Menu

Rabu, 30 Maret 2016

/



Berjualan secara online di zaman sekarang adalah sebuah solusi praktis dan tak bisa dielakkan. Begitu pun dengan saya. Meski sudah punya toko pakaian Ibu dan Anak secara offline. Berdagang secara online merupakan sesuatu yang sangat seru dan menyenangkan, menantang  dan pastinya juga mendatangkan untung.


Apalagi sejak saya menggunakan sosial media sebagai sarana promosi dagangan saya. Kegiatan jual beli online saya semakin meningkat. Dalam sepekan saya bisa bertransaksi hampir setiap hari secara online baik membeli atau menjualkan barang.


Tipikal pembeli saya beragam, ada yang maunya semua serba cepat dan ingin segera tahu. Ada yang slow respon sembari menunggu , ada juga yang lambat bahkan bisa jadi tak jadi membeli jika saya tak mengkonfirmasi kembali.


Hal yang lumrah pertama kali ditanyakan oleh pembeli itu adalah harga barang, bahan, ukuran dan seluk beluk barangnya serta dikirim darimana barangnya. Ini penting berkaitan langsung dengan besaran ongkos kirim (ongkir)


Jika ada yang bertanya soal ongkir , ada beberapa jasa ekspedisi yang saya gunakan. Ya, beda-beda. Termasuk beda juga cara akses dan layanannya. Ada ekspedisi yang pas kita cek harga di web sama asli di kantornya berbeda, di sini saya kadang suka nombok atau malah uangnya lebih. Atau ada ekspedisi yang menambahkan biaya admin ketika kita bayar ke kantornya, padahal pas di cek di webnya tidak ada aturan biaya admin, hiiiks. Layanan seperti ini kadang-kadang suka bikin sebel juga. 


Belum lagi ada, ekspedisi yang minta ukuran tinggi dan lebar barangnya saat di cek harga. Termasuk menanyakan besaran nilai barangnya. Duh, bikin tambah repot aja ya. 


Namun sangat berbeda dengan layanan JNE, sejak awal saya gunakan harga yang tertera di web selalu sama dengan yang dibayarkan di kantornya. Ini yang membuat pilihan saya selalu jatuh pada JNE. Ya , menghindari tombok menombok. Atau mengembalikan selisih ongkir pembeli. Bikin ribet di belakangnya. Karena sering banget saya menyisipkan kelebihan uang tersebut di sela barang kiriman, saya lakban kembali lalu saya konfirmasi ama pembeli. Bahwa nanti kalo barangnya datang, buka pelan-pelan soalnya saya menyelipkan uang, hehehe.


Saya menggunakan jasa JNE sudah lama juga. Selain menggunakan web langsung untuk mengecek ongkir. Saya juga mendonlot aplikasi JNE di gagjet saya supaya praktis . 


Aplikasi JNE Versi Lama di Hape Saya

Awal-awal pemakaiannya agak cepat loadingnya, namun seberapa  sering dengan cepatnya itu perbandingannya jauh. Masih mending menggunakan web langsung daripada menggunakan aplikasinya. Lemotnya minta ampun. Super duper deh, apalagi kalo cuaca sedang tak bersahabat. Sinyal langsung melemah. Loadingnya lelet banget.


Tetapi tetap saya lakukan karena tak ada pilihan lain. Saya segera membuka web dan mengecek ongkir. Biarpun loadingnya  lama dan kadang ada aja yang error. Bahkan sering kali saya harus mencoba berkali-kali dulu. Belum lagi minta masukin capcha , harus cek list kolom ini dulu. Duh  kadang tambah bikin lama karena tidak selalu sekali proses langsung oke. Kadang salah masukin kode, lupa mencentang. Ai, pokoke ribet. Padahal kepengennya cepat. 


Loadingnya JNE Versi Lama

Apalagi kalo proses tersebut saya gunakan lewat aplikasi yang di hape. Duh tambah bikin lama, muter-muter aja dia. Nunggu kebukanya lama, udah masukin kode dan cek list lama lagi menunggu hasilnya. Ngabisin waktu. Pasahal konsumen sudah ‘ngeping ‘ aja dari tadi kepengen segera tahu, meski setelah itu gak selalu segera order loh, hihihi. Yang penting pelayanan prima ala Emak-emak online dong ya, biar konsumen senang dan betah.


Hal ini sempat membuat saya kesal juga, kok lebih lama ya dari webnya. Harusnya kan lebih mobile. Lebih memudahkan bagi siapa saja, khususnya bagi Emak-emak online seperti saya. 


Pokoknya meski sudah memakai yang terbaik di antara ekspedisi lainya. JNE masih banyak juga kekurangnnya. Tetapi saya tetap setia paki JNE. Karena belum ada pilihan lain.


Nah, untuk menghadapi pelanggan yang ingin semua cepat dan segera tahu ini kadang saya sering kewalahan. Terutama dalam masalah mengecek ongkir kirim. Kadang saya suka bete juga ama JNE.


Tetapi, di akhir bulan Februari 2016 , tanggal 29 yang lalu. Rasa bete dan kesal saya sudah mulai terobati. Saya mulai bisa senyum-senyum dan bergembira.



Kenapa?  JNE yang selama ini saya pakai sudah berubah, ciye. PT Tiki Jalur Eka Nugraha atau yang selama ini saya kenal dengan singkatan JNE meluncurkan 7 program barunya yang disebut dengan “7 Magnificent” atau “7 yang mengagumkan”

Ketujuh program atau produk layanan tersebut adalah Aplikasi MyJNE; JNE-PopBox; @box prepaid; Promo JNE Super Speed; JNE International Shipment; Layanan CD Music dan JNE Trucking. Seluruhnya merupakan perwujudan dari rencana pengembangan bisnis perusahaan yang fokus pada pengembangan di bidang Information Technology (IT) dan infrastruktur.



Peluncuran Program Unggulan JNE  (Sumber Web JNE)

Nah, yang berkaitan langsung dengan keluhan saya selama ini menggunakan JNE sudah ada solusinya sekarang. Yaitu, salah satu dari 7 program unggulan tersebut. Yes, aplikasi MyJNE. 


Mau tahu apa itu aplikasi MyJNE. Iyap , memang JNERevolution deh , selalu melakukan perubahan dan perbaikan, peningkatan layanan dimana-mana. 


Akan saya bahas ya sebisanya dengan bahasa Emak-emak online, hihihi. Biar mudah dipahami, semoga saja.


 MyJne adalah aplikasi berbasis android yang terhubung dengan nomor telepon pelanggan JNE Express, baik sebagai pengirim maupun sebagai penerima. Melalui aplikasi ini pengguna dapat mengecek tarif pengiriman JNE seluruh Indonesia, memonitor status pengiriman, mengecek lokasi JNE terdekat serta melakukan transaksi jual beli antara penjual dan pembeli individual.




Di aplikasi ini terdapat  beberapa fitur atau layanan , seperti pengecekan ongkos kirim paket ke berbagai daerah, JNE Nearby untuk mengetahui keberadaan gerai JNE terdekat dengan pengguna, My COD, dan My COD Wallet.

Saya melihat fitur di aplikasi MyJNE yang sekarang ini memang ada yang baru. Sebelumnya tidak ditemukan pada aplikasi JNE atau Web JNE. Memang lebih lengkap dan sangat memudahkan. Semakin membuat praktis dan nyaman bagi pengguna  jasa jual beli online atau pengiriman.

Saya merasa JNE sangat mencintai para pelaku bisnis online ni, sehingga bela-belain mengeluarkan investasi yang besar untuk program terbaru JNE ini. Ya, semakin memudahkan dan memberikan kenyamanan kepada pelanggannya. Saya lebih menyukai menggunakan JNEMobile. Sehingga tak mampu pindah ke lain hati. Termasuk saya. Hebat kan, JNE mengerti kita deh. 

Untuk layanan MyCOD dan MyCOD Wallet akan kita bahas secara khusus ya. Soalnya itu akan sedikit berbeda meskipun itu juga merupakan jasa layanan antar kirim barang yang disediakan JNE. Sekarang kita fokus dulu ama layanan atau fitur pengiriman barangnya. 

Oke, ya sudah sedikit paham  mengenai apa itu aplikasi MyJNE. Tetapi akan lebih mengerti jika kita langsung mendonlot dan menggunakan aplikasinya. Baiklah, siapkan segera androidmu. Kita segera donlot




Pertama, kita buka aplikasi playstore lalu klik dipencarian MyJNE. Lalu siap kita pasang aplikasinya di android. Hanya butuh waktu sebentar saja. Bahkan waktu saya mendonlotnya sambilan bermain dengan anak. Tunggu sebentar akan muncul layar konfimasi. Lalu kita klik saja atau tekan tombol ‘ Terima’


Kalo saya waktu itu sambil menunggu sembari meneruskan bermain dengan anak. Padahal posisi batere hape saya sudah mau lowbat. Tetapi karena proses ‘mengunduh’ aplikasinya yang  hanya membutuhkan sedikit waktu. Saya tak perlu takut, hape lowbat. Akhirnya aplikasi tersebut terpasang dengan lancar di android saya. Hanya dalam dalam hitungan menit. 


Oke ya, sudah terdonlot kan di hapenya. Mari  kita pelajari dengan seksama fitur atau layanannya MyJNE ini apa aja. Meski pake bahasa Inggris. Gakpapa, mudah kok dimengerti dan dipelajari tak perlu waktu berhari-hari juga, hehehe. Saya perjelas dengan menggunakan bahasa saya ya. Sekali lagi semoga mudah dipahami.


Kita coba ya, layanan cek tarif. Ini pasti yang paling sering digunakan semua orang terkhusus pengguna jasa jual beli online. 


Kita klik saja layar putih yang ada tulisan ‘ My Tarif ‘ Cek Tarif Pengiriman Seluruh Indonesia.


Lalu akan muncul layar seperti di bawah ini. Kita cukup memasukan nama daerah atau kota asal pengiriman di kolom ‘ From’ dan memasukan daerah atau kota tujuan di kolom ‘ To’ . tak perlu memasukan kode, capcha apalagi dimensi barang. Lalu klik ‘ Chek tarif ‘. Tralala biaya ongkos kirim akan segera tertera . secepat kilat. Seperti sulap.


Saya coba ya memasukan daerah pengirman Jakarta ke rumah saya Bengkulu. Segera muncul beberapa pilihan tarif ongkos kirim sesuai dengan kebutuhan kita. Berbeda dengan aplikasi JNE sebelumnya yang hanya memuat info tarif ongkir Oke atau Reguler. 


Di aplikasi MyJNE, informasinya dan pilihannya lebih lengkap dan jelas. Kita tinggal memilih saja, sesuai dengan kebutuhan dan kantong, hehehe.


Dari Jakarta ke Bengkulu yang termurah adalah Rp. 22.000 perkilonya. Pilihan layanan lamanya hari pengiriman juga bisa menjadi pilihan kita, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mau yang cepat, sedang atau biasa saja. Tergantung dengan kita. JNE sudah memberikan semua infonya.


Selanjutnya, jika kita sedang mengirim barang atau menunggu barang datang. Kita bisa juga mengecek status pengiriman kita sudah sampai dimana dengan mengklik ‘ My Shipment’ yang berisikan informasi status pengiriman barang.


Jika sedang berada ditempat baru atau di luar daerah, kita juga bisa menggunakan jasa  ‘ My Location’ kita bisa mencari informasi gerai JNE yang paling dekat berada di lokasi tempat kita tinggal. Sehingga memudahkan proses pengiriman dan lebih nyaman


Oke deh, sangat mudahkan. Nah sekarang kita kembali ke layar awal yuk. Di bagian cek tarif. Di sana ada  di sebelah layanan Home, JNE Nearby, MyCOD dan MyCOD Wallet. Saya jelaskan juga perlahan ya, semoga bisa juga dipahami.

Jika kita klik JNE Nearby, makan akan muncul tampilan seperti ini. Seperti sebuah peta ya.


Kita tinggal masukan data lokasi tempat tinggal kita, maka akan secara otomatis nanti terdeteksi kita sedang berada dimana dan dimana letak gerai JNE terdekat. Masukin datanya yang benar dan teliti ya supaya mudah dilacak. Jangan pula alamat palsu, gak bakal ketemu dong, hihihi.

Lalu di sebelahnya ada layanan My COD. Itu adalah fitur My COD yang memungkinkan para individual seller menghubungkan data pesanan toko online dengan sistem JNE. Menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran.Untuk My COD atau cash on digital, menurut Menurut Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE mengatakan ini adalah fitur utama yang diunggulkan dalam aplikasi My JNE. “Berbeda dengan istilah COD pada umumnya, fitur ini memungkinkan pengguna memiliki rekening virtual untuk bertransaksi" 



Iya, ini secara sederhana untuk dipahami bahwa kita mempunyai deposit di JNE. Jadi jasa pembayaran dan pengiriman akan dilayani secara otomatis, tak perlu kuatir uang jatuh ke online shop yang nakal atau harus ke kantor JNE untuk melakukan pembayaran. 






Terakhir, ada aplikasi MyCOD Wallet. Ini adalah bagian untuk mengecek status deposit atau saldo uang kita di JNE. Cara daftarnya juga mudah. Tinggal isi saja data seperti di bawah ini. Nanti akan ada petunjuk langkah selanjutnya.
Cara mendaftarkannya juga mudah tinggal klik, lalu muncul gambar seperti ini. Tinggal kita isi data yang diminta dan kirimkan.





Gimana, udah paham belum dengan penjelasan ala saya. Semoga bisa dipahami ya. Buat yang belum pasang Aplikasi MyJNE ini. Saya kasih lagi deh cara mudah pasangnya.
 Tinggal klik ini ya  Aplikasi MyJNE






Sudah terpasang semua, oke deh. Gimana? Udah dicoba? Makin asik dan mudah kan. Coba deh masukin berapa ongkir ke daerahmu. Misalnya, dari Jakarta. Hayo, dicoba dulu deh biar lebih bersahabat dan mudah dengan MyJNE. Yang penting data pengirim dan tujuan jelas ya dan ada kuota serta sinyal. Yakin deh, semua bisa, tanpa hambatan apa pun.

Saya bersyukur banget dengan adanya aplikasi MyJNE ini. Dimana di tengah kesibukan saya sebagai ibu, istri dan pedagang online. MyJNE memberikan solusi yang sangat jitu bagi usaha online saya. Jualan online lebih mudah, aman dan nyaman. Saya tak banyak kehilangan waktu, malah waktu saya semakin terisi dengan hal-hal yang lain.

Aksesnya yang cepat  membuat saya bisa juga lebih cepat melayani pembeli. Mereka pun tak perlu berlama-lama menunggu informasi berapa ongkir atau bolak balik bertanya kapan barang di kirim, sudah sampai dimana. Mereka tidak akan resah dan gelisah menunggu barang datang.  

Cukup saya masukan kode resi, lalu klik dan  saya screenshoot, lantas kirim infonya ke pembeli . Mereka pun juga bisa mengecek sendiri berapa ongkir dan status pegiriman barangnya. Jadi sama-sama puas dan tidak ada yang merasa tertipu.


Pokoke, dengan aplikasi MyJNE benar-benar bikin saya beruntung. Bisnis online senang, untung pun datang. Hape saya sekarang sudah terpasang aplikasi MyJNE, jadi tambah keren deh.





Yang belum pasang dan menggunakan. Hayuuk, buruan . jangan sampai ketinggalan. Segera donlot aplikasinya dan nikmati kelebihannya sehingga mengirim semakin nyaman dengan MyJNE.
Terima kasih MyJNE. 




8 comments

Wah lagi off jualan, mungkin nanti kalau udah jualan lagi bisa coba aplikasinya :D

Reply

hayuul, jualan lagi gieh

Reply

ini sangat membantu untuk para pengusaha di online. karena dengan adanya aplikasi ini sangat membantu para orang jualan online lebih mudah dalam proses pengiriman. terus di kembangkan saja fitur-fitur yang ada di aplikasi tersebut. saya juga termasuk pengguna aplikasi ini. :-)

Reply

Saya sudah datang ke sini, membaca dan melakukan penilaian terhadap tulisan ini.
Terima kasih telah berkenan untuk ikut dalam GA yang kami adakan
Semoga sukses yaaa ...

Salam saya
nh18

Reply

iya, benar2 sangat membantu. ma kasihlah dengan JNE

Reply

Wah, terima kasih ya pak. saya masih perlu banyak belajar lagi. termasuk dari bapak.

Reply

Sukses ya mba tokonya.. Aplikasi JNE memang membantu ya bagi pelaku usaha..#lgmikirmaujualanjugahaha#

Reply

hayuuklah, jualan ....

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin