah satunya ada di Telkom lewat layanan Qbaca. Telkom berusaha untuk memberikan akses soal itu , bagaimana penulis dapat mempublikasikan dan promosi karyanya secara digital. Qbaca juga merupakan bagian dari wujud kepedulian telkom kepada para penulis.

Untuk Sumatera, baru Bengkulu yang menjalin kerjasama dengan telkom sebagai penyedia konten buku digital Qbaca, semoga setelah ini makin banyak penulis dari daerah lainnya yang bisa tergabung sebagai penyedia konten buku digital Qbaca.

Untuk Bengkulu, penulis dapat menjadi penyedia konten buku digital ini lewat komunitas Ambin. Silakan mendaftar dan menghubungi pengurus Ambin. Kebetulan saya sebagai pengurus Ambin di bagian sastra atau yang berkaitan dengan kegiatan menulis. Silakan teman-teman menghubungi saya atau teman-teman yang lain ya.

Ketua Ambin Bengkulu dan GM Witel Bengkulu


Selain itu, ada penerbit Vanda. Ya, penerbit lokal Bengkulu yang sudah terdaftar di IKAPI. Jadi sudah terjamin dan legal. Teman-teman yang pernah menerbitkan karyanya di Vanda boleh langsung menghubungi penerbitnya dan bisa mengajukan diri sebagai penyedia konten buku digital tersebut.

Penerbit Vanda dan GM Witel Bengkulu


Untuk yang mendaftarkan karyanya lewat Komunitas Ambin, maka secara singkat akan ada mekanismenya. Teknisnya antara lain secara singkat saya jelaskan sebagai berikut

1. Punya karya lokalitas/ setting daerah Bengkulu

2. Mendaftarkan diri , akan ada form dan surat penyataan yang akan diisi

3. Menyiapkan naskah tersebut dalam bentuk PDF

4. Untuk saat ini lebih diutamakan untuk karya yang diterbitkan melalui self publishing/ diterbitkan sendiri.

5. Jenis karya bisa solo atau antologi. Jika karya antologi, maka harus ada penyataan dari komunitas atau panitia penghimpun atau yang menerbitkan buku tersebut untuk digunakan di Qbaca.

6. Hal-hal teknis lainnya, bisa ditanyakan langsung ke pengurus Ambin ya. Silakan kontak langsung.

Untuk kerjasama ini tertuang secara jelas dan tertanda tangan di atas materai. Baik ketua komunitas Ambin , Drg Diana dan penerbit Vanda, bapak Brian  dengan GM Wilayah Telekomunikasi Bengkulu, bapak Nugroho Setia Budi. Mou ini ditandatangani di salah satu ruangan telkom Bengkulu, di daerah Simpang Ratu Samban

Perlu diketahui untuk penyedia konten digital ini untuk awalnya untuk akses Gratis. Untuk yang berbayar maka akan dilakukan skema kerjasama yang lain. Gratis di sini, maksudnya adalah bahwa buku digital kita tersebut bisa di donlot atau diakses secara gratis oleh siapa saja. 
Jika nanti setelah beberapa waktu, dilihat perkembangannya bagus, banyak yang menyukai, membaca. Yang terlihat dari banyaknya yang mendonlot. Maka bisa saja dikenakan biaya. Misalnya, sebesar Rp. 5000, - Hal-hal seperti itu nanti  dapat dikembangkan dan berubah . Teknisnya lain lagi.

Namun, kali ini fokus kerjasamanya dimulai dengan menjadi penyedia konten buku digital secara gratis dulu ya.   
Komunitas Ambin saat ini berfokus dan beusaha untuk menyelamatkan begitu banyak naskah dalam bentuk buku mengenai Bengkulu yang belum banyak diketahui orang. Padahal karya tersebut sudah banyak. Dengan kerjasama ini, Ambin berharap dapat memberikan solusi informasi mengenai Bengkulu dan membantu para penulis Bengkulu mempunyai ruang promosi dan publikasi yang besar dan cakupannya luas. 

Kita liat responnya, semoga banyak yang suka sehingga bisa ditingkatkan menjadi berbayar. Jadi dapat duit dong. Aaminn
Temen-temen kali mau liat gimana dan kepengen tahu soal Qbaca bisa dibukak di webnya Qbaca.com. Atau kalo mau dipasang di gagjet kita. Mudah kok, tinggal donlot aja aplikasinya. Jadi deh, terpasang. Kita bisa donlot bukunya, di simpan lalu bisa kita baca kapan saja. Sangat praktis dan kekinian ya. 

Hayo, temen kita semangat menulis dan menjadi bagian dari penyedian konten buku digital Qbaca.





17 comments

Kerenkan ya? Mela penulis-penulis Bengkulu perbanyak karya tulis dan nanti bisa diupload di Qbaca dan bisa dibaca banyak orang.
Sy jdi termotivasi. Hehehe

Reply

wah keren. itu hanya untuk Bengkulu aja ya mba?

Reply

Mbak Milda kayaknya aktif banget di kepenulisan dan literasi di Bengkulu. Sering baca postingannya pasti nggak jauh-jauh dari itu. Pun disupport banyak pihak ya sepertinya. Keren.

Reply

Wah, asyik nih kalau ada konten digital semacam ini. Literasi di Bengkulu bagus sekali ya Mbak

Reply

Saya senang mengikuti kegiatan literasi Mbak Milda di Bengkulu. Saya harap kelak di Jepara bisa begitu. Aamiin

Reply

Baru tahu nih tentang Qbaca, apa baru untuk Bengkulu aja ya, Mba?

Reply

Pertanyaan yang sama, baru bengkulu sajakah mb?

Reply

Eeh itu teh Diana ya? Beliau seniorku di FKG :)

Reply

Sudah pernah dengar ttg qbaca. Tapi belum pernah baca-baca di sana.
Semoga makin banyak konten2 bagus.

Reply

Wah hebat. Buku karya lokal makin mudah diakses. Btw, judulnya kurang 1 a, penyediaan.

Reply

Ohh masih gratis ya qbaca ini mba..aku pernah donlot etapi gagal mlulu
Coba lagi deh..

Reply

Penasaran apakah komunitas literasi di kota2 lain selain Bengkulu ada juga kerjasama mbak?

Reply

kalo sumatra iya baru Bengkulu

Reply

ada yang gratis dan berbayar mb, tapi gak mahal2

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin