Menu

Sabtu, 26 Desember 2015

/






Kabar gembira bagi warga Bengkulu, mau tau apa. Yuk. Baca ulasan informasi berikut ini. Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan berdasarkan penelitian baru-baru ini ternyata Provinsi Bengkulu merupakan pusat iklim dunia.

Masa sih? Iya ini berdasarkan informasi dari Ketua Tim Peneliti iklim Benua Maritim Indonesia (BMI) BPPT Fadli Syamsudin mengatakan, kajian tersebut didasari kondisi Bengkulu menjadi pusat terbentuknya awan hujan.

"Bisa dikatakan begitu. Untuk Indonesia, pusat iklim di Bengkulu, sedangkan Benua Maritim Indonesia memberi pengaruh penting terhadap iklim dunia," kata dia, belum lama ini.

Oleh sebab itu, BPPT melakukan penelitian iklim di Bengkulu dari 9 November hingga 25 Desember 2015 terkait dampak iklim global dari perubahan iklim di Bengkulu. Sudah selesai ya penelitian iklimnya, jadi kita bisa tahu hasilnya.

"Bersama kami, terdapat enam peneliti dari BPPT-nya Jepang dan satu dari BPPT-nya Prancis," ujarnya.

Dari hasil sementara penelitian, awan hujan di Indonesia sebagian besar terbentuk di Bengkulu. Awan tersebut bergerak menyebar ke seluruh Benua Maritim Indonesia dan negara-negara lain di dunia.

"Pada umumnya awan yang terbentuk berupa awan Cumulonimbus (cb)," sambungnya.

Fadli menjelaskan, Bengkulu menjadi pusat iklim karena pengaruh kondisi perairan dan topografi wilayah yang menjadi lokasi awal proses terbentuknya awan hujan.

"Bukan Sumatera Barat atau atau daerah Jawa lainnya yang menjadi pusat, tetapi Bengkulu, karena tidak ada kepulauan di perairan Bengkulu," kata dia.

Karena itu Provinsi Bengkulu menjadi tempat pertemuan empat arus laut yang akhirnya menjadi daerah tempat proses terjadinya penguapan pembentukan awan hujan yang menjadi musim hujan atau kemarau dan mempengaruhi iklim dunia. Arus laut yang pertama, dinamakan arus Musim Sepanjang Tahun yang bergerak dari perairan Provinsi Aceh, menuju Sumatera Barat dan berakhir di perairan Bengkulu atau bergerak dari barat laut ke tenggara.

Arus tersebut bertemu dengan arus Lintas Indonesia yang bergerak dari selatan Pulau Jawa. Arus Musim Indonesia dari Selat sunda, dan arus Khatulistiwa Selatan yang berasal dari Samudra Hindia.

"Dari pertemuan arus tersebut terjadi putaran air dan membentuk awan hujan cukup besar," kata Fadli.

Penelitian dilakukan di perairan Bengkulu menggunakan sejumlah teknologi yang dibawa dengan kapal oleh para peneliti. Di daratan Bengkulu juga dilakukan penelitian menggunakan radar dan balon udara untuk melihat proses terbentuknya awan.

"Tim peneliti menemukan proses yang cukup kompleks dari pembentukan cuaca di Bengkulu, tidak seperti daerah atau negara lain," ujarnya.

Temuan tim antara lain seperti pola pembentukan awan hujan yang tidak biasa. Awan terbentuk tidak sesederhana seperti yang terjadi di daerah lain.

"Contohnya, arah angin yang tidak biasa, di atas mengarah ke barat sedangkan di bawah ke timur. Ini menjadi salah satu yang mempengaruhi pembentukan awan hujan," ujarnya.

Oh, ya hasil penelitian secara resmi akan dirilis pada Januari 2016. Saat ini hasil penelitian sedang dianalisa di BPPT. Pada 2016 atau 2017 kembali akan dilakukan penelitian tentang iklim di Bengkulu, menindaklanjuti hasil penelitian 2015.

Kita tunggu aja ya hasil rilis resminya ya. Jadi makin bangga ya ama Bengkulu. Jadi makin sayang dan semoga semakin banyak dikenal orang. Dan pembangunanya semakin maju dan merata. 

Sumber (Antara, Bisnis.com, Republika.co.id)


13 comments

Huwahh hebat ya kota bengkulu. Bisa jadi pusat iklim dunia. Kereeenn mbak hhhhee ^_^

Reply

iya, alhamdulillah. memang belakangan hari banyak orang2 dari luar negeri, terutama ilmuwan yang asik ngumpul di sini. mmebahas soal cuaca, iklim dll

Reply
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Alhamdulillah, bisa jadi sumber iklim dunia. Tetaplah menjadi bengkulu yang bersahaja

Reply

Iya, semoga dengan hal ini bisa membuat Bengkulu juga dikenal dan diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Reply

Alhamdulillah, semoga Rahmat Allah selalu dilimpahkan untuk Provinsi Bengkulu.

Reply

Jngan sampqi kota bengkuku jd hancur karna menjadi populer. Para investor. Stop jngan hancurka. Bengkulu.

Reply

Alhamdulillah.Pusat awan hujan

Reply

iya, semoga hal ini dapat memberikan kebaikan buat Bengkulu ya pak Awaludin

Reply

Benar pak Suryono, semoga semakin populer, banyak investor tetapi yang mau membangun Bengkulu ya bukan cuma mau mengeruk keuntungan

Reply

Iya dek Nisa, bisa sering2 hujan. meski awan juga bisa bergerak ke mana-mana

Reply

Semoga bengkulu maju
Amin
Harapan masyarakat..

Reply

Semoga Bengkulu maju..
Amin
Hapus koruptor
Hapus narkoba
Maju maju dan maju... labuhanbatu...

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin