Menu

Rabu, 19 Oktober 2016

/

Assalammualaikum Wr. Wb

Hari ini saya bersama teman saya Rumasi Pasaribu yang merupakan wakil dari Bengkulu akan mengikuti serangkaian kegiatan Munas Sastrawan Indonesia 2016. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, tanggal 18 - 20 Oktober 2016. Di hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Beruntung, saat Munas, kami juga ditemani oleh bapak Karyono yang merupakan kepala kantor Bahasa Bengkulu. Beliau ikut hadir dan mengikuti semua kegiatan seperti kami. Rasanya senang sekali bisa bersama-sama dengan teman apalagi satu daerah menghadiri suatu acara. Berasa seperti sedang berada di daerah sendiri dan enggak bingung karena ada yang dikenali.

Peserta Munas ini ada sekitar 107 orang yang merupakan perwakilan sastrawan dari setiap provinsi. Usia pesertanya juga beragam. banyak yang senior dan sepuh juga. Saya jadi semakin salut dengan semangat mereka untuk hadir dan berbagi inspirasi kepada para peserta.

Selama tiga hari kami akan mendapatkan banyak ilmu dan wawasan. Akan banyak materi yang akan dibagikan kepada para peserta. Materi selama Munas ini dapat dilihat di sini

Berikut ini adalah daftar para peserta Munas Sastrawan Indonesia 2016 dari setiap provinsi

1. Aceh
Drs M. Jamin Seda
LK Ara
Fikar W. Eda
Rosni Idham
Din Saja

2. Sumatera Barat
Muhammad Ibrahim
Syariffudin Arifin

3. Sumatera Utara
Suyadi San

4. Riau
Edrida Pulungan
Fakhrunnas Jabbar
Kazzani KS

5. Jambi
Ramayani Riance
Sudaryono

6, Sumatera Selatan
Arco Transcept

7. Bengkulu
Karyono
Mildaini
Rumasi Pasaribu

Saya dan teman saya Rumasi Pasaribu mewakili Bengkulu dalam acara ini. Kebetulan sekali kami juga mendapatkan jatah kamar yang sama sehingga bisa banyak berdiskusi tentang pengembangan sastra ke depan terutama yang di Bengkulu. 

Saya mewakili Bengkulu dari Komunitas Forum Lingkar Pena (FLP), Komunita Blogger Bengkulu dan Komunitas Cinta Buku. Sedang Rumasi juga berasal dari Komunitas Forum Lingkar Pena dan seeorang guru Bahasa dan Sastra di sebuah SMP. Rumasi juga seorang penulis Novel.

Kami pun acap kali berdiskusi, bahkan sampai larut malam. Berdiskusi sangat seru sampai lupa waktu. Padahal acara Munas belum selesai, masih butuh tubuh yang segar dan fit.




8. Lampung
Isbedy Setiawan
Syaiful Irba Tanpaka

9. Kepulauan Riau
Hasan Aspahani
Husnizar Hood

10. Bangka Belitung
Kario
Saad Toyib


11. DKI Jakarta
Agus R Sarjono
Abdul  Hadi W.M
Ahmadun Y.H
Anwar Putra Bayu
Arif Wicaksono
Aris Kurniawan
Ariany Isnamurti
Eka Budianta
Ening Sumadiningrat
Ewith Bahar
Faisal Oddang
Fatin Hamama
Free Hearty
Gunoto Saparie
Helvy Tiana Rosa
Jodhi Yudono
Jose Rizal Manua
Justica Warman
Kurnia Effendi
Kurniawan Junaedhie
Lina Dinawati
Linda Christanty
M. Rieza Mufid
Mustafa Ismail
Nana Ernawati
Ni Made Purnamasari
Okky Madasari
Remi Novaris DM
Ritawati Jassin
Rita Sri Hastuti
Roso Titi Sarkoro
Shinta Miranda
Soesi Sastro
Taufik Ismail
Taufiqurrahman
Yahya Adi Saputra
Zita Meirina
Denny J.A
Dra Nur Hayati

12. Jawa Barat
Adri darmadji Woko
Ane Matahari
Arbi Sanit
Arie. M.P Tamba
Bambang Widiatmoko
Budhi Setyawan
F. Rahadi
Nuyang Jaimee
Rama Prambudhi
Soni Farid Maulana
Sudiyanto

13. Jawa Tengah
Adhitia Armitrianto
Apito Lahire
Aslan Kustoyo
Baddrudin Emce
Bahrul Ulum
Bambang Eka Prasetya
Budi Maryono
Diah Setyowati
Heri Condro Santoso
Setia Naka Andrian
Sri Rokhati

14. Jawa Timur
Zawawi Imron

15. Banten
Ayu Cipta
Chavchay Syaifullah
Handoko F. Zainsam
Heryus Sapoetra
Nana Sastrawan
Ratna Ayu Budiarti
Rini Intama
Zaenal T Radar


16. NTT
Fanny Jonathan S
Christanto Senda


17. NTB
Dinullah Rayes


18. Bali
Warih Wisatsana
Wayan Sunarta

19. Yogjakarta
Joko Pinurbo
Kris Budiman
Mutia Sukma

20.Kalimantan Tengah
Abdul Fatah Nahan

21.Kalimantan Selatan
Ali Syamsudin ARS
Iberamsyah Barbary
Zulfaisal Putra

22.Maluku
Morika Tetelepta
Josep Matheus

23.Sulawesi Tenggara
Nurdahlia

Jadi 107 peserta ini berasal dari 23 provinsi. Terbanyak peserta yang berasal dari DKI Jakarta. Semua provinsi di pulau Sumatera mengirimkan utusannya. Sama halnya dengan pulau Jawa dan Bali. Akan tetapi untuk pulau Kalimantan, Sulawesi dan Irian sangat minim peserta yang berasal dari sana. Provinsi Irianjaya tidak mengirimkan utusannya. Semoga di tahun depan memang terdapat perwakilan dari setiap provinsi yang ada di Indonesia.

Kegiatan Munas Sastrawan Indonesia bertujuan untuk menjalin kerjasama antara Badan Bahasa dan Sastrawan seluruh Indonesia dalam pembinaan sastra dan pengembangan sastra.

Saya juga sangat senang dari daftar nama-nama tersebut , ada banyak nama-nama yang sudah sangat saya kenal. Saya bahkan bisa langsung duduk bersebelahan dengan bunda Helvy Tiana Rosa. Kebetulan juga saat itu ada seorang penulis skenario yang keren dari Banten, Mas Zaenal T Radar.



Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut
1. Peningkatan akses ekosistem pendidikan, insan dan komunitas plagiat dan pemerhati sastra, lembaga serta masyarakat terhadap kegiatan dan informasi kesastraan
2. Peningkatan mutu bersastra bagi ekosistem pendidikan, insan dan komunitas plagiat, pemerhati sastra, lembaga serta masyarakat.

Oleh karena itu semoga di tahun depan semakin banyak yang bisa hadir pada acara Munas ini ya. Supaya lebih banyak orang yang dapat berperan aktif mewujudkan tujuan dan harapan yang diharapkan oleh Badan Bahasa .



Salam literasi



3 comments

Wah, beruntung sekali ya Bu Mild jadi salah satu perwakilan di acara penting dan keren.

Reply

Kegiatan yang keren dan bermanfaat. Mau juga ikut kegiatan seperti itu. :)

Reply

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra
Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
Lembaga Pengembangan Sastra

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.