Menu

Selasa, 07 Mei 2013

/











Filologi berasal dari bahasa Yunani philologia, berupa gabungan kata philos berarti ‘teman’, dan logos berarti ‘ilmu’, ‘pembicaraan’. Philologia dalam bahasa Yunani berarti ‘senang berbicara’, berkembang menjadi ‘senang belajar’, ‘senang kepada ilmu’, ‘senang kepada tulisan’, ‘senang kepada tulisan yang bernilai tinggi’, seperti karya sastra (Baried, 1994:2).


Berbagai Pengertian Filologi dalam Perkembangannya: 

a)      Filologi sebagai ilmu tentang pengetahuan yang pernah ada. Karya yang berupa tulisan umumnya mengandung informasi masa lampau yang jelas dan rinci. Pengkajian terhadap teks-teks yang tersimpan dalam peninggalan masa lampau disebut sebagai pintu gerbang mengungkap khazanah pengetahuan masa lampau atau yang pernah ada.

b)      Filologi sebagai ilmu sastra tinggi, karena filologi hanya mengkaji tulisan masa lampau berupa karya yang bernilai tinggi, karya adiluhung.

c)      Filologi sebagai studi teks, karena filologi berupaya mengungkapkan hasil budaya yang terkandung dalam suatu teks.

Dasar studi filologi adalah adanya variasi teks, atau filologi berdasar pada prinsip bahwa teks berubah dalam penrunannya. 

Variasi teks dapat dipandang sebagai 

1) kesalahan penyalin
 2) sebagai bentuk kreasi penyalin yang melahirkan pandangan filologi modern

Sasaran dan Objek studi filologi 
adalah naskah, ilmu yang berkaitan dengan pernaskahan disebut kodikologi. Jadi objek filologi aadalah teks atau kandungan naskah.

Tujuan Umum: Mengungkapkan:

 a) produk masa lampau yang berupa karya tulisan,
b) fungsi karya tulisan itu di dalam masyarakat penghasil atau ahli waris karya itu dan dalam masyarakat kini,
c) nilai- nilai budaya yang terkandung dalam karya itu.

Tujuan Khusus:

 a) Menelusuri bentuk asal teks berdasar bacaan varian yang ada,
b) Mengungkapkan sejarah perkembangan teks,
c)  Mengungkapkan sambutan masyarakat penerima teks,
d) Menyajikan suntingan teks dalam bentuk yang dapat dibaca oleh masyarakat masa kini.

Metode, Penentuan metode dalam kajian filologi ditentukan oleh faktor-faktor: 

a) Sikap terhadap bacaan varian (variant reading),
b) Sasaran dan objek studinya, seperti sistem bahasa, sastra, dan konvensi sosial budaya,
c) Jumlah naskah,
d) Kondisi naskah (keterbacaan teks),
e) Tujuan.

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin