Menu

Minggu, 22 Januari 2017

/


Assalammualaikum Wr. Wb

Rotan, pasti tahu ya. Banyak sekali kita jumpai perabotan rumah tangga yang berbahan rotan. Sebut saja kursi, meja lemari , keranjang, dan lain sebagainya. Rotan jika sudah diolah dan dibentuk akan menjadi suatu barang yang bernilai ekonomis. Tapi kali ini saya mau cerita soal rotan yang bisa dimakan. Apa? dimakan! Iya, dimakan. Tentu saja harus diolah dulu ya. Dan tidak semua bagian rotan bisa dimakan. Harus bagian yang muda atau lembut. Sering juga disebut orang dengan nama umbi atau umbut rotan. Penasaran, menu makanan apa sih yang bisa dibuat dari bahan rotan ini. Mari ikuti ulasan saya berikut ini.



Bengkulu, seperti halnya provinsi lain yang berada di pulau Sumatera. Masih banyak menyimpan hutan belantara. Begitu banyak dan masih ditemukan dimana-mana. Hampir di sebagian kawasan di Bengkulu. Pasti masih kita temukan hutan belantara. Bahkan hutan yang masih perawan, hehehe. Maksudnya yang emang belum dijamah atau dilewati oleh orang. 

Nah, dihutan yang masih asli tersebut. Banyak ditemukan secara alami tumbuhan rotan. Ya, tumbuhnya liar bukan ditanam apalagi dibudidayakan oleh para petani. Karena tumbuh liar, jadi orang-orang di sekitar hutan suka mengambil atau menebang rotan semaunya. Dalam arti saat perlu rotan ya ditebang aja langsung.. Gak menunggu masa panen misalnya, atau usia tertentu. Yang sering diambil selain batang rotannya yang sudah tua atau matang . Banyak juga orang yang mengambil umbinya atau umbutnya. Untuk dijadikan bahan makanan. 

Saya sering membeli umbut rotan tersebut di pasar Panorama Bengkulu. Di hari minggu pagi. Iya pada hari minggu banyak sekali para pedagang datang dari dusun atau kampung. Mereka membawa barang dagangan yang jarang kita temui di hari biasa termasuk umbut rotan ini.



Kita bahas sedikit ya soal rotan.


Rotan berasal dari famili Palme dan dikelaskan dalam kumpulan yang terbesar iaitu parafamili calamoideae. Ia mempunyai batang berduri dan memanjat tetapi terdapat juga jenis yang tidak memanjat. Terdapat 13 genus rotan di dunia iaitu Calamus, Daemonorops, Karthalsia, Plectocomia, Plectocomiopsis, Myrialepis, Ceratolobus, Calospatha, Pogonotium, Retispatha, Laccosperma, Eremospatha, dan Onecocalamus. Hampir 600 jenis rotan dihasilkan daripada 13 genus ini

Batang rotan biasanya kecil dengan diameter 2–5 cm, beruas-ruas panjang, tidak berongga, dan banyak yang dilindungi oleh duri-duri panjang, keras, dan tajam. Duri ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora, sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak dilengkapi dengan sulur. Suatu batang rotan dapat mencapai panjang ratusan meter. Batang rotan mengeluarkan air jika ditebas dan dapat digunakan sebagai cara bertahan hidup di alam bebas. Badak jawa diketahui juga menjadikan rotan sebagai salah satu menunya.

Sebagian besar rotan berasal dari hutan di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Borneo, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Indonesia memasok 70% kebutuhan rotan dunia. Sisa pasar diisi dari Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan Bangladesh.Rotan cepat tumbuh dan relatif mudah dipanen serta dibudidayakan. Ini dianggap membantu menjaga kelestarian hutan, karena orang lebih suka memanen rotan daripada kayu.

Oke sekarang kita lanjut ya, kali ini saya akan masak umbut rotan dicampur dengan terong panjang atau terong ungu dengan kuah pedas dan bersantan. Saya jamin rasanya juga pasti enak.



Bahan yang harus disiapkan adalah

1. Umbut rotan
2. Terong panjang atau ungu
3. Santan
4. Bumbu gulai lengkap (cabe, lengkuas, kunyit, kemiri, bawang merah , bawang putih, lada , semua digiling halus) , dicampurkan.

Cara masak

1. Tumis semua bumbu dengan sedikit minyak, karena sudah pakai santan.
2. Lalu masukkan santan, aduk hingga mendidih
3. Setelah mendidih, masukkan terlebih dahulu umbut rotan
4. Saat umbut rotan hampir matang atau sudah agak lembut. Masukan terong
5. Masak kembali sampai matang dengan api kecil
6. Setelah matang, hidangkan dan santap selagi hangat

Gimana, sangat mudah bukan membuat gulai umbut rotan ini. Iya, sangat mudah, hanya saja untuk mendapatkan umbut rotannya yang susah ya. Iya, saya juga tidak setiap hari minggu saat belanja ke pasar Panorama ketemu penjual rotan. Akan tetapi, justru karena agak susah didapakan inilah. Membuat gulai umbut rotan, sering dicari dan dikangenin.

Kalo ditanya soal rasa, gimana ya. Gak bisa dijelasin. Kuahnya enak, gurih dan pedas. Kalo umbut, rasanya empuk dan pokoknya unik deh. Kamu harus mencobanya langsung kalo kepengen tahu. Gulai umbut rotan ini, juga mash sangat jarang ditemukan orang yang menjualnya. Bahkan di rumah makan khas Bengkulu, juga susah ditemukan. Jadi kalo kepengen makan, ya terpaksa harus dimasak sendiri ya. 



Ngomong-ngomong, saya dan keluarga jadi orang hebat ya, orang Bengkulu juga hebat. Kamu percaya kan? gak percaya?, coba perhatikan

Rotan aja dimakan, hehehe

Udah dulu ya, saya mau makan dulu, kasian kalo udah dingin. 

Oh.,ya tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan @bloggerbengkulu dalam #nulisserempak tentang #kulinerbengkulu. Semoga tulisan ini beruntung ya, mendapatkan satu box  Pai Bro yang lezat. Sampai jumpa lagi

Salam

7 comments

Baru tahu kalau rotan bisa dimakan. Eh, umbinya. Yang penting teksturnya empuk ya.

Reply

Bener2 baru tau kalo rotan bisa dimakan dan dimasak pake terong. Di tempatku nggak ada mbak

Reply

baru tau aku mbak kalau rotan bisa dijadikan menu makanan. penasaran gimana rasanya :)

Reply

wahhh emang bisa ya? itu rotan yang masih muda kah?
kelihatannya enak banget tuh gulainya... penasaran dengan rasanya..

Reply

Di Jatim gak ada rotan, adanya bambu. Jadinya yang dimasak tunas bambu atau disini disebut bong

Reply

Dari dulu aku selalu penasaran dengan rasa umbut rotan. Eh mba Milda malah pamer di sosmed, jadi mupeng, hikss

Reply

Sering denger orang masak ini, tapi saya belum pernah coba mba xixixix

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.