Menu

Kamis, 23 Juli 2020

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

Hai, sahabat Milda sekalian. Jumpa lagi nih dengan ulasan Sharing Kamis bersama Blogger Bengkulu di grup WA Blogger Bengkulu Tangguh ( Bobe Tangguh) yang in sya Allah dilakukan pada setiap kamis siang. Sharing kamis dilakukan dengan tujuan saling berbagi dan eksplore sesama anggota komunitas. Selain itu sekalian saling kenal dan mengenal profesi, aktivitas teman sesama anggota komunitas.

Dalan sebuah kegiatan event Bobe, Sunardi yang topi merah

Yuk, langsung dibaca aja ulasannya kali ini yang akan membahas mengenai 

Pemutakhiran Data Pemilih bersama Sunardi yang bertugas sebagai salah satu Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)

Saya hanya memandu di awal, selanjutnya grup diserahkan kepada Bapak yang memiliki dua orang putri ini. 

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum kawan-kawan Bobe (Blogger Bengkulu), semoga kita semua selalu dalam keadaan baik selalu dalam perlindungn Allah. aamiin. Terima kasih kepada Mbak Milda selaku Founder Bobe yang memberi kesempatan dan kawan-kawan yang bersedia menyimak. 

Perkenalkan kembali, saya Sunardi, akrab disapa Nardi. Berdomisili di Perum Graha Asri Bengkulu. Status pekerjaan saya, tadinya karyawan swasta, di PT. Thamrin Brothers ( Yamaha ) di Lingkar Barat. namun sejak 12 Juni lalu sudah mengajukan resign, jadi sekarang bukan karyawan tetap lagi, melainkan Freelance di sana.


Sunardi bersama istrinya Dahlia dan kedua anaknya
Di masa pandemi kok memilih resign?

Prosedure yang mengharuskan demikian. Jadi karena kebijakan ,pilihan terbaik adalah resign.

Karena status freelance tsb, ternyata ada banyak juga peluang atau hal lain yang bisa kita kerjakan, misalnya kayak yang lagi up date saat ini, saya diberdayakan RT untuk sebagai PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih ) di lingkungan tempat tinggal untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Pemilihan tersebut akan dilaksanakan serentak pada 270 daerah, yang terdiri dari 9 Provinsi, 37 Kota dan 224 Kabupaten se-Indonesia.

Jadi share kita siang ini kayaknya seputar kegiatan PPDP aja ya kawan-kawan.
Untuk apa PPDP ada?

Syarat untuk terselenggaranya pemilihan yang demokratis adalah warga negara terdaftar sebagai pemilih tanpa deskriminasi. Oleh karena itu diperlukan PPDP untuk memastikan pendaftaran pemilih dapat terlaksana dengan baik, tanpa ada kesalahan data, atau ganda dan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya.


Bagaimana cara kerja PPDP?

Petugas mencoklit (pencocokan dan penelitian data ) antara data yang didapat dari Panitia Pemungutan Suara setempat dengan data yang ada di KK warga.Untuk itu dimohon juga partisipasi dari warga untuk membantu petugas pemutakhiran data dengan menyiapkan / menunjukkan Kartu Keluarga, dan sampaikan jika ada data salah atau ada anggota keluarga yang belum masuk dalam daftar pemilih yang dicocokkan petugas.

Eh iya, jangan ragu kasih data ke petugas yah, karena cuma untuk mencocokkan data saja (bukan untuk pengajuan kredit,hehehe)

Mungkin beberapa di antara Bobe sudah ada yang didatangi petugas PPDP di rumahnya.

Pemilu dimasa pandemi Covid-19

Berbeda dengan pemilu sebelum-sebelumnya, karena kita di masa pandemi Covid-19 pemilu kali ini setiap proses yang dilakukan tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan, petugas menggunakan APD berupa masker, sarung tangan, pelindung wajah, tetap jaga jarak disarankan tidak masuk ke rumah, sedia antiseptik dan selalu mensterilkan peralatan kerja yang digunkan.

Semoga pandemi segera berlalu, (pakai APD itu pengap gais...berkeringat)


Sunardi dan Istrinya sama-sama suka ngeblog, jadi mereka merupakan salah satu icon papah mamah Bobe

Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

Oke kawan2 Bobe..mungkin untuk materinya itu dulu...jika kawan-kawan ada yg ragu, merasa dirinya tidak masuk dalam daftar pemilih, boleh ditanya atau kita sharing ya. Sy juga masih dalam tahap belajar juga.

Zefy: Kapan pemilunya Mas?

Jawaban : Terima kasih  , pemilunya masih lama, tanggal 9 Desember 2020 nanti.

Afriga : Saya perantau Mas 

Waktu pemilu presiden kemarin saya nggak boleh milih di tempat saya tinggal sekarang . Alasannya masing-masing. Waktu itu saya urus surat-surat sampe kecamatan katanya yang perantau diurus kolektif sama ketua RW . Tiba hari H taunya saya belum terdaftar .

Jadi sebenarnya kalo untuk orang perantau gini prosedurnya gimana Mas. Kalo mau ikut memilih dalam pemilihan presiden 5th yang akan datang ?.Maaf keluar dari jalur tapi masih dalam pemilu hehehe.

Jawaban : Kalo untuk pemilihan presiden, seharusnya bisa sih. Karena berlaku untuk semua WNI. 

Mbak masih KK  daerah asal yah? Kalo iya berarti data Mbak masih terdaftar di wilayah asal. Namun setelah keluar DPT, kita bisa mengurus untuk mengajukan pindah memilih di wilayah tujuan  mbak.

Cuma kalo untuk memilih kepala daerah emang ngak bisa, karena beda form yang dipilih (calon-calonnya)

Afriga : Oke mas besok-besoklah nanya kalo udah mendekati pemilihan presiden (padahal masih lama)

Sunardi di sebelah saya, ini waktu dapat juara 2 Flashblogging bersama Kemkominfo dan Emak Mira Said

Milda Ini: Itu petugas nya harus datang ke rumah ya. Gak bisa daftar online

Jawaban : Petugasnya memang diwajibkan datang kerumah warga Mbak, sudah jadi SOP nya petugas harus mengecek secara detail warga dari KK dan memastikan jangan sampai ada warga yang tidak terdata, atau sebaliknya jika ada warga yang tidak berhak lagi memilih, misal pindah, meninggal,itu harus dicoret dari daftar. Dan mesti ada pernyataan juga dari kepala keluarga bahwa anggota keluarga tsb tidak ada lagi. (Tidak bisa sembarangan menghilangkan hak pilih orang) 

Warga bisa melihat apakah tedaftar atau tidak bisa dicek secara online juga.

Milda Ini: Wah, harus jaga kesehatan ini yah. Kuatir juga. Tim yang Tengah Padang (Nama sebuah kelurahan) siapa ya

Sunardi : Belum didatangi ya Mbak?

Semoga petugas dalam keadaan sehat dan bebas  covid. Sebelum diterima sebagai PPDP, petugas melakukan rapid test dulu Mbak. Petugas dilengkapi dengan apd standar: face shield, masker, sarung tangan, sanitizer, dan diwajibkan menstrilkan alat tulis. Jaga jarak dan tetap menghimdari kontak fisik.

Semoga kita semua terhindar dari covid.

Sunardi yang kasih jempol, ini pada kegiatan kelas Blogger di Bengkulu Express
Piter JV: Rabu pekan yang lalu ada petugas coklit datang ke rumah. Mereka nanya-nanya data dan minta fotocopy KTP dan KK lalu mengharuskan yang disurvey foto pegang data diri tersebut, apakah syaratnya memang seperti itu?
Jawaban: Foto-foto itu mungkin utk jaga-jaga kalo diminta panitia. Kalo data cocok seharusnya tidak perlu di fotocopy sih. Perlu foto copy itu kalau ada perubahan, misal ada yg meninggal, pindah, berubah status TNI/POLRI, pemilih baru.

Piter JV: Owh, itulah kadang agak ragu ngasih data-data, seperti itu takut disalahgunakan oleh oknum.

Sunardi Bobe: Insyaallah tidak pak. Semoga  saja petugasnya taat sumpah. Karena petugas PPDP itu dilantik dan disumpah. Semoga saja amanah.aamiin.

Apura : Aku ngak terdaftar sbg pemilih  cuma suami doang, masaaaa
Hehe bisa aja Mbk. Human error

Apura : Terus gimana tuh? Udah dapat stiker pemilih yang untuk ditempel di dinding itu loh

Sunardi : Sampaikan pada petugas PPDP yg datang. Inilah tugas PPDP, petugas harus input dalam data Pemilih Baru. Sehingga nanti data dari PPDP diinput masuk ke data KPU.
Sunardi senang dengan kegiatan menulis, tentunya sering datang bersama istrinya yang juga anggota Forum Lingkar Pena (FLP)

Efri Deplin: Bang, mau tanya ini, kami kemarin didatangi sampe 3 kali, pak ketua blok, anak pak RT, pak RT nya juga. Nah pas anak pak RT nya, kali petugas resmi ya karena pakai rompi khusus, terus diajak foto-foto. Alhamdulillah kami sepertinya bisa memilih di satu TPS, saya sedih lho kemarin kita berdua beda TPS kan ga romantis jadinya haha. Itu kok bisa beda kenapa bang?

Sunardi : Bener Pak,petugas berseragam, pake rompi, topi, ban lengan,kartu identitas.

Bisa saja pak beda TPS, makanya perlu adanya Petugas Pemutakhiran Data Pemilu ini, menghindari hal-hal seperti inilah. Makanya PPDP walaupun ditunjuk oleh RT setempat, harus berintegritas, menjalankan tugas sesuai fungsinya, ada penandatanganan Fakta Integritas juga.

Efri Deplin: Satu lagi bang Sunardi mau tanya, kok kemarin saya sama istri beda TPS padahal kita kan satu KK, itu kok bisa beda kenapa ya, Mayan juga jauh TPS nya bang, repot

Nah ini juga Harus jeli petugasnya ya bang, bahaya kalau pemilih ganda, harus lebih cermat pertugasnya, bagaimana mensiasati yang seperti ini bang?

Sunardi Bobe: Petugasnya harusnya input itu pak kan dalam satu KK yang sama. 

Wah jangan-jangan petugasnya  mau cepat selesai aja. Bisa lapor ke RT setempat aja pak. Biasalah Human error pak. 

Makanya perlu ada PPDP, seharusnya PPDP yg baru ini mengubah dan melaporkan ke PPS.

Efri Deplin: Terima kasih bang atas informasinya dan luar biasa untuk Indonesia berdaulat.

Sunardi Bobe: Emang peran pentingnya PPDP itu utk menghindari  kasus seperti ini pak, mungkin mensiasatinya dari warga adalah jangan tandatangan lagi  bila ada petugas yang datang lagi.

Sesi diskusi kasih siang  (ja 14.00 - 15.00 Wib) ini berakhir seperti biasa, meski hanya durasi sekitar 60-90 menit. Banyak informasi yang dibagikan dan saling diskusi membahas segala sesuatu. Terima kasih ya Sunardi yang telah berbagi. Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah membaca ulasannya di blog ini. Sapai jumpa di Sharing Kamis selanjutnya ya dengan tema dan pokok pembahasan lainnya. Sampai Jumpa.

Salam Kebaikan
Milda Ini

Diberdayakan oleh Blogger.