Menu

Jumat, 08 April 2016

/






Di pasar Minggu , sedang banyak penjual Ubi Ungu. Sepertinya sedang banjir ya dari petani. Melihat warnanya yang cantik. Saya pun kepengen membeli. Kemungkinan ubi ungu ini dipasok oleh petani dari kabupaten Curup, Lebong atau Kepahiang.

Saya membeli satu kilo, dengan harga lima ribuan. Saay memilih ubi dengan ukuran sedang saja. Jadi kalo makannya pas satu buah dan gak repot untuk dibelah-belah lagi. lebih praktis.

Ini ubi mau saya rebus saja, nanti dimakan bersama dengan segelas teh hangat. Iyap, menjadi makanan selingan di jam sepuluh atau di jam tiga sore nanti saat snacking time. 

Saya dan keluarga sangat suka makan ubi dan olahannya. Meski dibilang ini makanan kampung ya. Hanya  direbus saja, kami semua sangat suka memakannya. Sesekali jika kepengen kami memasaknya menjadi kolak, digoreng atau dibuat menjadi pempek ubi. Sangat jarang saya membuatnya menjadi kue. Habis saya pikir direbus aja laris manis, apalagi diolah menjadi menu yang lain, pasti habislah. Tetapi capeknya euy : D


Saya tahu, kalo ubi ungu ini bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Misalnya es cream, kue bolu, puding, bakpau dan lain sebagainya. Warnanya yang cantik membuat hasil olahannya juga semakin menarik dan tak perlu menambahkan pewarna makanan. Kalo dijual pun bisa mendatangkan untung yang berlipat.

Ubi ungu atau ubi jalar ini memiliki nama latin Ipomea Batatas Poiret. 

Meski ini sering dibilang makanan kampung, apalagi jika tak diolah lagi. akan tetapi ubi ungu memang  mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis umbi lain. 

Pada 100 gram ubi ungu mengandung vitamin A kurang lebih 7700 mg mengalahkan kandungan vitamin A pada buah tomat dan bit. Selain itu  ubi  ungu juga mengandung zat  Zn, K, Mg, Cu, lisin, vitamin C, B1, mineral, lemak, protein, serat kasar, dan juga termasuk sumber karbohidrat yang tinggi.

Selain itu, harganya yang terjangkau dan mudah diperoleh membuat siapa saja akan bisa mendapatkan manfaat ubi ungu secara optimal. Dan tentu saja menjadi pilihan bahan baku dalam membuat aneka makanan, sehingga sekarang banyak kita jumpai olahan ubi ungu ini.

Harga jual olahan ubi ungu ini juga tak terlalu mahal dan mudah ditemui dimana saja.

Ketika jam tiga sore, saat kami bersantai dengan keluarga sembari makan ubi ungu. Datang saudara saya dari daerah Curup. Sekitar dua jam dari kota Bengkulu. Dia membawa oleh-oleh berupa keripik ubi ungu.

“Wah, kebetulan sekali. Kami juga sedang makan  ubi ungu rebus” ucap saya sambil tertawa.


Saya pun segera membuka kemasan keripik ubi ungu tersebut. Sekilas saya membaca bahan-bahan apa saja yang tertera di label keripiknya. Ternyata semua bahannya sangat alami.  

Saat dimakan ubi ungu yang rasanya manis . Rasa manis pada Ubi diyakini mampu melancarkan aliran darah karena ubi ini memiliki zat antosianin merupakan zat anti-oksidan yang mampu menyerap polusi udara, dan menghambat pembekuan darah yang menjadikannya  lancar.

Jadi sore ini, alhamdulillah saya dan keluarga dapat menikmati ubi ungu rebus sekalian dengan olahan ubi ungunya, yaitu keripik ubi ungu.

Kedua-duanya memang berbeda, dan memberikan sensasi rasa yang berbeda. Tetapi keduanya memiliki kandungan gizi dan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh.

Si ubi ungu , bukan cuma warnanya yang cantik tetapi emang bisa bikin sehat ya.
4 comments

ubi ungunya sangat menggugah selera Mbak Milda, baca tulisan ini jadi pengen makan ubi ungu deh :)

Reply

Ubi ungu ini favorit saya juga. Saya paling suka dibikin puding.

Reply

Iya Mba, saya juga begitu waktu liatnya di pasar

Reply

wah, bikin puding, asik tuh

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin