Menu

Selasa, 03 November 2015

/



Mencari Kabaikan dengan Menjadi Seorang Guru
Milda Ini


Menjadi guru adalah hal tertunda dari saya, setelah sekian lama dan lucunya lagi saya kan seorang Perawat. Honorer kesehatan. Sempat saya tolak ,namun pihak sekolah memaksa. Awalnya karena saya dianggap sukses menjadi pembina mading, pembina karya ilmiah remaja (KIR) dan kegiatan yang lain,yang berkaitan dengan dunia tulis menulis dan membaca. Anak didik saya juga banyak menorehkan prestasi diberbagai event lomba baik tingkat lokal maupun Nasional, hahaha. Padahal itu gak ada apa-apanya ya !



Sekolahku MAN I (Model ) Bengkulu mendapatkan penghargaan sepuluh besar perpustakaan terbaik tingkat  Nasional oleh karena itu kepala sekolah dan  perpustakaan bermaksud untuk membuat mata pelajaran baru, Mulok PPMB (Pengembangan Penalaran dan Minat Baca). Dengan tujuan untuk mendukung perpustakaan.Meningkatkan pengunjung  dan minat baca.Saya ditunjuk sebagai gurunya.



Ini tidak mudah karena tidak ada panduan sebelumnya, di internetpun tidak ada, hanya  saya mendapatkan  file dalam bentuk Video  MAN  3 Yogyakarta yang merupakan juara pertama lomba perpustakaan  sekolah .Mereka sudah terlebih dahulu menerapkan Mulok tersebut.

Saya berusaha untuk mengadaptasi dan menganalisa, mencoba  mendesain sebuah media pembelajaran Mulok PPMB tersebut. Saya mencari tahu dan berusaha belajar dari berbagai sumber. Pada pelatihan workshop KTSP saya diikutsertakan. Hal ini semakin menambah pengetahuan dan semangat saya.

Saya diserahi tugas mengajar di kelas XI  jurusan IPA, IPS dan Agama. Dua jam sekali pertemuan perminggunya. Hal pertama yang saya lakukan adalah sosialisasi.

Untuk mendukung  Mulok PPMB ini ,kemudian saya membentuk ektrakurikuler  baru yang saya beri nama Komunitas Cinta Buku (KCB) Me On You. Sebagai wadah bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas.

Pada semester awal,  saya berhasil memperjuangkan Mulok PPMB untuk diikutkan pada ujian sekolah. Untuk pertama kalinya  pelajaran Mulok mengisi jadwal semesteran. Hasil perjuangan saya membuat nilai Mulok yang awalnya di raport hanya nilai afektif dan praktik saja jadi bertambah dengan kognitif. Lumayan ngos-ngosan perjuangan ini, kawan !

Untuk menambah wawasan, saya memutuskan untuk kuliah lagi. Saya mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Terbuka.

Sejak adanya Mulok PPMB di perpustakaan mulai berdatangan banyak buku baru. Anak-anak, saya minta untuk wakaf buku. Satu judul buku bisa untuk  3-4 orang . Ada cerita geli ketika itu saya memberikan tugas untuk membaca buku seri Chicken Soup. Mereka bertanya kok bukunya gak ketemu ya di rak buku masakan di Gramedia. Mendengar itu langsung saya tertawa terpingkal-pingkal.Wajar saja sampai seharianpun dicari gak bakal ketemu buku itu .Ah,lucunya anak-anakku!

Awalnya ada juga anak yang protes , setelah saya berikan pencerahan, akhirnya mereka jadi bersemangat untuk wakaf buku ke perpustakaan.Seiring waktu semua  berjalan dengan indah.

Suka duka saya  mengajar Mulok PPMB ini banyak sekali diantaranya saya tidak digaji setiap bulan. Lantaran kebijakan sekolah gratis yang dicanangkan oleh pemerintah kota, sehingga sekolah tidak melakukan pungutan setiap bulannya. Gaji baru dibayarkan setelah enam  bulan pada saat uang dari APBD cair.  Dilematis memang di satu sisi saya ingin bekerja untuk mendapatkan uang, namun jika tidak kuat menjalani hal ini saya diminta untuk mengundurkan diri. Pilihan yang sulit ,akhirnya saya putuskan untuk menjalani saja. Ada saja rejeki setiap harinya. Belum lagi tantangan dari rekan kerja yang seolah tidak suka melihat saya mengajar. Biarlah, saya berusaha untuk ikhlas dalam menjalani  tugas ini karena saya sangat mencintai dunia tulis menulis dan membaca. Saya hanya berharap suatu saat kelak saya memperoleh kebaikan dan kemudahan dalam menjalani hidup ini atas apa yang saya ajarkan. Biarlah  ini menjadi salah satu amalan kebaikan saya. 
 (Itu dulu sepenggal kisah saya, namun sekarang semua sudah menjadi kenangan. Termasuk semua hal yang berkaitan dengan sekolah tersebut. Tepat di Januari 2013, saya mengundurkan diri dari bekerja di sekolah tersebut untuk fokus pada kehamilan dan kegiatan menulis saja. Berkah luar biasa banyak menghampiri saya setelah keputusan itu. Alhamdulillah sekarang saya sudah menyandang gelar S.Pd, ciye-ciye. Dan tetap mengajar dan belajar menulis di beberapa sekolah serta membuat kelas kursus menulis secara privat. )
(Tulisan di atas termuat di dalam salah satu buku Put Your Heart Into Teaching)

Foto koleksi pribadi, saat mengikuti pelatihan Fotografi di Hotel Santika, Bengkulu
 
 



                   

2 comments

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin