Menu

Minggu, 22 November 2015

/




Salah satu kendala dalam memulai untuk menulis sebuah cerita adalah bagaimana cara mengawali menulisnya. Membuat kalimat pertama yang harus digunakan. Apa yang harus dituliskan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pada kalimat berikutnya.

Kesulitan ini bukan hanya menjadi kendala penulis pemula, penulis profesional pun pasti pernah mengalaminya. Memang gampang-gampang susah.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memulai kalimat pembuka untuk menulis sebuah cerita. Antara lain,

1.  Mengawalinya dengan sepotong kalimat
Kalimat pembuka ini bisa diambil dari sebuah pantun, syair, kata mutiara, puisi. Boleh puisi bikinan sendiri atau meminjam puisi orang lain. Sepotong kalimat ini harus kita pilihkan secara baik-baik karena hal ini akan mencerminkan tema cerita yang akan kita tulis, jadi tidak boleh asal menempel saja.
Contohnya
Menggunakan sepotong kalimat
“ Menabur bunga di atas tanah lebih baik, daripada menabur bara “
Menggunakan sebuah puisi
Kulihat awan
Sedang tersenyum
Di atas gunung

2.  Mengawalinya dengan menggambarkan setting atau suasana.
 Penggambarkan model ini sering kali digunakan oleh para penulis terkenal.
Contoh
“Langit di atas Benteng Malborough seolah bercahaya , ketika tiba-tiba petir menggelegar. Membuat kaget semua orang yang sedang berada di sekitar Benteng, termasuk Nawra. Orang-orang ramai berkumpul malam ini di sekitar Benteng karena ingin mengikuti acara penutupan festival Tabut “
Membuat kalimat pembuka seperti itu akan memberikan kemudahan juga bagi pembaca mengetahui setting atau suasana, tokoh cerita dan konflik yang akan ditulis oleh penulis. 

3.  Mengawali dengan menggunakan kalimat langsung.
Menggunakan kalimat pembuka dengan kalimat langsung ini lebih mudah karena kita tidak harus terllau berpikir keras untuk membuat kalimatnya.
Contoh
“Hai Athifah, kemari kau!” teriak Najib berlari mengejar temannya
“Mau kemana? Kok buru-buru” tanya Najib sambil tergopoh-gopoh setelah sampai di dekat Athifah.
......dan seterusnya

4.  Mengawali dengan menyebutkan bunyi-bunyian.
Banyak sekali suara  yang dapat kita gunakan sebagai pembuka kalimat dalam sebuah cerita. Misalnya suara telepon, suara klakson, suara dering telepon, suara batuk, suara jeritan, suara binatang, seperti ayam atau burung dan lain sebagainya.
Selain itu kita bisa juga menggunakan bunyi-bunyian dalam membuka sebuah cerita. Misalnya, bunyi percikan air, bunyi gelas pecah, bunyi meja dipukul, bunyi bel sekolah dan lain sebagainya.
Contoh
Tet tet tet !
Tiba-tiba bel sekolah berbunyi. Padahal sekarang baru jam 11 siang. Belum waktunya kami pulang sekolah. Masih ada 3 jam lagi. Ada apa? Kok belnya tiba-tiba berbunyi.

Demikianlah beberapa cara yang dapat kita gunakan dalam memulai atau menggunakan kalimat pembuka pada saat akan menulis sebuah cerita. Silakan dicoba sesuai dengan pilihan cara yang paling disukai. Semoga berhasil.
(Disarikan pada saat mengikuti acara workshop menulis bersama penulis Ali Muakhir )


1 comments:

Kok gak bisa di share ke fesbuk ya

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin