Menu

Sabtu, 16 Desember 2017

/




Assalamualaikum, apa kabar kalian semua. 

Mau akhir tahun ini. Pasti udah merencanakan buat liburan ya. Mau kemana liburan akhir tahun ini. Satu hal lagi yang biasa orang bikin di akhir tahun ini adalah membuat Resolusi . Kamu udah bikin Resolusi 2018 apa belum. Kalo saya ada juga sih, cuma ga banyak. Ibu rumah tangga kayak saya apa iya, harus banyak resolusi. Selalu berharap badan sehat dan fit, sepanjang hari buat ngurusin anak dan rumah tangga aja deh. Fokus Ama anak-anak dan suami aja deh. Ga usah mikirin resolusi yang aneh-aneh. Sukses merawat dan mendidik , apalagi kalo anak tumbuh besar, cerdas, itu adalah sebuah resolusi yang paling indah bagi seorang ibu. Benar ga ya.

Untuk sebagian orang pikirannya ya begitu. Sebuah kesuksesan seorang ibu itu bisa terlihat pada kesuksesan dan pencapaian keluarganya juga.

Benar, ga salah punya pikiran seperti itu . Pada kenyataannya memang kewajiban dan tugas kita sebagai ibu di rumah sangatlah banyak. Merawat dan mengurusi anak-anak dan suami juga butuh ilmu dan waktu. Agar hasilnya juga baik. Apalagi saat anak-anak masih kecil, otomatis hampir seratus persen waktu kita adalah untuk melayani keperluannya.

Pikiran Saya Berubah

Sama saya juga dulu begitu kok mikirnya. Sampai suatu hari saya ketemu dengan seseorang yang memotivasi saya untuk bisa melakukan sesuatu untuk mengembangkan potensi diri saya dan bisa memberikan manfaat serta inspirasi bagi orang lain. Hidup hanya sekali, gunakan juga untuk BEKARYA

Jadi, meski sebagai ibu, keluargalah yang utama, akan tetapi  kita juga harus bisa mengambil bagian untuk bisa berkarya dan memberikan manfaat bagi orang lain. Tetapi setelah semua urusan rumah beres ya.Setelah itu baru melakukan kegiatan yang lainnya. 

Saya pun ikut kegiatan arisan RT, kegiatan posyandu , kegiatan pengajian dan aktif di beberapa grup komunitas online. 

Meniatkan Diri Jadi Penulis

Saya memang suka dunia menulis, sejak SD dulu. Pernah waktu SD saya serius banget belajar baca puisi, dari sana awal kecintaan saya terhadap dunia menulis tumbuh. Di SMP saya tergabung di kelompok Mading dan menang beberapa kali lomba mading dan lomba menulis puisi. Waktu SMA, saya sudah mulai agak percaya diri untuk menulis dan bersama dengan teman SMA bikin majalah sekolah, waktu itu nama majalahnya Favourite. Teman alumni saya pasti ingatlah gimana perjuangan kita untuk menerbitkan majalah tersebut.

Lanjut lagi di kampus, saya juga masih bergelut dengan dunia mading. Dulu belum kenal internet , jadi kirim surat juga pake pos. Kirim karya ke majalah juga begitu. Senang banget dapat kabar kalo tulisan atau foto kita dimuat di majalah atau Koran.

Selepas kuliah saya dan teman-teman bikin buletin dakwah untuk pelajar di kota Bengkulu. Namanya buletin Prestasi. Kalo sebelumnya bikin majalah sekolah yang di jual untuk satu sekolah saja. Di buletin Prestasi ini , sudah mulai di jual ke berbagai sekolah.

Selain itu di sekolah, di tempat saya kerja, saya juga mengelolah rubrik sekolah yang bekerjasama dengan salah satu Koran untuk menerbitkan berita atau informasi tentang sekolah saya. Di samping itu saya juga mulai aktif di komunitas Forum Lingkar Pena (FLP).
Jadi dunia saya emang ga jauh-jauh amat dari menulis dan buku.

 Stop Menulis Untuk Mencari Jodoh

Ini sebenarnya, bukan cuma karena ingin mencari jodoh, lalu saya agak malas menulis dan mulai ga aktif ikut kegiatan komunitas menulis. Banyak hal yang terjadi saat itu. Salah satunya memang jam kerja dan waktu luang yang mulai terbatas. Sebab waktu itu saya kerja pagi dan sore hari. 

Belum lagi saat itu saya sibuk dengan keinginan untuk membangun sebuah bisnis sendiri. Niatnya, supaya pas mau nikah ga merepotkan keluarga untuk biaya nikah. Istilahnya saya ingin menikah dalam kondisi bisnis dan keuangan saya sudah membaik atau stabil.

Jadi , kegiatan menulis juga ikut terabaikan…belum lagi saya juga mulai fokus mencari jodoh, eeaaa. Pada usia 24 tahun, selama dua tahun saya memang fokus banget ama jodoh dan ritualnya. Maksudnya ritual nikah itu, seperti ikut seminar pra nikah, ikut pengajian, workshop , seminar dan lain sebagainya seputar pernikahan. Termasuk membaca buku-buku pernikahan. Dua tahun saya benar-benar mencari jodoh dan mempersiapkannya. Alhamdulillah tahun 2006 saya menikah.
Kegiatan menulis, hanya saya fokuskan untuk mengerjakan rubrik informasi sekolah dengan media. Serta membimbing anak-anak lomba Mading, KIR dan lain sebagainya yang berkaitan dengan dunia baca tulis.

Aktif kembali Di Dunia Menulis

Tahun 2009-2010, saya mengaktifkan kembali komunitas Forum Lingkar Pena Wilayah Bengkulu yang waktu itu mati suri. Ya, sebenarnya bukan mati suri tapi benar-benar mati. Ga ada aktivitasnya. Jadi atas dorongan teman-teman penulis pusat. Waktu itu sering ikutan gabung komunitas menulis di BBM ya, kalo sekarang kan lebih seringnya WAG. Jadilah FLP aktif kembali dan saya pun terpaksa ikutan aktif sebab saya jadi ketuanya, hahaha.

Jadi ketua komunitas jadi saya terpaksa untuk menulis. Soalnya lagi masa uji coba untuk membuktikan bahwa FLP Bengkulu ini memang aktif dang ga main-main. Ada hasil karyanya dan memang aktif di dunia kepenulisan.

Kalo lagi ngedetlen, harus ditemani camilan ya
Baiklah, mari kita buktikan. Bahwa kita bisa aktif dan bekarya. Selama masa uji coba itu berhasil menghasilkan tiga buku antologi. Lumayan ya

Saya pun sampai tahun 2014, sudah menghasilkan sekitar 17 buku antologi. Lumayan jugalah daripada sebelumnya belum ada karyanya, hehehe. 

Resign Kerja Tapi Tetap Ga Nulis Juga

Jadi tahun 2013 saya resign kerja ingin fokus mengolah bisnis dan mengurus anak saja. Jarak usia antara Nawra dan Athifah ada enam tahun, lama juga ya. Oleh karena itu saat hamil. Saya memang bertekad banget untuk hamil sehat sampai melahirkan. Sebab sebelumnya saya sempat hamil dan janin saya meninggal di dalam kandungan. Jadi hamil kali ini saya harus ekstra hati-hati dan salah satu caraya adalah dengan berhenti kerja. Fokus dengan kehamilan dan mengurusi anak saja.

Sama satu lagi mengurusi toko pakaian yang saya punya sejak saya belum menikah.

Ternyata dengan resign kerja dan banyak waktu di rumah. Tidak membuat waktu menulis saya bertambah menjadi lebih banyak. Malah sebaliknya, waktu saya banyak tersita hanya untuk urusan anak dan toko saja. Saya sibuk sekali, ga sempat menulis.

Sesekali saya ikutan audisi menulis, dan sesekali lolos. Ini sebenarnya buat pengalihan dan menjaga spirit menulis saja , cara menyalurkan agar tetap menulis.

Saya kepengen banget bisa menulis buku solo, ingin punya buku atas nama saya sendiri, saya ingin punya buku yang menuliskan hanya nama saya saja sebagai penulisnya.

Saya pun mencari tahu, bagaimana caranya menulis sebuah buku solo. Saya ikut kursus menulis secara online dan offline. Saya banyak bertanya dan belajar dengan berbagai orang. Mulai dari belajar memantik ide, menuliskan ide, membuat outline, menuliskannya menjadi sebuah buku. Saya juga mulai belajar dan mencari tahu tentang dunia buku dan penerbitan. Termasuk soal royalti dan bentuk perjanjian kerjasama penerbitan buku. 

Ikut Munas Sastrawan Menambah Banyak Ilmu dan Teman

Tawaran Hadir Di Saat Tak Tepat

Usia Athifah masuk tiga tahun. Tiba-tiba saya dapat kabar, hasil dari belajar menulis saya yang sebelumnya membuahkan hasil. Saya ditawari untuk menulis buku. Ya, sebuah buku yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Kebetulan sebelum kuliah di S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, saya kuliah di Kesehatan di bagian Keperawatan. Jadi sebenarnya saya ini Perawat loh!

Saya pun membuat outline bukunya dengan semangat empat lima. Maklum ini buku pertama. Jadi harus ekstra semuanya. 

Alhamdulillah, outline saya di acc dan ternyata dari outline pertama yang saya bikin itu ternyata diminta untuk dikembangkan menjadi empat buku.

Subhanallah, waktu nerima kabar itu. Saya bahagia sekaligus juga bingung. Ini benaran, saya diminta langsung untuk menulis empat buku sekaligus..

Dalam kebingungan tersebut. Eh, malah saya dapat kabar saya hamil. Lah, ini berasa kek kemakan omongan sendiri ya, hahaha. Buku yang akan saya tulis ini berkaitan dengan kehamilan dan menyusui. Jadi ya, ‘gue banget’ istilahnya. Kondisinya juga ‘ngepas’ Saya hamil kembali. Duh,  ga usah dibayangin hamil lagi, ya sibuk lagi ya. Mana sempat nulis, yang ada bakalan nambah repot sebab ngurusin balita dan bayi. Kalo semua lancar sesuai perhitungan ini anak lahir saat Athifah usia tiga tahun. Mempunyai anak balita dan bayi secara bersamaan. Ga, usah dibahas ya seperti apa repotnya.

Tau ya, hamil muda itu kayak apa. Saya mulai mengalami morning sickness. Mana mual muntah karena kehamilan. Ditambah dengan mual pusing soal buku. Mana yang mau didahulukan.

Kata penerbitnya sih, dulukan sehatnya Mba Milda, nulis mah kapan saja bisa!

Hmmm, benar juga. Tapi kesempatan ga datang dua kali ya. Kalo saya ga bisa memenuhi target alias gagal. Apa iya, nanti akan ada tawaran lagi. Akan ada peluang lagi. Ini sepert sebuah pembuktian dan perjuangan atas apa yang saya impikan selama ini. Menjadi Penulis.
Mabuk Naskah ya Mabok Benaran

Akhirnya dengan segala daya dan upaya, selama masa kehamilan tersebut saya pun berjuang siang dan malam. Ya, soalnya malam hari saya suka ga bisa tidur. Jadi seringnya main internet, ngeblog dan main sosmed. 

Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan tantangan ini. Saya menyebutnya tantangan sih, supaya lebih semangat.

Akhirnya naskah empat buku tersebut DONE. Saya girang banget. Perjuangan ini mulai menampakkan titik henti. 

Tapi , ternyata belum kawan. Setelah naskah semua ditulis, masuk proses editing dan lay out. Perjuangan saya masih belum berhenti dong. Saya akhirnya masih harus berjuang menuju sebuah kesempurnaan.
Meski masa morning sickness sudah mulai hilang. Tapi tetap aja hamil dan menulis buku dua hal yang ga bisa secara mudah digabungkan. Banyak duduk, ngetik dan terjaga hingga larut malam. Meski memang saat itu mata ga ngantuk. Tetap saja ga sehat dan ga baik buat ibu hamil.

Alhamdulillah, akhirnya buku dan bayi lahirannya barengan. Buku saya terbit dua hari sebelum saya melahirkan. Sebuah kado  yang sangat istimewa dalam hidup saya. Sebab Annasya juga lahir tepat di hari ulang tahun saya di tahun 2016. Buku dan Annasya adalah kado terindah bagi saya.
 
Buku yang saya kelarkan saat hamil
Harus Tetap Nulis Apa Pun Yang Terjadi

Punya bayi, ya sudahlah waktu habis buat ngurusin bayi. Apalagi saya ga ada asisten di rumah. Jadi semua saya lakukan sendiri, paling dibantu oleh suami dan kakak Nawra yang juga sudah mulai mengerti dan mau membantu. Misalnya menjaga dan mengurusi  adik-adiknya.

Tapi saya masih candu menulis dan ingin punya buku lebih banyak lagi. Hampir stress juga saya mengatur waktu untuk bisa menulis dan mempersiapkan calon buku baru. Saya ingin meniru dan menggunakan cara yang pernah saya lakukan dulu untuk buku solo kelima saya. Saya ingin mengulangnya kembali.

Namun, cara tersebut tidak semulus dan seindah yang saya harapkan. Meski saya melakukan dengan sama persis tapi hasilnya beda. Malah saya ditawari untuk menulis E-Book. Waktu itu saya ga ambil peluangnya. Saya ingin menulis buku. Target saya di tahun 2017 ini terbit dua buku solo dan dua buku antologi.

Saya sempat puyeng juga, gimana caranya ya supaya penerbit mau menerbitkan tulisan saya. Saya udah mengubungi beberapa penerbit dan teman yang bisa membuka jalan supaya tulisan saya bisa diterbitkan.
Tapi hasilnya zonk…belum ada. Saya masih harus bersabar dan berusaha. 

Stress , Gagal Nerbitin Buku Saya Ngeblog

Akhirnya saya lampiaskan keinginan untuk menulis tersebut dengan menulis blog, saya serius menulis di blog dengan berbagai topik bahasan dan tema. Ya, tulisan model curhat begitu. Yang berisikan pengalaman saya sehari-hari. Tulisan ringan, yang ga banyak data. Kaget sih, awalnya kok banyak yang komentar dan membagikan tulisan saya. Saya pun senang dan kecanduan untuk nulis blog.

Bergaul dengan banyak penulis, blogger dan aktivis sosmed , menghasilkan sesuatu yang baru dalam pola pikir saya soal sosial media. Saya pun mulai belajar ilmu branding dan visi saya. Bahwa saya ini penulis.

Jadi , kalo dulu suka nyetatus apa saja di sosmed. Suka ikutan komen dan curhat juga di sosmed. Mulai saat itu saya memenej setiap status atau foto yang ingin saya share ke sosial media. Ga semua hal yang terjadi dalam hidup saya akan saya bagikan ke publik. Saya memilih untuk yang akan saya bagikan dengan apa yang harus saya simpan.

Jadi saya mulai belajar Optimasi Blog dan Sosial Media. Ga asal nyetatus doang. Seharian sosmed penuh dengan laporan tentang kita , dan itu ga begitu penting juga untuk dibagikan.

Ingatlah, seseorang yang suka dan mendukung kita, apa pun status yang kita bikin maka dia akan mendukung, apa pun itu. Sedangkan orang yang ga suka sama kita. Apa pun yang kita kabarkan, prestasi sekali pun tetap saja ditanggapi negatif. 

Ditawari Menulis Buku Lagi dan Lagi

Akibat saya menerapkan ilmu optimasi sosmed dan blog saya. Siang itu, sekitar jam sebelas pagi, saya dikirimin pesan dari seseorang yang dulunya pernah saya tanyakan soal penerbitan. Udah lama sih saya peranh chat beliau. Waktu belajar tentang penerbitan.

Tiba-tiba dihubungi dan ditawari untuk menulis buku. Tau ga apa yang dia sampaikan kepada saya siang itu. Dari pantauan dia lewat status sosmed dan tulisan di blog saya. Maka dia tertarik untuk menawarkan saya untuk menuliskan sebuah buku. Yang berisikan pengalaman saya sebagai ibu rumah tangga yang bahagia dan menginsppirasi.

Nah, loh dari status saya di sosmed, dia berkesimpulan bahwa saya adalah seorang ibu rumah tangga yang bahagia, banyak kegiatan dan bisa menginspirasi ibu-ibu yang lainnya terutama  ibu rumah tangga.
Memang saat itu saya juga aktif pada berbagai kegiatan kepenulisan dan blogger. Kegiatan tersebut saya bagikan di sosial media. Ternyata dia menyimak dan memantau. Tuh, kan ada manfaatnya kalo nyetatus yang baik-baik. Ada yang nawarin nulis buku, nawarin job, dan lain sebagainya.

Oke deal, saya pun menerima tantangan tersebut! Saya ingin membuktikan bahwa saya memang ibu rumah tangga yang bahagia, smart dan bisa membagi waktu. Dengan komitmen menyelesaikan tulisan buku tersebut.

Namun, Saya Tetaplah Ibu Rumah Tangga yang Repot

Kali ini seperti saya sedang dihadapkan lagi pada pembuktian tentang buku yang akan saya tulis. Kalo buku pertama saya sedang hamil. Di buku ini, saya diberikan tantangan untuk bisa tetap bahagia, senang dan happy mengurusi anak dan keluarga. Namun sebaliknya, saya kadang kelelahan juga dan merasa penat. 

Memang sebuah kondisi yang alami. Jadi sejak saya hamil Annasya , kami sepakat pulang ke rumah ibu saya. Sekaligus merawat ibu saya yang sudah sepuh dan seorang sepupu saya yang keterbelakangan mental. Alih-alih banyak waktu buat menulis. Mengurusi anak-anak saya dan suami saja saya udah repot banget. Ini ditambah lagi mengurusi ibu dan sepupu. Asli saja terjebak dengan banyak rutinitas baru setiap hari.

Namun, saya bertekad, bahwa buku ini harus tetap selesai. Bagaimana caranya. Penerbit ga mau tahu ya sama halangan saya. Sesuai perjanjian. Meski tetap saja saya molor juga menyelesaikannya. Ya, mau gimana lagi sebuah kondisi dan rutinitas nyata yang harus saya jalani setiap hari.

Saya Ini Ibu Rumah Tangga yang Banyak Maunya, huhuhu………..

Tradaaaa, Bukunya pun kelar saya tulis dan sudah siap diterbitkan. Saya girang banget. Bukti bahwa ibu rumah tangga kayak saya juga bisa tetap menulis dan berkaya. Meski sibuk ama urusan anak. Tahun ini ada dua antologi juga yang terbit.

Bantuin Dong Kover yang Bagus yang mana?

Sekarang udah di ujung tahun 2017. Seperti teman yang lain, saya juga membuat resolusi untuk tetap menulis dan ngeblog.

Bagi saya menjadi penulis itu adalah hal yang paling bisa dan mudah dilakukan oleh semua orang. Tua-muda, lelaki-perempuan, single-double, miskin-kaya dan sebagainya. Semua bisa menjadi penulis. Menulis tak perlu pendidikan khusus.

Jika ingin menjadi dokter maka kita harus kuliah di kedokteran, jadi guru maka kita harus kuliah jurusan keguruan, ingin menjadi ahli keuangan, maka kita harus kuliah di fakultas ekonomi.

Tapi menjadi penulis kita tak harus kuliah di jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Sebab, faktanya banyak alumni fakultas tersebut yang ga jadi penulis. 

Jadi menulis tak perlu sekolah, tetapi yang kita perlukan adalah semangat untuk tetap menulis terus tanpa henti. Kamu tahu kenapa, ketika kita  terus menulis , maka kita akan terus belajar bagaimana menulis yang baik. Kita akan menjadi semakin pintar ketika kita terus mengasah kemampuan dan pengalaman menulis. Maka sebaiknya jangan pernah berhenti menulis, sebab nanti ilmu menulis juga akan berhenti. 

Menulis Butuh Semangat dan Kondisi Fit

Jangan meniru saya, saya adalah seorang ibu yang sibuk dengan urusan rumah tangga dan juga ingin tetap eksis si luar rumah sehingga kadang kala saya lalai dengan kondisi kesehatan dan menjaga asupan gizi. Apalagi sudah pernah hamil dan melahirkan empat kali, otomatis udah pada banyak yang kendor. Jadi harus waspada agar ga gampang sakit. 

Sebenarnya bukan lalai, namun suka lupa. Apalagi kalo sudah dihadapkan dengan urusan anak. Kadang saya mengalah, seperti lupa makan saking sibuknya mengurusi anak atau sedang ada kegiatan. Suka tidur larut malam atau terjaga di tengah malam, saat anak rewel atau sedang ada deadline. Kadang suka lupa dengan diri sendiri.Lupa untuk menjaga diri tetap fit , lupa menjaga stamina agar sehat setiap hari. Apalagi saya kadang mikirnya, kan cuma di rumah. Bisa banyak istirahat.

Kadang kalo sakit, sakit saya harus berasa cepat sembuh, ga bisa sakitnya lama-lama. Sebab terbayang, siapa yang mengurus anak-anak dan suami kalo saya sakit. 

Saya Dan Theragran - M

Sejak dulu saya suka minum suplemen yang cepat bisa mengembalikan stamina dan membuat saya cepat fit kembali. Saya suka minum tambahan suplemen tablet salut gula. Seperti Theragran - M

Saya jelasin dulu ya Tablet Salut Gula itu apa. Jadi Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi (Ditjen POM, 1995). Atau bisa juga Tablet dapat dibuat dengan berbagai ukuran, bentuk, berat, kekerasan, ketebalan, waktu hancurnya dan dalam aspek lainnya tergantung pada cara pemakaian tablet dan metode pembuatannya (Ansel, 1989). 

Tablet merupakan bentuk sediaan padat yang paling banyak digunakan.

Sedangkan Menurut Siregar (2008). Tablet salut gula adalah tablet yang disalut dengan lapisan tipis larutan gula berwarna atu tidak berwarna. Guna penyalutan adalah untuk melindungi zat aktif, menutupi zat aktif yang beraroma atau berasa tidak menyenangkan dan menyempurnakan penampilan tablet. 

Oleh karena itu ga usah heran jika tablet Theragran yang kamu beli, akan mudah pecah atau terlihat rusak. Itu karena salut gula yang tipis. Jadi ga masalah ya, kumpulin aja terus langsung diminum. Jangan menunda lagi.

Nah, saya butuh tablet salut gula, seperti Theragran-M Multivitamin mineral. Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.  Komposisi bisa dilihat di sini

Komposisi Theragran M

Kegunaan: Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Bagi saya juga berguna kalo dalam kondisi kurang fit atau sedang drop. Cukup minum satu tablet saja di malam hari sebelum tidur.

Takaran: Dosis dewasa 1 tablet sehari atau sesuai anjuran dokter. Kemasan:Isi 12 amplop @ 1 strip @ 4 tablet, Isi 25 amplop @ 1 strip @ 4 tablet. Cara Penyimpanan:Simpan pada suhu dibawah 30°C

Dibuat oleh:PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Depok, Indonesia. Dibawah pengawasan: Taisho Pharmaceutical  Co. Ltd.Tokyo,  Japan

Theragran M ini aman dikonsumsi sebab ada label Halal MUI, ada No. Reg.: DTL 1224403416A1 serta No. LPPOM MUI: 00280032151004 sehingga kita ga kuatir saat mengonsumsinya.

Dengan banyaknya makanan yang diproses dan instan, sangat mungkin tubuh kekurangan vitamin. "Bisa juga karena kita tidak mengkonsumsi makanan yang tepat, atau tubuh tidak bisa menyerap karena masalah pencernaan,” kata pendiri Blum Center for Health, Dr. Susan Blum.
Meski kekurangan vitamin tak selalu menyebabkan sakit, tapi ada fungsi-fungsi tubuh yang mungkin tak berfungsi maksimal. Vitamin adalah kofaktor dari reaksi biokimia di tubuh. "Kita butuh vitamin agar tubuh berfungsi baik," katanya

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat).Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.


Resolusi 2018, Saya Ingin Menulis NOVEL

Berangkat dari pengalaman saya sebelumnya. Jadi tahun depan saya pun membuat My Revolusi 2018 Menulis. Tahun 2018 saya ingin menerbitkan Novel yang berisi curhatan saya, kali aja ada yang mau menerbitkan. Tapi  ga usah kuatir, saya ga pede loh nyeritain pengalaman hidup saya dalam sebuah novel. Nanti saya cari dulu deh, siapa tokoh novel saya dan jalan ceritanya kayak apa. Mungkin nanti nyerempet dikitlah dengan kehidupan pribadi saya, hahaha.

Untuk mencapai keinginan ini selain dengan minum suplemen di malam hari sebelum tidur. Kenapa malam hari, iya supaya selama kita istirahat atau tidur. Kandungan berkhasiat pada suplemennya dapat bekerja dengan maksimal. Besok pagi ketika bangun pagi, badan kita tetap bugar dan siap beraktivita. Ini saya lakukan apabila badan saya mulai terasa ga fit dan mulai drop. Cobain aja sendiri ya, dan rasakan bedanya.

Saya juga harus menjaga (1) Asupan nutrisi setiap hari, diusahakan adalah gizi yang seimbang, serta konsumsi buah dan sayuran setiap hari, (2) Mengurangi makanan cepat saji, saya harus rajin masak sendiri, (3) Rutin berolahraga, kalo ini saya lebih memilih berenang, sebab saaat berenang beban kita bergerak sebagian dialihkan ke air, (4) Istirahat yang cukup, saya mengupayakan untuk tidur siang sebisa mungkin dan mengurangi begadang  (5) Lebih sering tersenyum, bahagia dan bersama dengan anak dan suami. Di samping hal itu semua saya juga ingin meningkatkan amalan ibadah dan menjadi pribadi yang penuh kasih sayang, kesyukuran dan keikhlasan. Supaya ga gampang Stress.

Seperti yang saya tulis di buku saya, saya harus sehat lahir batin, sehat pikiran dan jiwa. Semuanya harus seimbang dan berjalan dengan baik.

Jadi Resolusi 2018 saya untuk menerbitkan NOVEL semoga akan terwujud. Salah satunya dengan menjaga kesehatan biar tetap semangat menulis.

Kalo kamu apa resolusimu, apa pun itu pastikan dulu bahwa kamu akan sehat sepanjang kamu meraih semua resolusi tersebut. Jangan sampai masalah kesehatan menjadi hambatanmu untuk mewujudkan semua mimpimu ! Simpanlah selalu Theragran-M di rumah agar bisa segera membantumu kapan saja kamu butuhkan. 


Oh, ya , artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.




 
51 comments

Semoga resolusinya terwujud ya mba

Reply

keren, tetap produktif saat hamil :)

Reply

Wahhh sama nih aku jg 2018 mau bikin novel. Udah kirim malah ke penerbit semoga jodoh. Bener nih mesti dituliskan d blog jg kayaknya rencanakan itu hihi. Thanks for sharing bun. Salam kenal :)

Reply

Aaah salut nya sama mb yg bisa nulis buku bahkn disaat hamil. Pdahal hamil itu bawannya mudah capek dan mood swing bgt kan mba. Semoga makin bnyak karyanya, semoga sehat selalu mba 😊

Reply

Wah, hebat ya bukunya banyak. Semoga yang akan datang juga lancar. Betul, kesehatan yang utama. Aku juga sempat vakum karena kesehatan :)

Reply

Subhanalloh Mbak Mil, tetap saja produktif meskipun sudah repot mengurus keluarga. Semoga semangat menulisnya menular ke aku.

Reply

Wah.. 2018 tinggal menghitung hari, Mbak Milda mah keren udah ada resolusi, nah.. aku belom ada Mbak -_- bantuin dong Mbak bikin resolusi (lah???)....
By the way, untuk kover novel terbarunya, aku suka yang sebelah kiri Mbak,.. itu aja menurut aku ^^

Reply

Semoga cita-cita ya tercapai ya mbak, memang gak boleh sakit, supaya tetap fit dan terus berkarya :)

Reply

Opsi saya lebih condong ke cover kiri
Lbh proporsional sama tema parenting
Luar biasa ya mba..tetap semangat utk terus berkarya

Reply

Semangat mi semoga segera terbit ya novelnya. Ditunggu hehe

Reply

Aaaaah nulis noveeeel,dan aku selalu menyia2akan tawaran dari beberapa teman yang kerja di penerbit. Entah apakah tawaran itu masih berlaku.

Reply

Anin juga mau nerbitin buku mbak.. >.<

Reply

Keren deh mbk milda, bukunya dah banyak. Tapi penasaran juga dengan novelnya mbk milda ntar.. Haha

Reply

ini tamparan keras buat saya mbak.. Ketika ibu rumah tangga saja bisa menulis buku kenapa aku yang masih muda dan belum berkeluarga tidak...

Reply

aseek punya novel baru, tularin dong mba semangatnya hehe. Aku vakum banget nulis buku pengen lagi deh

Reply

Waalaikumsalam Mba Mildaa.. widiiiih ternyata ini rahasia tetep fit ya. Aku suka bertanya-tanya sebenernya, kok ya Mba Milda kaya ga habis-habis energinya 😂😂😂

Btw aku suka cover yang putih Mba, lebih keliatan supermomnya. Sukses untuk resolusi 2018nya ya Mba :D

Reply

Novel remaja, mau bacaa deh. Sudah lama gak baca novel gara-gara semakin mudah dengan mengakses bacaan dari smartphone

Reply

mau juga mbak punya buku, hiks.....nanti mau buat juga ah hheheheee

Reply

Aamiin semoga terealisasi mba resolusinya

Reply

Tambah banyak nih karya nya.. Semoga selalu sukses dan memiliki banyak karya ya mbak..

Reply

Saya nulis novel belum tuntas, pengen juga ngelanjutin fiksi lagi -_-
Semoga tetap sehat mbak biar tercapai resolusinya :)

Reply

Keren.. Udah banyak buku nya.. Aku satu aja belum mba 😂
Semangat mba, resolusi kita sama. Semoga segera terbit novelnya di 2018. Aamiin.

Reply

Keren banget mbaaa.. Covernya saya suka yg sebelah kiri hehe. Sehat terus yaa mba

Reply

iyah, alhamdulillah, hamil membawa nikmat

Reply

toss, samaan kita, kita berdoa ya saling support

Reply

benar, cuma pas malam ga bisa bobok, makanya nulis ajah waktu itu

Reply

hayoo mba, kita jaga kesetahan dan pola hidup sehat biar kita semangat nulis lagi

Reply

iyah, alhamdulillah bisa mengahsilkan dan cukup puas

Reply

iyah, saling mendoakan ya minum vitamin juga ya

Reply

geng putih lagi ya, ma kasih masukannya

Reply

ayooo, hubungi lagi siapa tahu masih diterima

Reply

hayoo, semangat nin, pasti bisa

Reply

maaf ya kalo tamparannya sakit, hahaha

Reply

idih, yurma kan jago nulis, hehehe

Reply

ma kasih ya, putih ya ata, trims infohnya

Reply

iyah, henpon emnag bikin kita malas baca buku ya

Reply

alhamdulillah, terima kasih ya

Reply

hahaha, sama dengan aku dong, semangat yuuk kita kelarkan

Reply

semangat ya, mari kita nerbitin buku

Reply

aamiin, terima kasih ya atas doanya, sama2 juga jaga kesehatan ya

Reply

Barakallah Semangat Terus Mbak Semoga Seukses terus dunia Akhirat,.. Aamiin

Reply

Selalu suka baca tulisannya mba Milda. Semoga tahun depan resolusi terwujud ya mba

Reply

Selamat Tahun Baruuuuu... Semoga resolusi kita terlaksana dan bermanfaat. Aamiin..Sehat-sehat terus yaaa

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.