Menu

Senin, 04 September 2017

/

Benteng Marlborough adalah salah satu warisan sejarah yang amat berharga bagi Bengkulu. Bukan cuma bangunannya yang kokoh akan tetapi lebih dari itu Benteng Marlborough menyimpan begitu banyak cerita dan kisah perjuangan masyarakat Bengkulu. Termasuk sebagai saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Hal ini bisa kita lihat dengan adanya Diorama Bung Karno di dalam salah satu ruangan yang ada di Benteng. Selain itu bisa kita lihat juga dari berbagai foto-foto yang dipajang di sebagian ruangan benteng yang jika kita berkunjung ke benteng dan melihat gambar tersebut. Betapa foto tersebut seolah bercerita tentang perjuangan, pengorbanan dan juga harapan untuk sebuah arti kebebasan dan kemerdekaan. 

Berkat adanya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi keberdaan benteng Marlborough sebagai salah satu cagar budaya Bengkulu, akan semakin terjaga da terawat dengan baik sehingga cagar budaya ini dapat terus diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Agar mereka makin mencintai Bengkulu dan menghargai perjuangan para pahlawan Indonesia.

Lalu mengapa Jambi yang melakukan tugas yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah provinsi Bengkulu tersebut. Memang secara wilayah kerja Bengkulu, termasuk dalam wilayah kerja BPCB Jambi.

Kita nonton dulu yuk sekilas gimana Galeri yang ada di benteng Marlborough



Apa itu BPCB

Balai Pelestarian Cagar Budaya  adalah sebuah balai yang dibentuk oleh Kemendikbud, di Nusantara ada sekitar 12 BPCB Se-Indonesia. Yaitu BPCB terdiri dari 12 satuan kerja, Aceh, Sumbar, Jambi, Banten, Yogja, Jateng, Jatim, Bali ,Sulteng,gorontalo, Kaltim, Maluku Utara.  Di Sumatera hanya terdapat di Sumatera Barat dan Jambi. Bengkulu masuk wilayah kerja Jambi.

BPCB bertugas melaksanakan pelindungan, pengembangan, & pemanfaatan cagar budaya & yang diduga cagar budaya yang berada di wilayah kerjanya. Fungsi  BPCB  melaksanakan penyelamatan & pengamanan, zonasi, pemeliharaan, pengembangan, pemanfaatan, dokumentasi & publikasi .Pelaksanaan kemitraan di bidang pelestarian cagar budaya dan yang diduga cagar budaya . BPCB terdiri dari 12 satuan kerja, Aceh, Sumbar, Jambi, Banten, Yogja, Jateng, Jatim, Bali ,Sulteng,gorontalo, Kaltim, Maluku Utara .

Dengan adanya BPCB ini memang sangat mendukung agar terpelihara dan terawatnya berbagai cagar budaya yang ada, termasuk yang di Bengkulu. Berbagai acara juga digelar untuk memperkenalkan cagar budaya tersebut ke masyarakat luas. Mulai dari pelajar, pejabat sipil dan orang awam.

Dengan adanya BPCB, Benteng Marlborough selalu berbenah dan menjadi lebih terpelihara. Salah satu yang dilakukan oleh BPCB adalah membuat salah satu ruang galeiy yang terdapat di salah satu ruangan yang ada di Benteng.

Dengan adanya ruang galeri yang aman, nyaman dan edukatif ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan  kepada para pengunjung tentang sejarah benteng tersebut. 

Ruangan galeri ini menggunakan salah satu ruangan yang dulunya digunakan oleh pemerintah Inggris saat mengundang Bung Karno untuk datang ke benteng Marlborough. Menurut cerita yang terjadi turun temurun, bahwa Bung Karno sempat ditahan di salah satu ruangan benteng ini. Padahal kenyataannya tidak demikian, Bung Karno hanya diundang untuk berdiskusi. Nanti kita lihat ya diorama tersebut di dalam ruangan galeri.

Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga bersama dengan keluarga Blogger Bengkulu berkesempatan hadir  dan  menikmati apa saja yang ada di ruangan galeri tersebut. Seru sekali, apalagi semua anak saya juga ikutan . Kunjungan kali ini seolah berasa seperti liburan atau berwisata sejarah. Anak-anak saya sangat menikmati.

Apa saja yang BARU  Di Benteng Marlborough


Sebelum kita masuk, ada baiknya kita baca dulu ya peraturan tersebut. Tidak terlalu sulit, jadi ya tolong diterapkan dan dijalani demi menjaga ruangan tetap bersih, aman dan nyaman. Supaya juga lebih tertib dan disiplin.

Ruang Galeri Benteng Malborough

Ruangan galeri di benteng ini ada dua, dan letaknya pun berdekatan.

Kita masuk dulu  ke salah satu ruangannya ya, Ruang GALERI 1, mari kita cek apa saja yang akan kita lihat di sini.


Kita masuk dan akan mengijak lantai ini ya, aslinya dulu lantai benteng yang di dalam yang agak menjorok ke dalam ya. Warnanya sudah pudar ya. Nah, kalo yang warna hitam itu adalah warna lantai ruang galeri yang sekarang.

Lantai marmer berwarna hitam itu yang bermoluska yang digunakan pada lantai benteng, di produksi di Madras, India.


Ketika masuk, kita akan disuguhi pemandangan ini, kita bisa membaca dan melihat banyak informasi dan wawasan tengan benteng di zaman dahulu.


Pak Jhon ini adalah semacam guide atau pemandu kita selama berada di ruang galeri. Beliau akan bercerita dengan penuh semangat mengenai semua hal tentang benteng.

Rumah pak Jhon ini terleta.k tak begitu jauh dari benteng. Sejak kecil dia dan keluarganya memang terbiasa bermain di sekitar benteng. Kakeknyalah yang juga banyak bercerita tentang benteng kepada pak Jhon. 

Material Bangunan dan Perkakas  Benteng York dan Marlborough


Ini merupakan bahan baku atau batu bata yag dulu digunakan untuk membangun benteng York yang menjadi cikal bakal dibangunnya benteng Malborough. karena di benteng York terserang wabah penyakit. Maka Inggris membangun benteng kembali , yaitu Marlborough.


Genteng yang digunakan di benteng York, dulu penampakannya seperti ini.

Eh, ini ada, bentuk paku yang digunakan di benteng. Gede ya, liat bentuknya udah kebayang berapa kokoh dan kuatnya bangunan benteng ini.


Gak salah, kalo benteng ini sampai sekarang bisa berdiri tegak, meski beberapa kali Bengkulu terkena musibah gempa bumi. Benteng tetap kuat dan terjaga. Pakunya aja segede itu.



Batu bata merah dan kuning  yang ini adalah yang digunakan pada benteng Marlborough . Kedua barang ini dulunya di pesan dan dibuat di luar pulau Sumatera.


Kalo ini adalah genteng,  ini di produksi di Palembang dan Batavia. 

Dokumen Penting Benteng Marlborough

Berikut ini dalah bukti dokumen-dokumen atau surat-surat yang ditujukan oleh Ratu Elizabeth yang memerintahkan pegawai istananya untuk berlayar dan membangun benteng di Bengkulu

 



Patung- patung  Dan Diorama Bung Karno

Beredar kabar bahwa Bung Karno pernah ditahan di benteng Marlborough, namun menurut kuncen benteng bapak Jhon. Waktu itu Bung Karno tidak ditahan, akan tetapi beliau diminta atau diundang oleh pemerintah Inggris untuk berdiskusi mengenai Belanda. Waktu itu, pemerintah Inggris meminta kepada Bung Karno atas nama bangsa Indonesia untuk membuat monumen kemenangan atas Belanda.

Saat itu Bung karno menolak secara halus dan mengambil tiga buah batu yang diletakkan secara bertingkat di atas meja, sebagai usulan wujud atas monumen yang diminta oleh pemerintah Inggris tersebut. 






Pernak-pernik di Dalam Ruang Galeri Benteng Malborough

Selain beberapa hal penting yang sudah saya sebutkan di atas. Di dalam ruang galeri satu dan dua benteng Malborough, terdapat beberapa pernak-pernik yang sangat unik dan bernilai sejarah tinggi.

Mari kita cek sebagian barang-barang penting tersebut, supaya kamu dapat gambaran yang lebih jelas mengenai apa saja yang ada di ruangan galeri tersebut.





Dengan adanya perhatian dari BPCB Jambi ini, kondisi benteng Marlborough memag lebih terawat dan terjaga. Banyak perubahan, berwisata sejarah ke benteng jadi lebih menarik. Ada ruang galerinya, yang berisi benda-benda berharga dan bernilai sejarah tinggi.

Selain itu juga ada pelatihan khusus bagi pemandu wisata yang dilatih oleh tim BPCB bekerjasama dengan pemerintah provinsi Bengkulu untuk memberikan informasi yang benar kepada para pengunjung tentang sejarah benteng.

Selain itu juga dengan adanya Media Center Bengkulu yang juga berusaha untuk memberikan dan menyebarkan berbagai informasi yang positif mengenai objek wisata sejarah benteng ini ke berbagai media massa baik secara online dan offline.


Ruang Audio Visual di Benteng Malborough

Satu hal lagi yang berhasil dilakukan oleh BPCB Jambi adalah dengan membuat sebuah ruangan khusus seperti ruangan bioskop mini atau ruang audio visual yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menonton sejarah mengenai benteng ini.

Ruangannya juga asik, nyaman dan tentu saja juga sangat bermanfaat terutama bagi pengunjung yang ingin mencari dan mengalih informasi mengenai sejarah benteng. Ruangan ini sangat bagus jika digunakan oleh para pelajar dan mahasiswa untuk berwisata sejarah tentang benteng sekaligus untuk belajar.

Ruangannya sangat nyaman dan sejuk, ada AC-nya, jadi betah ya!


Nonton Cerita Sejarah Budaya Fort Malborough ------------- Udah pada tau kan ya kalo di benteng #fortmalborough itu ada ruangan audio visual semacam bioskop mini yang nyaman dan sejuk sebab ada pendingin ruangannya. Untuk nonton sejarah berdirinya Benteng. Hari ini #keluarganawra #keluargamildaini kebetulan mendapatkan kesempatan tersebut untuk merasakan ruangan tersebut sekaligus menikmati sajian filmnya bersama #bloggerbengkulu. Dengan menonton tak terasa kita belajar sejarah juga. Anak-anak juga senang Kalo kamu ingin juga, yuk datang dan berwisata sejarah ke benteng. Ada ruangan galery pameran juga yang rapi dan keren. Semua itu bisa kita nikmati sebagai wujud menikmati sejarah dan budaya Bengkulu di zaman dulu. Yuk, berwisata sejarah.. @mediacenterbkl @bloggerbengkulu @mildaini.bkl #WarisanSejarahBudayaBengkulu
A post shared by KeluargaNawraDotCom (@keluarganawra) on

Ketika saya mengajak anak  nonton di ruang audio visual, mereka sangat antusias dan senang. Malah minta diputar lagi, hehehe. Bukan cuma anak-anak yang suka nonton dan betah berlama-lama di ruang audio visual itu. Saya dan teman-teman Blogger Bengkulu juga sangat nyaman dan senang.

Dengan adanya pemeliharaan dan revitalisasi dari BPCB Jambi benteng Marlborough emang menjadi salah satu wisata sejarah andalan di kota Bengkulu. Jadi pengunjung bisa menikmati sejarah benteng dengan sangat asik, enjoy dan yang pastinya juga betah berkeliling benteng.

Anak-anak saya, juga senang sekali berwisata di benteng ini




Ditunggu ya kedatangan teman-teman semua berwisata sejarah ke Bengkulu. Melihat dan menikmati wisata  sejarah benteng Marlborough yang tak ternilai.

Untuk informasi BPCB Jambi

Twitter @cgarbudayajambi
Instagram @cagarbudayajambi
Fecbook Cagar Budaya Jambi
7 comments

Wih, jadi pengen ke Bengkulu :D

Reply

Bagus banget mbk, Benteng Malborough emang kokoh ya mbk

Reply

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarah. Jadi pengen suatu saat bisa berkunjung langsung kesana. Doain ya mba hehe

Reply

Ilmu banget ini mba... Aku paling males ke museum baca disini aja deh

Reply

Setuju. Anak-anak kudu sejak dini dikenalkan dengan wisata heritage seperti ini, untuk menanamkan nilai-nilai luhur. Jadi, aspek kenyamanan saat menikmati wisata ini adalah keniscayaan.

Reply

Wah enak ya ada pemandu seperti Pak Jhon. Jadi tahu sejarah benteng lebih mendalam. Tour guidenya profesional kah atau volunteer aja?

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.