Menu

Jumat, 16 Oktober 2015

/


Sebelas  bulan setelah ijab kabul. Aku melahirkan bayi perempuan. Cepat ya! Alhamdulillah, satu bulan setelah menikah aku langsung hamil. Bayi mungil nan cantik itu kami beri nama Nawra. Memasuki dua tahun usia Nawra, kami berencana untuk menambah lagi momongan. Apa aja deh. Rasanya jaraknya pas nih, dua tahun,pikirku waktu itu. Jiaah,Ikut menyukseskan program BKKBN! Aku mulai mempersiapkan diri untuk  hamil . Mulai dari menjaga makanan, minum suplemen dan berpikir positif untuk  menjadikan diri siap untuk hamil. 
Alhamdulillah aku dinyatakan positif hamil. Namun sejak satu bulan kehamilan aku sudah sakit. Setiap pagi aku mencret dan itu membuat badan aku lemas. Aku dehidrasi. Aku kehilangan tenaga yang cukup banyak. Memasuki kehamilan ke empat bulan aku keguguran.Bayiku meninggal di dalam kandungan. Saat itu aku tak sempat menanggis karena yang ada di dalam pikiranku hanyalah bagaimanaa segera mengeluarkan janin ini tanpa harus menyakitinya atau membuat dia tidak utuh. Segala upaya aku usahakan, akhirnya janin itu bisa dikeluarkan utuh tanpa ada satupun bagian tubuhnya tersakiti. Janin bayi laki-laki yang aku sendiri tak pernah bisa membayangkan wajahnya. Aku berharap wajahnya mirip denganku dan suatu hari kelak aku bisa bertemu dan  memeluknya.

Sejak keguguran itu, kata dokter aku boleh hamil kembali setelah enam bulan kemudian. Namun sampai hari ini tanda-tanda  itu belum ada. Setiap terlambat datang bulan, aku segera membeli test pack, hasilnya selalu nihil. Bahkan aku selalu menyediakan test pack di rumah .Selain itu aku rajin  mengkonsumsi tauge dan bubur kacang hijau karena aku percaya kasiatnya yang bisa menyuburkan. Aku minum suplemen. Dan yang pasti aku juga tak pernah putus  untuk berdo’a kepada Allah SWT . 
Ada satu hal yang menganjal dalam benakku. Apakah masih ada masalah dengan keguguran aku beberapa waktu lalu. Aku akhirnya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Setelah di USG,  aku dinyatakan sehat dan tidak ada masalah pada organ reproduksiku. Aku diminta oleh dokter untuk datang lagi bulan depan ketika aku sedang mentruasi pada hari pertama atau ke dua. Ketika aku kembali  kontrol . Aku diberikan vitamin dan suplemen.Setelah obat itu habis, aku belum juga dinyatakan positif hamil. Berobat ke dokter ini biayanya lumayan mahal loh. Apalagi obatnya juga banyak. Sekali periksa dana yang mengalir lumayan banyak. Namun, namanya juga usaha ya diupayakan dulu. Siapa tahu ada hasilnya. Akupun mulai mengurangi kebutuhan biaya yang tidak begitu penting dan menghemat beberapa pos pengeluaran di sana-sini. Menunggu hal itu membuat aku menjadi hampir putus asa.     
Sampai suatu siang aku bertemu dengan sahabatku. Dia bilang mungkin karena aku kurang infak dan sedekah. Nasihat temanku itu aku pikirkan, mungkin saja begitu karena aku tak tahu batasan yang Allah minta. Bisa saja aku merasa sudah mengeluarkan infak dan sedekah tapi bisa saja menurut Allah itu masih kurang. Di tambah lagi  ketika melihat acara ceramah ustad Yusuf Mansyur di Televisi. Aku semakin bersemangat untuk menjalankan nasihat sahabat dan ustad tadi. Aku mencoba untuk lebih berbagi dengan sesama. Semua aku lakukan untuk mendekatkan diriku kepada Allah SWT dan Allah mengabulkan keinginanku agar aku bisa punya keturunan lagi.
Suatu pagi teman satu sekolah memberitahu bahwa salah satu cara supaya bisa hamil yaitu dipijat. Ya, siapa tahu perutnya turun atau peranakkannya tinggi. Jadi dengan diurut ini diharapkan perutnya bisa normal dan peranakkannya berada di tempat yang pas.Sehingga ketika terjadi proses pembuahan. Sperma akan mudah masuk menemui zigot. Itu alasan temanku, istrinya juga dipijat seperti ini. Demi memenuhi rasa penasarannku. Sepulang sekolah aku samperin rumah tukang pijat itu. Di sana aku menemui wanita paruh baya yang kutaksir usianya sekitar 65 tahun. Badannya yang kurus dan ringgih. Mulutnya menguyah daun sirih, seketika terlihat gigi dan bibirnya yang memerah. Mendengar penjelasannya aku sedikit keder. Proses pijatnya belum bisa langsung dilakukan hari ini karena diperlukan bantuan suami. Aku juga bingung. Kalo yang diurut cuma perut kenapa harus ada suami. Ternyata suami diperlukan karena untuk menopang berat badan kita. Karena dipijatnya dalam posisi berdiri dan badan dibungkukkan seperti saat kita rukuk. Oh, alah aku jadi bingung dan berusaha untuk mencari alasan untuk cepat pulang. Kayaknya aku belum bisa ikut program hamil dengan cara seperti ini.
Dua minggu sudah berlalu, oleh saudaraku aku diajak ke orang pintar alias dukun. Seperti yang lain, aku coba saja jika masuk akal dan logika aku terusin tapi kalo nyeleneh, ya aku hentikan apalagi kalo sampai nyerempet dosa.Idih, punya anak aja kok repot apalagi ampe menggunakan jalan yang gak benar. Ogah, ah!!

                                                  



Setelah mendengarkan begitu banyak pantangan (larangan) yang disebutkan oleh sang dukun. Aku mulai meringgis. Gimana bisa, masa aku gak boleh menggunaan test pack untuk mengecek kehamilan. Aku gak boleh memeriksakan kehamilanku lewat USG. Aku gak boleh lewat di bawah jemuran pakaian. Aku tidak boleh makan udang. Gak boleh makan pisang. Aku tidak boleh melayat ke rumah orang yang meninggal. Aku gak boleh, gak boleh....waduh banyak banget gak bolehnya. Membayangkannya saja aku sudah kepayahan apalagi menjalaninya.....
Oh, iya selain pantangan seabrek tadi aku juga di sarankan untuk minum berbagai macam ramuan yang terbuat dari akar dan daun  tumbuhan tertentu. Yang tentu saja rasanya sangat aneh di lidah. Kembali aku tak sanggup menjalani cara hamil seperti ini, aku nyerah deh.
Ah, ternyata banyak cara untuk hamil, tetapi banyak juga ragamnya. Pintar-pintarlah kita memilih jalan itu. Aku sih sangat percaya kepada takdir Allah SWT di samping kita harus ikhtiar dengan segala cara dan upaya.
Ah, keinginan punya anak ini membuat aku kehilangan cara dan akal sehat. Lama-lama aku bisa terpeleset neh dengan cara yang tidak baik. Aku lalu memutuskan ke toko buku membeli segala hal yang berkaitan dengan kehamilan. Pada buku pertama aku temukan kalimat. Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan persalinan.
 
Lalu aku juga membaca tentang apa itu konsepsi, ovulasi dan banyak hal lain yang berkaitan dengan kehamilan. Aku juga mencari tahu apa saja yang bisa menyebabkan seorang wanita bisa hamil atau sebaliknya. Makanan dan minuman apa saja yang bisa mendorong seorang wanita bisa hamil. Termasuk situasi dan kondisi yang bisa mendukung wanita bisa hamil. Suasana hati yang nyaman dan penerimaan diri yang baik ternyata juga bisa memicu wanita untuk bisa hamil. Banyak info baru yang aku dapatkan seputar kehamilan.
Aku juga memperoleh informasi mengenai bahwa kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi
Kehamilan terbagi menjadi periode 3 bulanan, yang disebut sebagai:
- Trimester pertama (minggu 1-12)
- Trimester kedua (minggu 13-24)
- Trimester ketiga (minggu 25-persalinan).
Dari buku itu aku juga memperoleh tambahan ilmu bagaimana proses yang benar menurut syariat islam dalam berhubungan suami-istri. Mulai dari niat yang baik, membaca do’a pada saat berhubungan dan mengikuti adab berhubungan suami istri yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Sehingga akan lahir generasi rabbani dari rahim kita yang akan menegakkan kalimatullah di muka bumi ini.Dan islam sudah mengajarkan semua ini sejak dahulu kala. Dasar aku aja yang gak mau belajar lebih, jujurnya agak malu belajar dan mencari tahu, he he he
            Memang menanti kehadiran buah hati bak menguji kesabaran kita.  Ada seorang sahabat yang memaknai bahwa apa itu rasanya sabar, ia mengandaikan sabar itu rasanya seperti sabarnya ia menanti buah hati. Dia sudah tujuh tahun belum dikaruniakan Allah anak. Sedangkan aku baru tiga tahun menjalani penantian ini. Dalam usia yang baru kepala tiga ini, aku yakin aku bisa hamil lagi pada saat yang tepat. Aku masih muda kok, hi hi hi!.Insyallah masih ada peluang untuk hamil.
Akupun semakin meluaskan sabar untuk menanti tambahan buah hati. Aku tidak ingin terjebak dalam  usaha untuk hamil dengan menggunakan cara yang tidak logis dan maksiat. Cara yang  berbau dosa. Untuk menghindari hal ini  kita harus memperbanyak pengetahuan  tentang bagaimana islam mengajarkan fiqih hubungan suami istri. Mencari tahu makanan dan minuman yang bisa mendorong kehamilan.Membaca pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan itu sendiri sehingga kita lebih siap menjalaninya. Proses persalinannya pun menjadi lancar dan insyallah anak yang dilahirkan sehat dan kuat.
Suami dan ibuku juga saling  menguatkanku.Kata mereka aku masih beruntung karena bisa hamil  dan punya anak meski baru satu. Ada banyak wanita lain yang sudah  siap menikah, namun jodohnya belum datang. Sudah menikah namun belum punya anak. Sudah hamil namun anaknya meninggal.Dan sudah punya anak namun anaknya sakit, cacat atau meninggal. Jadi aku harus banyak bersyukur dan beribadah kepada Allah. Meski anak aku baru satu namun jika dididik dengan pendidikan islam yang baik. Insya Allah akan menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi keluarga , agama bangsa dan negara. Yang jadi tugas kita adalah bagaimana menjadikan ia anak yang berkualitas di dunia dan akhirat. Mau satu atau banyak tugasnya tetap sama ya. (Love u Nawra_My Life)

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin