Menu

Sabtu, 15 Juli 2017

/


Liburan lebaran kali ini saya dan keluarga manfaatkan untuk eksplore Bengkulu. Maklum kami tidak mudik ke kota Palembang. Bulan Apri yang lalu kami sudah pulang. Jadi lebaran kali ini kami sepakat untuk menghabiskan waktu liburan lebaran di Bengkulu saja.

Ada beberapa tempat yang akan kami datangi, kami pun sudah merencanakan waktunya dan mempersiapkan segala sesuatu keperluannya. Terutama transportasi dan bekal. Kami sering menyebut kegiatan ini dengan nama piknik . jadi seperti biasa secara umum, kalo kami piknik. Kami selalu membawa bekal makanan. Jika bekal makanan habis, barulah kami membeli atau makan di tempat makan.

Tempat yang akan kami datangi kali ini adalah sebuah wisata alam, di kawasan wilayah Bengkulu Tengah (Benteng) yang disebut dengan Pantai Padang Betuah

Apa istimewanya pantai ini
Konon katanya pantai ini sangat indah dan mengesankan, pantai ini merupakan pertemuan antara sebuah sungai dan pantai. Batasan yang terbentuk tersebut, membuat pantai ini menjadi lebih indah.
A post shared by Milda Ini (@mildaini.bkl) on



Dinamakan pantai Padang Betuah, sebab memang terletak di desa Padang Betuah, Pondok Kelapa Bengkulu Tengah

Bagaimana cara menuju ke lokasi
Kami menggunakan transportasi mobil pribadi, kami berangkat dari rumah sekitar jam Sembilan pagi. Terus berjalan menuju simpang kampung Bali. Untuk kendaraan umum, sepertinya baru ada ojek.

Persiapan yang harus dibawa
Sebaiknya saran saya untuk keperluan makan dan minum dibawa sendiri. Memang di sana juga ada para penjual makanan dan minuman. Namun untuk lebih aman dan nyaman sebaiknya bawa sendiri saja dari rumah. Jangan lupa bawa Kamera ya, dan perlengkapan lainnya buat eksis.

Rute Perjalanan
Tadi sudah saya sebutkan dari kawasan simpang kampung Bali kita jalan saja terus sampai ke terminal sungai hitam, tetap lurus saja. Sampai ketemu destinasi Wahana Surya di sebelah kanan jalan, kita tetap saja jalan lurus. Setelah melewati kawasan wisata wahana surya,s ebaiknya kita berjalan pelan saja, kuatir kelewatan. Nanti di sebelah kanan kita, ada plang tulisan SMP Negeri 5 dan SD 35 Pondok Kelapa. Kita masuk saja. Jika ingin bertanya, kita bisa berbicara dengan para pemilik warug di kiri kanan simpangan jalan. Kita tetap saja jalan lurus.

Bentuk Medan Perjalanan
Dari simpang tadi kita akan jalan lurus dan memasuki kawasan kebun Sawit. Pohonnya sudah besar dan rindang jika ingin berjalan kaki. Jalan saja terus sampai di sebelah kiri akan ketemu SD. Lalu ada petugas registrasi. Mereka berasal dari Karang Taruna atau Pemuda Desa. Satu tiket dewasa sebesar Rp. 5000,-. Untuk anak gratis. Entah sama yang lain bagaimana yang jelasnya saya free !


Setelah itu di sebelah kiri akan ketemu seperti tebing tanah, gundukan tanah dan pagar pakai seng di sebelah kanan. Kemudaian jalannya sedikit menurun, datar lalu mendaki kembali atau nanjak lagi. Lanjut jalan aja terus sampai ketemu sebuah lapangan yang di bawahnya terlihat  sebuah sungai dan pantai.

Tak perlu gusar, jalan menuju ke sana bagus kok, bahkan sudah ada yang beraspal, hanya sedikit saja ada bagian jalan yang batu atau jalannya baru ada batu koral yang disiram dengan aspal. Namun, untuk sebuah jalan di dalam sebuah desa. Jalan Padang Betuah ini sudah lumayan bagus.

Lama Perjalanan
Kami menghabiskan waktu ketika baru berangkat sekitar satu jam, dengan kecepatan sedang sebab ini kali pertama kali kami datang. Kuatir terlewat jalannya. Kami start dari Tengah Padang menuju Padang Betuah, selama perjalanan ekor mata saya dan suami termasuk Nawra tak henti memperhatikan dan membaca setiap informasi yang lewat seketika di sepanjang jalan.

Akhirnya kami sampai di lokasi. Maha suci Allah dengan ciptaannya. Luar biasa indahnya. Rasa capek dan pensaran langsung terjawab dan hilang seketika.Kami langsung mencari tempat yang cocok untuk gelar tikar dan piknik. 

Kami langsung makan.Anak-anak langsung bikin Pop Mie, kebetulan saya membawa termos air panas, jadi bisa diseduh sendiri.

Setelah ini, saatnya menikmati alam eh, melakukan berbagai foto dengan banyak gaya! Sayang jika dilewatkan.


Oh, ya saran saya sebaiknya datanglah di pagi hari atau di sore hari, saat matahari belum terasa terlalu terik. Sebab di sana  belum banyak pohon, lebih mirip tanah lapang. Jadi jika tidak menggunakan tutup kepala. Akan terasa sangat panas. Lalu yang tak kalah penting jangan datang sendirian.

Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan dari Blogger Bengkulu dalam #Nulisserempak tentang #Lebarandibengkulu

Selamat mencoba ya!




6 comments

hehheeee....ternyata akhirnya jadi mbak Milda pe Padang Betuah

Reply

Oh pantes namanya pantai bertuah ya mak, soalnya pertemuan 2 tempat gtu sungai dan pantai, canteek

Reply

Subhanallah.. Jadi inget pantai pangandaran juga ada pertemuan antara sungai dan pantai. Sempat penasaran dan nyicip air sungai yg bermuara ke pantai tsb. Hehe

Reply

bagus banget pemandangannya Mak, kece ya Bengkulu

Reply

Waaah kapan ya saya bisa ke sana. Selama ini cuma dengar dari cerita orang yg pernah ke sana. Atau bawa tenda ya mbak buat selonjoran sambil lihat laut

Reply

Bnyak pantai Bengkulu yg ruar biasa . . Salah satunya pantai yg berdampingan dengan sungai . .

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.