Menu

Rabu, 16 Maret 2016

/




        Udara mulai terasa panas, keringat mulai keluar dari sebagian pori-pori kulit. Saya melirik jam di hape. Baru bergerak mendekati angka sembilan pagi. Harusnya masih terasa dingin, tetapi ini sudah seperti mau tengah hari.

Saya baru saya mengirim paket pesanan konsumen melalui kantor pos daerah Kampung. Tak jauh dari toko pakaian saya yang berada di pasar Barukoto. Letak kantor posnya berseberangan dengan pasar tersebut. Dalam seminggu hampir beberapa kali saya mengirim barang via kantor pos ini, selain dekat. Ongkirnya juga agak hemat.

Dalam hal ongkir yang murah dan hemat, tentulah disuka oleh semua orang terutama pelanggan saya, hehehe.

Udara pagi ini membuat saya gerah, akhirnya saya putuskan bersama putri kedua saya yang baru mau berusia tiga tahun. Athifah, mampir dan duduk-duduk di pinggiran pantai Jakat. Letaknya pun tak begitu jauh dari kantor pos dan benteng Malborough. Jika ditempuh dengan kendaraan . Motor misalnya, cuma menghabiskan waktu sekitar tiga menit. Dekat kan !Suatu pagi yang cerah setelah dari kantor Pos Kampung ini kami melewati benteng Malborough lalu berjalan menyusuri pantai Tapak Paderi barulah sampai ke pantai Jakat. Maklumlah kota Bengkulu ini hampir di kelilingi oleh pantai-pantai yang indah. 



Di sepanjang bibir pantai berjejer tenda dan pondokan yang rapi. Jika di sore hari pondokan itu selalu rame dikunjungi orang-orang. Di sana banyak dijual jagung bakar, pisang bakar, sate ceker, dan aneka minuman. Yang paling banyak dijual adalah minuman es kelapa muda atau dogan.

Tetapi pagi begini, sepi. Belum ada yang berjualan. Paling kalo pun ada yang berjualan di restoran atau cafe pagi yang terletak di pintu resmi masuknya pantai. Sedikit jauh dari tempat saya memarkirkan motor.

Saya dan Athifah segera turun, kami memilih mampir di salah satu pondokan yang kosong. Rencananya duduk saja sebentar sembari mencari angin pagi dan menghilangkan keringat.

Snek ringan dan minuman segera kami turunkan. Tak perlu membawa alas untuk duduk. Kami berencana duduk di tumpukan batu saja . Ya, kami mau duduk saja di atas bebatuan yang suka disebut orang-orang ‘batuan pemecah ombak’ bebatuannya sudah tersusun rapi dan nyaman. 


Duduk di sini sembari melepas pandangan lepas ke lautan yang luas sangatlah menyenangkan. Seolah semua penat hilang seketika. 

Deru suara ombak yang berlarian dan pecah sebelum sampai ke pinggiran membuat  jantung berirama tenang, padahal suara ombak kadang menyeramkan dan menghempaskan.

Di sebelah kanan mata jauh memandang mulai telihat jajaran pantai barat Sumatera, jauh di sana terlihat daerah sungai Suci, sampai jauh ke ujung menuju daerah Muko-Muko dan Padang.

Di sebelah kiri terlihat tumpukan bebatuan yang rapi tersusun di sepanjang bibir pantai Tapak Paderi, terus ke pantai Malabero terus jauh sampai ke pantai Panjang dan pulai Bai, semua berjejer rapi.


Jika datang di pagi hari kita masih sering berjumpa dengan para nelayan. Mereka pulang dari laut sekitar jam sebelas. Mereka sudah lelah dari Samudra, tetapi melihat keluarga yang menanti dengan senyum. Lelah tersebut seolah sirna. Apalagi jika melihat tangkapan ikan yang segar dan banyak. 

Di pagi hari belum ada petugas parkir pantai, jadi masih bebas parkir. Kalo pun membayar, untuk mobil dikenakan tiga ribu rupiah dan motor, dua ribu rupiah. 

Di sore hari terutama hari sabtu dan ahad, pantai Jakat ini rame dikunjungi orang untuk mandi. Ombaknya yang relatif kecil dan datar membuat orang-orang sangat nyaman untuk bermain air atau mandi di pantai ini. Kami juga sering mandi di sana.


Tak terasa hari sudah beranjak semakin panas. Jam sudah bergerak mendekati angka sebelas. Kami pun pulang. Lain waktu kemari lagi, sambi makan siang.

11 comments

kapan yak aku bisa ke Bengkulu. hiks..

Reply

senengnya liat hamparan pasir dan air laut yang biru, butuh piknik banget,..

bdw, blognya sudah saya followback yaa

Reply

hamparan pasirnya sedikit ya mba? kok banyak tanggul batu2an nya ya
apa mungkin abrasi?

Reply

provinsi di pulau sumatera yang belum pernah saya kunjungi adalah riau bengkulu. semoga suatu saat saya bisa ke sini dan mampir di pantai jakat, menikmati keindahan sebagaimana yg mbak milda alami.

Reply

hayuuk kemari, ongkos pesawat cuma 392 kok dr jakarta

Reply

bener mb, piknik

ma kasih ya

Reply

sebenarnya hamparan pasirnya luas, ini kebetulan sedang pasang aja.

di berikan tanggul batu atau pemecah ombak ini karena pas di pinggirnya itu jalan raya untuk mencegah abrasi dan jalan rusak. motor saya aja parkir pas di pinggir jalan, cuma berjarak tiga meter dari tunggul bebatuan ini

Reply

wah, asik dong

hayuuk mampir ke Bengkulu, biar lengkap perjalanannya

Reply

Pantai emang bisa jadi tempat membeli yg asik. Aku suka melamun kalo di pantai, pengen bisa nulis di Vila yg ada pantainya, hahaha

Reply

wuiiz, jangan Mba melamun gak baek, hehehe

Reply

asyik tuh banyak batu-batuan, enaknya buat bakar-bakar

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin