Menu

Selasa, 28 Juni 2016

/



 Pengalaman Tindik Anting  Bayi Baru Lahir

Assalammualaikum Wr. Wb

Apa kabar Momi kece yang sedang sibuk ama bayi perempuannya, hehehe. Pasti sama kayak saya ya. Melakukan banyak hal yang berkaitan dengan perawatan dan memelihara bayi adalah suatu kegiatan yang menyenangkan meski juga bisa bikin capek. Apalagi kalo masih punya anak balita, kayak saya. Duh, repotnya sedunia deh. Waktu kayaknya kurang aja, ada aja yang mesti dilakukan. Mulai kekurangan waktu.Benar kan?

Tapi mau gimana lagi ya, meski repot kalo untuk urusan anak, ya harus pake kudu semangat ya. Biar tumbuh kembangnya baik. Sepakat kan. Ntar kalo udah gedean, gak bakalan diurusin lagi deh kan bisa ngurusin diri sendiri,

Well, hari ini seiring dengan bertambahnya usia baby Nasya, udah lepas 40 hari ya. Alhamdulillah udah di aqikah juga. Saya kepengen segera memasang anting buat baby Nasya. Itu tandanya dia harus segera ditindik.

"Apa , ditindik? emang gak bisa nanti aja udah agak gedean dikit?" ucap Babanya anak-anak.

"Ya, kalo sudah agak gedean, pasti tambah susah, dia pasti gak maulah. Ditindik itu kan sakit" jelas saya mantap

"Justru karena sakit itu, Baba gak mau lagi liat. Sudah cukup dulu Nawra ama Athifah. Mereka sangat menderita menahan rasa sakit "

Iya, memang dulu saat pasang tindik kakak-kakaknya. Suami saya yang selalu terharu, sedih dan menangis. dia tak tega melihat anak gadisnya menahan kesakitan. Apalagi pas tindik Nawra, suami saya sangat sedih. Dia tak tahan ketika melihat Nawra meraung kesakitan. Padahal sudah saya gendong, susui. tetap saja meronta dan nangis.

Obrolan sore itu, akhirnya memutuskan untuk mencari tahu dimana tempat yang bisa pasang tindik dengan sistem tembak saja. Supaya dapat mengurangi rasa sakitnya. Saya pun mencari tahu informasi mengenai layanan pasang tindik dengan cara tembak tersebut.

Pasang anting dengan cara tindik tembak itu maksudnya seperti ini, ada alat khusus,  pada ujung alat sudah ada anting berbentuk bulat (kalo orang Bengkulu bilangnya kerabu), jadi anting langsung menempel di telinga dan prosesnya cepat. Antingannya imitasi yang digunakan. Nanti setelah beberapa hari, lubang sudah terbentuk baru diganti dengan antingan yang asli. Misalnya, emas.

Kalo pasang tindik manual, itu dengan cara melubangi telinga dengan jarum, biasanya memakai jarum infus lalu setelah itu dipasangkan anting. Rasanya pasti sangat sakit karena telinga sengaja dilukai/dilubangi dan keluar darahnya. 

Lalu, saya mencari info di beberapa teman. 

Pertama, saya mencari tahu info bidan senior yang bisa pasang tindik tembak. Saya udah ketemu ama bidannya. Tapi antingnya sedang habis . Jadi belum bisa melayani. Ya, udah kami menunggu dulu sekitar satu pekan. Eh, ternyata setelah satu pekan berlalu, belum juga ready stok antingnya. Kami memutuskan untuk mencari bidan lain saja.

Kedua, saya mencari info ke toko emas. Udah ketemu tokonya, ada alat tembaknya dan ready antingnya. Eh, si tukangnya yang gak pede pasang tindiknya. Ya, gagal lagi deh. Alasannya nanti kuatir letak lobangnya tidak sama karena bayi bergerak-gerak dan alasan kedua dia agak kurang berani kalo sama bayi, hiiiks. Malah dia menyarankan supaya pasang tindik secara manual dan di bidan saja.

"Ya, udahlah Ba, kita ke bidan saja ya. Nanti sore aja. Semoga baby Nasya kuat, sholeha dan tidak rewel."

Dalam hati saya berdoa supaya nanti sore , bidannya ada dan baby Nasya tenang, rewelnya tak begitu lama dan bisa kami tenangkan. Saya berharap dengan dalam, supaya semua harapan saya terwujud nanti.

Oh, ya kalo pasang tindik manual. Antingannya kita persiapkan sendiri. Model antingnya kira-kira seperti ini. Kecil, gak banyak pernak-perniknya dan di bagian bawah ada pengait yang bisa mengunci dengan cepat. Berat antingannya sekitar setengah gram saja. Jangan terlalu berat, gak kuat telinganya nanti. Dan bisa bikin telinganya memanjang. Itu, sih alasan yang biasa orang tua bilang soal berat anting bayi yang baru lahir. 



Akhirnya, saya dan suami serta berangkat bertiga saja ke rumah bidan Yenizar yang terletak tak jauh di daerah pantai Zakat. Kami sampai di kliniknya dengan selamat, cepat dan belum terlalu sore. Baru saja waktu salat ashar masuk. 

Alhamdulillah, bidan Yen , ada dan sehat. Dia bersedia membantu kami untuk pasang tindik. Saya meminta suami untuk menjauh saja dari ruangan klinik. Supaya tidak melihat dan mendengar secara langsung jika baby Nasya nanti menangis. Beliau akhirnya menunggu di pinggiran jalan, di tempat kendaraan di parkir. Letak klinik bidan Yen ini di pinggir jalan, setelah polsek Kampung Bali.

Waduh, tapi baby Nasya mulai ngantuk dan kepengen tidur. Gimana ini, kata bu bidan, gakpapa. Lanjut aja. 



Cap cus, bidan Yen menyiapkan alat-alatnya.

1. Jarum suntik ( biasanya suntik infus) karena jarumnya lebih besar dari jarum suntik biasa. 
2. Alkohol
3. Betadine
4. Kassa
5. Handscund (sarung tangan) 
6. Dua buah antingan yang sudah dibuka pengaitnya, supaya mudah dan cepat saat memasukannya ke telinga.

Adapun cara tindiknya adalah sebagai berikut tahapannya

1. Bidan segera memakai sarung tangan
2. Telinga diolesi dengan alkohol sebagai tindakan sterilisasi. 
3. Telinga dilubangi dengan jarum infus bagian kanan dulu lalu segera dimasukan antingnya.
4. Telinga bagian kiri dilubangi dan  dimasukan antingnya.
5. Lalu diberi betadine, bisa dengan ditetesi langsung atau dengan menggunakan kassa

Uwek.....uweeek, suara tangisan baby Nasya memenuhi seluruh ruangan klinik. Air matanya menetes. Duh , sedihnya. Saya segera memberikannya mimik Asi. Dan ajaib, dia langsung tertidur kembali. Ibarat kata tadi adalah mimpi buruknya, hehehe. Maaf ya dek, maafin Meme, udah ganggu tidurnya. Wajahnya yang imut, membuat hati saya luluh

Baca juga ini ya, kalo pengen tahu, gimana wajah bayi baru lahir. 


Treng teng, prosesnya cepat banget loh dan akhirnya antingan sudah terpasang rapi dan baby Nasya sudah terlihat cantik. Sudah terlihat wajah perempuannya, hehehe. Soalnya dengan kepala gundul, tanpa antingan baby Nasya bisa dikira cowok loh, apalagi kalo gak pake baju gaun atau dress.



Ternyata, Allah menjawab doa saya dan suami. Baby Nasya tak begitu rewel. Tetap menangis tetapi tak begitu lama, setelah diberikan mimik ASI dia kembali tidur.

Suami datang, dia kaget melihat baby Nasya yang tenang. Suami segera mencium baby Nasya dan berucap syukur luar biasa. 
"Ternyata dia lebih kuat dan sabar dibanding kakak-kakaknya ya. Semoga sholeha ya Nak" 

Sebelum pamit pulang, kami membayar biaya pasang tindiknya. Hanya sebesar Rp. 30.000,-. Kalo pasang tindik tembak sudah kami tanyakan biayanya sebesar Rp. 40.000,-

Yeaya, baby Nasya yang  cantik sekarang terlihat  makin cantik karena sudah pakai antingan. Terima kasih bidan Yen sudah bantu pasang tindik baby Nasya hari ini.

Alhamdulillah ya....



 
4 comments

Saya sih udah gede malah nggak mau pakai anting. Jadi percuma sakit yang dulu itu. Hehe.

Reply

Makasi mb tipsnya
Berguna banget klo aku dah ada beby ntar

Reply

hihihi, gakpp juga tetap cantik

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin