Menu

Minggu, 22 Oktober 2017

/

Kamu yang sudah pernah nonton film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) pasti penasaran ya gimana kelanjutan film yang keren tersebut. Saat itu emang penonton dibuat penasaran sampai setahun, hehehe. Bagaimana kelanjutan filmnya. Gak usah kuatir , penasaran kamu itu akan segera terjawab loh, dalam film Duka Sedalam Cinta (DSC) yang merupakan kelanjutan dari film KMGP tersebut. 

Lama gak menunggu, gak juga ya…apalagi sekarang tinggal cuss aja kok nontonnya. Film Duka Sedalam Cinta dari KMGP Pictures sudah tayang 19 Oktober lalu di beberapa bioskop di Indonesia. Khususnya di Jabodetabek. 

Film ini merupakan sekuel dari Ketika Mas Gagah Pergi yang ditayangkan 2016 lalu.  Film ini melibatkan banyak aktor dan aktris papan atas seperti Wulan Guritno, Ali Syakieb, Abdur Arsyad, Mathias Muchus, Epy Kusnandar, Muhammad Cholidi Asadil,  hingga Endy Arfian yang tampil sebagai cameo. Ini tentu selain para pemeran utama empat bintang baru: Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanto dan Izzah Ajrina. 

Oh, ya sutradara film ini adalah FirmanSyah, dibantu dengan kru dan rekan yang lainnya yang memang berjuang sekuat tenaga untuk membuat film ini.

 “Meski belum melihat  film KMGP, penonton tetap bisa menikmati cerita DSC secara utuh,” papar Firman Syah, sutradara film DSC yang sebelumnya juga menyutradarai KMGP.

Skenario ditulis oleh Fredy Aryanto, DOP film ini adalah Monodzky dan musik film ditata apik secara orkestra oleh: Dwiki Dharmawan.

Sinopsis film Duka Sedalam Cinta

Gagah (Hamas Syahid) pemuda tampan, cerdas dan idola para gadis, mengalami kecelakaan di suatu daerah di Maluku Utara. Ia ditolong oleh  Yudi (Masaji Wijayanto) dan abangnya, Kyai Ghufron (Salim A. Fillah). Gagah tinggal di pesantren milik kyai tersebut serta belajar banyak tentang Islam.

Saat pulang dari Maluku Utara, Gagah berubah. Mama (Wulan Guritno) dan adiknya, Gita (Aquino Umar) sukar menerima perubahan itu. Gita malah memusuhi Gagah.

Berbagai peristiwa terjadi. Gita menolong Yudi yang terluka saat melerai tawuran di atas bus kota. Gita juga berkenalan dengan Nadia (Izzah Ajrina) dan ibunya (Asma Nadia), yang baru kembali dari Amerika.

Sementara itu Gagah berusaha terus  berbaikan dengan Gita. Gagah yang menjadi relawan Rumah Cinta untuk pendidikan anak dhuafa di pinggiran Jakarta, bersama 3 preman insyaf (Epi Kusnandar, Abdur, M. Bagya)– menyiapkan sebuah rencana yang bisa mengubah segalanya. Namun sesuatu terjadi, membuat Gagah, Gita, Yudi dan Nadia bertemu dalam jalinan takdir yang membawa mereka pada duka sedalam cinta, dan sebuah pertemuan tak terduga di Halmahera Selatan.
Penjelasan Bunda Helvi Tiana Rosa, mengenai Film Duka Sedalam Cinta atau behind the scine film DSC

Ada banyak hal unik atau fakta yang terjadi di dalam film Duka Sedam Cinta ini, semoga bisa memberikan inspirasi dan pelajaran buat kita ya , buat yang mau nonton atau yang belum nonton.

Fakta-fakta Unik Film Duka Sedalam Cinta
1.    Lokasi Lokasi Shooting Film yang Sangat Indah, dan tidak berpenghuni. Wow, seram juga ya.Film ini juga mengambil latar berbagai tempat di Maluku Utara, termasuk di Ternate dan beberapa wilayah Halmahera Selatan. Salah satunya adalah Pulau Widi yang eksotis.

2.    Beberapa adegan dalam film Duka Sedalam Cinta diambil di Pulau Widi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Terdapat sekitar seratus pulau di gugusan kepulauan Widi saja, Film DSC shooting di salah satu pulau yang paling cantik namun tak berpenghuni. Mendatangkan 100 figuran dengan kapal laut yang menempuh 5 jam perjalanan dari Labuha, Halmahera Selatan, para bintang dan kru harus siap tidur di tenda dan menggunakan kamar mandi darurat.

3.    Hamas Hampir Mati,  Pemeran Gagah, yaitu Hamas Syahid, mengaku merasa antara hidup dan mati saat diminta sutradara menahan napas 15 detik saat pengambilan gambar di bawah laut. Adegan ini termasuk yang memakan waktu lama untuk shooting. Hamas yang juga seorang penghafal Al Qur’an itu menyatakan betapa maut sangat dekat dengannya saat itu.
Nonton ini dulu yuk, dengarin suara Hamas yang sedang mengaji. Eh, menghapal Ayat Al-Quran

4.    Ustadz Salim A. Fillah tidak langsung menjawab saat diminta Produser Helvy Tiana Rosa untuk turut bermain dalam DSC sebagai Kyai Ghufron.  Ustadz muda tersebut meminta waktu untuk istikharah. Setelah istikharah 2,5 bulan, akhirnya pengelola Masjid Jogokariyan Yogyakarta itu baru mengiyakan.  Salim melakukan adegan-adegannya sendiri termasuk turun ke laut. Kakinya sempat luka-luka tertusuk pecahan karang.

5.    Masaji Wijayanto Berperan sebagai pendakwah jalanan dalam DSC,  padahal anak muda tersebut mengaku justru ia baru belajar Islam di film ini. Latar belakang Masaji adalah model dan bintang iklan. Ia merupakan Juara I Cover Boy thn 2012 dari sebuah majalah remaja terkenal! Saat shooting film Duka Sedalam Cinta ia baru berusia 19 tahun, namun berperan sebagai pria berusia 23-27 th!  Masaji sempat melatih dirinya berceramah di bus dan angkot, untuk menyelami karakter Yudi.

6.    Pemeran utama Aquino Umar (Noy) tiba-tiba memutuskan mengenakan jilbab usai shooting. Gadis feminin yang menjiwai perannya sebagai adik perempuan yang tomboy ini sebelumnya datang casting dengan mengenakan baju terbuka dan celana pendek. Hidayah selalu menjadi misteri, dan Allah memberikannya pada siapa yang Dia kehendaki.

7.    Helvy Tiana Rosa mengumpulkan puisi-puisinya, termasuk yang dirilis di akun instagram @puisihelvy untuk menjadikannya buku Duka Sedalam Cinta, enam bulan sebelum film DSC rilis. Helvy juga “memaksa” keempat bintang muda pemeran utama DSC yang belum pernah menulis sebelumnya, untuk menyumbang masing-masing sebuah puisi di buku tersebut.  Ternyata puisi mereka cukup bagus! Saat buku DSC jadi, spiritnya sangat sesuai dengan spirit film Duka Sedalam Cinta.

8.    Lagu “Jalan yang Kupilih” yang dinyanyikan Hamas Syahid dalam film, merupakan puisi tentang hijrah yang ditulis Helvy Tiana Rosa saat ia memutuskan berhijab 2 April 1988. Dibuat dan ditata musiknya oleh Dwiki Dharmawan, lagu ini sangat pas dibawakan Hamas Syahid dan ditujukan untuk generasi muda zaman sekarang.

9.    Dwiki Dharmawan mengerjakan musik film Duka Sedalam Cinta hingga ke Praha. yang melibakan orkestra di sana, yaitu Czech Symphony Orchestra. Terdapat 3 lagu indah dalam film ini yang dinyanyikan Ita Purnamasari, Indah Nevertari dan pemeran utamanya: Hamas Syahid.

10.    Kali ini Asma diajak ikut bermain film untuk pertama kalinya. “Tepatnya dipaksa, ” Asma Nadia merupakan novelis best seller Indonesia yang karya-karyanya telah difilmkan antara lain Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela, Assalaamu’alaikum Beijing, Surga yang Tak Dirindukan, Jilbab Traveler, Cinta Laki-Laki Biasa, Pesantren Impian, dll.  Ia merupakan adik dari Helvy Tiana 
Rosa.
Trailer filmnya Duka Sedalam Cinta

Kita saksikan film Duka Sedalam Cinta, dan kita #DukungFilmBaik untuk ditonton anak-anak dan keluarga Indonesia. Film yang syarat dangan nilai kebaikan dan hikmah.



Foto di atas saat pengurus Forum Lingkar Pena Wilayah Bengkulu dan Saya sebagai Bada Pengurus Pusat bersama dengan Bunda Helvi pada  #Munas4FLP di Bandung. FLP Bengkulu juga sedang memberitahu dan menunjukkan buku antologi terbaru dan sahabat FLP Bengkulu. Judulnya Salam Ombak. Saat itu Bunda Helvi sempat berkata, "Milda, bikin nobar dong film DSC di Bengkulu!"

Saya menjawab dengan yakin, "Ya, pasti- pasti Bunda, sebab keluarga dan teman-teman ibu Hamsa banyak di Bengkulu, mereka pasti juga ingin nonton. Katanya juga Hamas dan Ibunya, juga akan datang ke Bengkulu "

Seperti kita ketahui bahwa Ibunda Hamas adalah orang Bengkulu, Hamas dan keluarganya juga pernah menetap di Bengkulu. Kenal masakan dan sosial budaya Bengkulu sebelum akhirnya pindah ke Surabaya.


Semoga nobar yang di Bengkulu, berjalan dengan lancar dan sukses ya.



8 comments

Oalah ternyata DSC ini lanjutan dari film KMGP toh Mba. Akhirnya penantian nyaris setahun dirilis juga ya, biar ga penasaran lagi. :D

Reply

Waah total banget semuanya. Di Bengkulu kapan ya? Pengen nonton deh penasaran.

Reply

Keren ya mbak filmnya, berkah hidayah buat pemeran Noy yg akhirnya memutuskan utk berhijab.

Reply

waduh - waduh, banyak ketinggalan nih, dulu sempet baca yg KMGP, ternyata ada lanjutannya ya dan sudah jadi film pula.
Keren, semoga menginspirasi.

Reply

Pingin nonton film ini. Sayangnya gak di puter di bioskop Bengkulu.

Reply

Ketika Mas Gagah Pergi aja belom nonton film nya >.<

Reply

wahh pasti bakal baperan nih, khususnya para jomblo wkwkwk

Reply

kalo nonton ini keknya jangan sendirian deh, harus bawa pasangan. masalahnya kasiah yg blm punya pasangan hehee

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.