Menu

Minggu, 24 September 2017

/


Kopi Robusta boleh ada dimana-mana. Tapi soal kenikmatan rasa, kopi robusta Bengkulu berani beda. Buah kopi robusta kami, lahir dari proses panjang tradisi perawatan yang sudah turun temurun. Karena itu, rasakan sensasi kopi robusta Bengkulu.

Potensi Kopi, Bengkulu Berpeluang Jadi Penghasil Robusta Terbesar di Indonesia


Anugerah terbesar provinsi Bengkulu sebagian besar daerahnya merupakan kawasan hutan lindung dan hutan rakyat. Baik yang berada atau berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBB) ataupun Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang membentang mulai dari Lampung hingga Aceh.

Mayoritas masyarakat provinsi Bengkulu berkebun. Perkebunan terbesar merupakan sawit, karet dan kopi. Masyarakat menggantungkan hidup pada potensi alam yang melimpah namun belum mampu dikelola secara baik untuk menstimulasi nilai tambah. Semua potensi masih dikelola secara 'tradisional' sehingga produktifitasnya sangat kecil. 


Saat ini, provinsi Bengkulu baru menempati posisi ketiga dari 5 daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Bengkulu mampu menghasilkan 88.861 ton tiap tahun. Selain itu, Bengkulu merupakan daerah segi tiga emas penghasil Robusta terbesar ketiga di pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan dan Lampung.

Kendati memiliki potensi yang sangat besar, kopi Bengkulu belum terekspos dengan baik sehingga kurang diperhitungkan secara serius di kancah nasional dan internasional. Padahal kualitas kopi Bengkulu diyakini mampu sejajar dengan kopi daerah lain.

Tentu ini Pekerjaan Rumahyang  besar bagi provinsi Bengkulu. 

Pelan-pelan petani Bengkulu mulai berbenah karena jika bicara soal kualitas kopi bukan hanya pada pemilihan bibit namun proses paska panen hingga cara berpikir masyarakatnya juga sangat menentukan rasa. Pada dasarnya semua kopi itu nikmat, tinggal bagaimana kita mampu menjadikan nilai tambah kenikmatan itu menjadi pundi-pundi kesejahteraan.

Sebagian besar petani kopi belum bisa mencicipi nikmat kopinya sendiri sampai saat ini. Persoalan klasik menjerat. Ada galian hutang yang sengaja dibuat oleh para 'toke' atau pengepul. Galian perangkap yang terjadi sudah turun temurun. Petani hanya memetik, menjemur, kering langsung diangkut ke gudang.


         Kopi Gading Cempaka, Kopi Premiumnya Bengkulu

Berawal dari kegelisahan itu semua, Kopi Gading Cempaka hadir sebagai sebuah ikhtiar membangun atmosfer baru dalam kancah perkopian Bengkulu, Indonesia, syukur-syukur hingga internasional. Tentu ini salah satu dari sekian banyak pegiat kopi di provinsi Bengkulu.

Ngopi dulu yuuk, baru lanjut lagi ceritanya....



Dimulai dari nama, Kopi Gading Cempaka tampil dari sebuah filosofi lokal yang mengakar pada masa dahulu kala, diangkat kembali kepermukaan untuk mengabadikan sejarah leluhur. Masih ingat dengan kisah perempuan cantik Putri Gading Cempaka?

A post shared by Milda Ini (@mildaini.bkl) on


Putri Gading Cempaka merupakan putri bungsu dari Raja Ratu Agung (pendiri sekaligus Raja pertama Kerajaan Sungai Serut). Seorang putri cantik rupawan dari titisan Kerajaan Majapahit. Bukan hanya perawakannya yang mempesona, putri gading juga memiliki kecerdasan yang rupawan.

Wajar, jika pangeran dari Aceh tergila-gila padanya. Hingga terjadilah perang dahsyat antara kerajaan Bengkulu dengan pasukan pangeran Aceh lantaran pinangan ditolak oleh Putri Gading Cempaka.

Kecantikan Putri Gading Cempaka dalam konteks saat ini merupakan gambaran soal kopi Bengkulu. Kopi Bengkulu hanya butuh sentuhan 'branding' agar bisa dilirik, diminati, dan dicintai seperti daerah-daerah di Indonesia.

Kopi Gading Cempaka, Arabika

Walaupun Bengkulu merupakan penghasil kopi Robusta mayoritas, kopi Arabika juga mulai banyak diminati oleh petani. Sehingga, Arabika sudah mulai dikembangkan secara pelan-pelan. Selain harganya yang lumayan mahal, secara rasa, kopi Arabika Bengkulu diyakini mampu beri rasa berbeda dengan daerah lain.


Saya dan Kopi Gading Cempaka

Perkenalan saya dengan kopi ini belum lama, sekitar bulan Agustus yang lalu , kebetulan saya menjadi salah satu peserta Familiarization Trip atau Famtrip yang diadakan oleh Dispar Bengkulu dalam kegiatan #FestivalBumiRafflesia2017. Dimana setiap peserta diberikan bingkisan kopi Gading Cempaka ini setelah acara penutupan.

Saya sebenarnya tidak begitu rutin ngopi, bahkan hampir sangat jarang saya membuat sendiri kopi untuk saya minum. Seringnya jika ada di suatu acara, ada pilihan ngopi, saya ikut ngopi. Yang lebih seringnya adalah nyeruput kopi Emak, hehehe. Kenapa, sebab Emak saya dengan penyakit jantungnya, diharuskan oleh dokter untuk berhenti minum kopi atau mengurangi minum kopi. 

Bagi Emak saya yang juga sudah mulai pikun, berhenti ngopi sama saja ibarat membunuhnya perlahan-lahan. Serem banget ya, ya gimana lagi udah candu ngopi. Sepekan pertama mencoba berhenti, beliau bisa jalani, lewat sepuluh hari, mulai terasa sakit kepala dan anehnya obat sakit kepalanya itu cuma ngopi. Kalo sudah ngopi, sakit kepalanya hilang.

Jadi, saya pun tak berhasil melarang Emak untuk berhenti ngopi, tetapi Emak diminta untuk mengurangi saja. Ya, namanya sudah pikun, sudah ngopi dia bilang belum, dan sebaliknya. Kadang hanya dalam rentang waktu tidak berapa lama, Emak sudah membuat kopi yang baru. Karena sudah minum kopi, yang barusan dibikin tentu tidak sanggup lagi diminum. Nah, di sinilah peran saya untuk menghabiskan kopi Emak, hahaha.

Jadi, tiap hari saya bisa minum kopi loh, meski waktunya tak menentu menunggu sisa ....Paling banyak setengah gelas, kadang satu gelas juga kalo dikumpulin, untuk takaran sekitar 250cc.

Kalo pun saya kepengen ngopi, saya tidak pernah membuat kopi hitam. Tetapi lebih seringnya kopi susu. susunya kalo pake takaran susu kental manis itu. satu gelas kecil, susunya satu sachet. Tanpa tambahan gula. Bisa dibayangkan rasanya seperti apa. Susu pake Kopi atau Kopi pake Susu.   

 


Beberapa Campuran yang TAK Biasa digunakan saat Bikin KOPI

  1. Gula Pasir
  2. Gula Merah atau Gula Jawa
  3. Susu Kental Manis Putih
  4. Susu Kental Manis Coklat
  5. Coklat Bubuk
  6. Coklat Batangan
  7. Butiran Kacang Tanah
  8. Durian

Yang paling akhir, biasa itu dilakukan oleh orang-orang Bengkulu, minum kopi ditambah dengan buah durian. Rasanya katanya enak dan ajaib. Saya sendiri belum pernah nyoba.

Dari sekian pilihan tersebut yang sering aku lakuin ya dicampur ama gula, susu, coklat sama pernah juga sya nyoba mencampur kopi dengan butiran kacang tanah yang sudah digoreng, hasilnya emang enak dan beda. lebih eksotis, apalagi kalo minumnya di bawah pohon Durian.

Kalo kamu penasaran, dicobain aja, itu cara lain minum KOPI  . Atau kamu punya bahan atau campuran lain, yuk diskusi dan komentar di sini.


Semua Beda, Setelah Ketemu Kopi Gading Cempaka

Setelah saya coba minum kopi Gading Cempaka,meski dalam porsi kecil. Rasa ingin membuat kopi hitam itu muncul. Meski kata sebagian orang enaknya kopi itu jika diminum tanpa gula. Saya gak kuat minum kopi tanpa gula. jadi saya tetap menambahkan gula meski sedikit.

Meski tidak setiap pagi atau pada waktu tertentu, kopi Gading Cempaka memang membuat saya jatuh cinta padanya. Saya jadi punya keinginan untuk ngopi. Bahkan teman-teman saya yang juga sudah mencoba kopi ini, berata dan merasakan hal yang sama dengan saya. Jadi berani ngopi dan gak takut gak bisa tidur.

Aneh kan.......sebagian orang takut Ngopi karena takut gak bisa tidur,,,,tapi ada juga yang butuh kopi supaya gak ngantuk di malam hari. Kalo kamu barisan yang mana?  

Kenapa bisa begitu ya?...jadi penasaran ya, kenapa kopi Gading Cempaka bisa memberikan efek seperti itu. Jawabannya, bisa di baca di bawah ini ya.

Kopi Premium , Ya Kopi Gading Cempaka

Kopi Gading Cempaka menyediakan Kopi Premium. Kata Premium adalah merupakan manivestasi kecantikan dan kecerdasan dari sosok Putri Gading Cempaka. Sehinga dapat dibayangkan soal cita rasanya. Dijamin tidak akan berpaling.

Proses Produksi Kopi Gading Cempaka

  1. Petik matang (merah)
  2. Proses Sortasi tahap pertama
  3. Dilakukan penjemuran
  4. Pengupasan kulit
  5. Sortasi tahap kedua hingga menjadi biji kopi pilihan (premium)
  6. Roasting, sebelumnya dilakukan proses sortasi yang ketiga. 
  7. Sortasi keempat dilakukan setelah proses roasting, unuk mmebuang biji kopi yang terlihat pucat atau tidak sama bentuk dan warnanya dengan kopi yang lainnya.


Wow, panjang juga yan prosesnya. Wajar saja hasil kopinya premium dan rasanya juga khas, tidak sama dengan rasa kopi yang sejenisnya. 

Terjawab sudah ya, kenapa kopi Gading Cempaka itu khas dan beda. 
Kenapa juga perempuan kayak saya, jadi doyan ngopi dan lebih joss-nya bikin kopi sendiri...

Produk Kopi Gading Cempaka

ROBUSTA PREMIUM
Isi 200 gram = 30.000*

ARABIKA PREMIUM
Isi 100 gram = 20.000*


Untuk harga Reseller or Dropshipper hubungi kontak di bawah

Cara pemesanan sebagaimana berikut ini:

A. Online:

- WA 08117321511/ 081995850700
- Twitter @kopigadingID
- Fanpage Kopi Gading Cempaka
- IG @kopigadingcempaka
- www.kopigadingcempaka.com

B. COD 

Langsung di studio Radio B-One FM Kota Bengkulu- Jalan S. Parman No. 117 Padang Jati Ratu Samban Kota Bengkulu.
- WA 08117321511/ 081995850700


                     "Kopi Gading Cempaka, Berani Beda"




13 comments

asli bikin nambah, sekantor sayah ampe nanya mulu 'bro kopi loe masih ada?"

wahh saya wajib request next packing of Gading Cempaka Coffe, stok sayah dah nipis wkwkk

Reply

kopi saya masih utuh belum dibuka. tapi udah nyoba sih memang kopi gading cempaka nikmat di minum, kalau saya minumnya pakai susu sih, karena gak punya gula, heheheh

Reply

Kusuka kopi dan kusuka dia (kopi gading cempaka)
Udh banyak cobain kopi dri berbagai daerah, tpi yg ini beda. Enak dan terasa bgt kopi asli tanpa campuran

Reply

Penasaran ah mau cicip kopinya

Reply

Asik sekali kopinya, saya sudah coba mbak

Reply

Kopi asli Bengkulu ini banyak yang suka dan sering dijadiin oleh-oleh nih mbak.. Eh tapi Anin belom pernah nyoba kopi Gading Cempaka sebagai oleh-oleh sih. Pasti banyak banget yang suka juga ya mbak.. ^^

Reply

Hmmm aroma kopinya berasa sampai sini

Reply

Suamiku juga dah coba mabk, katanya enak mbak

Reply

ini kopi enak banget mba, enaknya apalagi pas lagi migren, migren ilang setelah minum ini

Reply

salah satu anugerah terindah bengkulu ini kak. pencinta kopi wajib nih nyoba

Reply

saya mau nyobain nih minum kopi campur kacang tanah.. kayaknya antimainstream banget kak..

Reply

Bener beda rasanya mbak, baru nyobain soalnya, yang petik merah agak gmna gitu, kalau kopi gading cempaka lebih hitam dan rasanya nikmat dan khas, Mantap.

Reply

Sepertinya sensitivitas lidah dan mindset orang tentang kopi jadi banyak berubah setelah nyicip robusta gading cempaka ini. Top Markotop dah!

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.