Menu

Jumat, 28 Juli 2017

/
 

Dalam rangka #HariKoperasiNasional, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, mengelar dua kegiatan besar yaitu Seminar Nasional dan Pameran produk koperasi dan UKM. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 27 Juli 2017 untuk kegiatan seminar nasional dan pada tanggal 29-30 Juli 2017 untuk kegiatan pameran dan bazaar produk koperasi dan Ukm.

Saya kebetulan juga diundang untuk hadir pada kegiatan seminar nasional tersebut, mewakili dari komunitas blogger Bengkulu (BoBe). Kegiatan seminar nasional ini dilakukan di gedung  atau ruang  Pola ex Bappeda Provinsi Bengkulu di Padang Harapan.

Tema seminar nasional yang dilakukan hari ini adalah Membangun Koperasi dan Usaha kecil Menengah yang Sehat dan Mandiri

Selain saya ada sekitar 150 undangan lainnya yang turut hadir. Mereka berasal dari

  1. Perwakilan berbagai universitas yang ada di Bengkulu, seperti UNIB, UMB, IAIN, UNVED
  2. Pengurus koperasi binaan Diskop dan Ukm Provinsi Bengkulu
  3. Badan Ekonomi Kreatif Bengkulu
  4. Perkumpulan Wirausaha Mandiri Bengkulu
  5. Koperasi Wanita Kota Bengkulu
  6. Konsultan PLUT dan binaannya
  7. Pendamping Diklat dan Binaannya
  8. Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan dan Binaannya
  9. Dewan Koperasi Wilayah Bengkulu

Selain itu ada juga undangan dari perwakilan Askrida, Jamkrida, Bank Penyalur KUR (BRI,BNI,MANDIRI,BPD,BI). Dari OJK, Telkom dan OPD Provinsi Bengkulu  ( Disperindag, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemdes, Dinas Kessos, Biro Ekonomi, Bappeda, BPPAKB)

Begitu saya datang, peserta sudah lumayan rame, saya saja sudah di absensi no urut 145. Padahal baru jam delapan lewat sedikit. Menurut informasi dari panitia seminar kali ini akan dimulai sekitar jam Sembilan pagi dan dibuka oleh Plt Gubernur Bengkulu. Artinya masyarakat Bengkulu sangat antusias dengan adanya seminar hari ini.



Sesuai jadwal acara, pembukaan acara dilakukan tepat di jam Sembilan pagi. Kata sambutan pertama disampaikan oleh ibu Hj, Yuliswani SE,MM selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Bengkulu.

Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Dekopinwil Bengkulu, bapak Bando Amin C Kader. Dalam hal ini bapak Bando menyatakan bahwa Bengkulu akan bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan peringatan HarkopNas untuk tahun 2019. Oleh karena itu seminar kali ini diharapkan dapat menjadi tombak pelaksanaan dari persiapan untuk Bengkulu menjadi tuan rumah peringatan hari Koperasi Tingkat Nasioanl tersebut. 

 Ibu Yuliswani, Ka Diskop dan UKM Provinsi Bengkulu (Jilbab Orange) bersama staf dan pembicara

Acara ini semestinya dibuka langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu, namun karena beliau berhalangan. Maka kegiatan ini di buka secara resmi oleh Bapak Ricky Gunarwan, selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Dalam kata sambutannya , bapak Gubernur berpesan untuk kemajuan dan harapannya terhadap kesuksesan koperasi dan produk UKM yang ada di Bengkulu.

Bapak Ricky Gunarwan Membuka Acara
Oh, ya pembicara yang hadir pada kegiatan seminar kali ini adalah

  1. Agung Sujadmiko, Ketua Harian Dekopin Pusat
  2. Muhammad Soleh, Anggota DPD RI sekaligus pengusaha nasional yang berasal dari kota  Curup, Bengkulu
  3. Witjaksono, Pengusaha Muda  yang  perusahannya sudah Go Publik, dan sekaligus juga sebagai sesepuh TDA (Komunitas Tangan Di Atas)
  4. Mudiono, Ketua Koperasi Karya Tani, yang pernah mendapatkan piagam penghargaan tingkat Nasional tahun 2013.
Dari kanan, Bapak Witjaksono, Soleh, Agung dan Mujiono

Keempat pembicara tersebut menyampaikan kiat dan tips serta saran bagaimana membangun, merawat dan menjaga pertumbuhan sebuah koperasi dan produk UKM agar tetap eksis dan tetap bisa berjalan, meskipun banyak kendala sehingga bisa tumbuh besar dan bermanfaat bagi orang lain. Termasuk bisa membuka lapangan pekerjaan. Kiat Membangu koperasi dan UKM yang Sehat dan Mandiri itu adalah sebagai berikut,

Bapak Agung sebagai pembicara  menyampaikan dan memotivasi agar pengurus koperasi bisa konsekuen dan berpegang teguh. Supaya juga bisa menjalankan prinsip koperasi yang modern dan berbaksis teknologi internet marketing. Dimana pengelolah koperasi diharapkan memang orang yang focus dan bisa amanah.

Menyambung dari bapak Agung, pembicara lainnya bapak Saleh yang juga seorang pengusaha untuk mengajak pengolah koperasi khususnya pengiat ukm untuk bisa bersatu dalam menjalankan usahanya. Misalnya sama-sama memproduksi Jeruk Kalamansi, harusnya saling support dan bantu. Bila perlu slaing bekerjasama agar usahanya besar dan kokoh. Daripada sendirian, kecil dan susah berkembang, akhirnya mati barengan. Oleh Karen aitu beliau juga berjanji untuk membuat sebuah tempat dimana setiap produk Ukm bisa di display di sana dan tempat tersebut juga menjadi wadah berkumpulnya para ukm untuk bergerak bersama-sama. Nama tempat tersebut diusulkan oleh pak Agung, rumah pergerakan UKM. Akan dibangun oleh beliau di daerah Jalan Nata Dirja, di dekat daerah Balai Buntar.

Pembicara selanjutnya Witjaksono, lebih menekankan pada usaha atau kerja keras,memberikan berbagai pengalaman beliau jatuh bangun mendirikan usaha. Dengan semangat yang kuat maka usaha akan tetap berjalan, meskipun banyak rintangannya. Oleh karena itu modal bukanlah masalah yang utama akan tetapi kemauan dan kerja keras yang dibutuhkan delam membangun bisnis. Nanti jika usaha sudah berjalan, maka modal yang akan dating sendiri.

Bapak Mujiono juga menyampaikan bagaimana cara beliau membangun koperasi Karya Tani yang pada awalnya itu didirikan atas dasar sebuah masalah, dimana pembayaran atau transaksi di toke kelapa sawit di daerah Muko-muko pembayarannya tidak lancer kepada petani. Atas kesepakatan teman-teman, akhirnya didirikanlah koperasi Karya Tani tersebut di tahun 2003. Pada tahun 2005 Koperasi Karya Tani sudah mendapatkan Badan Usaha. Sampai sekarang koperasinya tetap berjalan, dan di bulan Mei 2017 yang lalu Karya Tani sudah mampu memberangkatkan anggotanya sebanyak 14 orang untuk Umroh dan bisa melakukan kegiatan social di bulan Ramadhan , menyisihkan 2,5 % dari keutungan koperasinya.

Seperti biasa seminar nasional ini juga membuka sesi  tanya jawab bagi peserta dan undangan tamu. Banyak yang berminat mengajukan pertanyaan, dan para pembicara juga sangat senang menjawab setiap pertanyaan dari peserta.

Salah satu pertanyaan yang cukup menarik bagi saya adalah, support yang diberikan oleh anak muda Robbi AkaChopa sebagai pemilik website Cari Bengkulu, meminta bagaimana pemerintah dapat mensupport sekaligus mengajak pelaku ukm untuk melek IT dan bergabung di social media untuk mempromosikan produknya secara digital atau online. Hal ini untuk membantu mengatasi teman-teman pelaku bisnis yang belum mempunyai tempat atau toko secara permanen. Oleh karena itu jualan secara online adalah sebuah solusinya


Hal ini juga sejalan yang pernah dilakukan saya dan teman-teman Blogger Bengkulu, dimana kami secara sukarela membantu berbagai pelaku usaha yang ada untuk menuliskan mengenai produk usaha  mereka di blog dalam   rangka untuk mempromosikan dan memperkenalkan ke khalayak ramai. kami juga membantu mempromosikan kegiatan Diskop dan UKM ini, hari ini di Sosial Media  kegiatan seminar ini dengan tagar atau hestek #UKMBengkuluNaikKelas, menduduki peringkat 5 trending topic di Twitter.

Trending Topic di Twitter


Dimana saat ini banyak orang mencari informasi mengenai apa pun melalui social media, mereka lebih suka melakukan kegiatan jaul beli terutama belanja secara online. Oleh karena itu sebagai pelaku usaha sebaiknya memang harus memanfaatkan teknologi infomasi tersebut untuk pengembangan usahanya.

Istilah orang sekarang bisnis pun bisa dilakukan hanya dengan handphone dan laptop. Rapat kerja, diskusi pengurus bisa dilakukan secara online lewat grup, video call , email dan lain sebagainya. Bisa dengan mobile office dan paperless. Kita tak perlu repot atau pusing dengan tempat. 

Sekitar jam setengah dua siang , acara seminar selesai, dilanjutkan dengan acara berfoto-foto dan silaturahim dengan para pembicara.





Dalam acara ini saya juga bertemu dengan bapak Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Bapak Gusnan Mulyadi, yang ternyata seorang blogger juga. Selain itu beliau dating juga untuk bertemu dengan bapak Witjaksono, yang akan mealukan kerjasama dengan para petani untuk bertanam Jagung. Di atas lahan 7500 hektar. Dimana nanti para petani akan dikelolah dan dibantu oleh Koperasi dalam hal pemasaran dan untuk mendapatkan harga yang terbaik.

Semoga dengan seminar ini bisa mendorong para pengurus koperasi dan UKM untuk lebih giat lagi dan semangat untuk memajukan usahanya. Bisa membuat #UKMBengkuluNaikKelas.

6 comments

Acaranya camkohaa... mantap. Koperasi di Bengkulu semoga terus maju dan mendongkrak laju perekonomian warga di Provinsi Bengkulu

Reply

Sering-sering aja diskop ngadain kayak gini dan semacamnya lah,.. Trus strategi pemasarannya itu lho yang di benahi, di jamin UKM Bengkulu naik kelas dan naik levelnya deh,,,

Reply

Bermanfaat banget memang seminar koperasi kemaren. Ga nyesel saya dateng kesana mba. Baca tulisan mba jadi lebih termotivasi deh

Reply

iya, kita dukung ya buat lebih maju

Reply

hayuu, kita bisnis yang bagus

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.