Menu

Jumat, 16 Desember 2016

/

Assalammu'alaikum Wr. Wb

Saya, akhirnya terpilih menjadi salah satu Mombassador SGM Eksplor 2016. Saya akan bertemu dengan sekurangnya 107 bunda-bunda dari kota lainnya. Tahun ini Mombassador sudah memasuki batch ke 4. Memang yang terbanyak di tahun ini, ada sekitar 60 orang peserta. Kami berasal dari berbagai kota yang ada di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Maluku. Kami akan diundang oleh Sari Husada ke Yogjakarta selama dua malam tiga hari. Menginap di resort The Westlake. Saat dikonfirmasi bahwa saya terpilih menjadi Mombassador, saya sudah diberitahu bahwa semua biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh SGM. Saya pun sangat girang. Percaya gak percaya sih.

Saya mewakili kota Bengkulu. Terjaring lewat komunita blogger. Ya, waktu itu saya mendaftarkan diri lewat sebuah link di grup Kumpulan Emak-emak Blogger. Setelah mendaftar lalu saya terpilih.

Bagaimana prosesnya sehingga saya bisa terpilih, bisa dibaca ceritanya di sini ya.

Informasi dari panitia semua transportasi dan akomodasi akan disediakan semuanya oleh pihak SGM dan semuanya gratis. Para bunda, hanya duduk manis saja di rumah, gak usah grasak-grusuk , tenang aja semua sudah sisiapkan dan diatasi oleh pihak SGM. Begitu pesan panitia yang menelpon saya waktu itu. Saat saya bertanya soal akomodasi dan transportasi.

Dalam hal ini yang diundang hanya saya sendiri. Meski saat mendaftar saya juga memberikan informasi data anak. Data anak di atas dua tahun yaitu Athifah (3,5 tahun ) dan Nawra (9,10 tahun).

Saat Pergi

Tiket pesawat sudah dikirim secara email. Saya akan berangkat dengan menggunakan pesawat Sriwijaya dari Bengkulu menuju Jakarta. Lalu pindah pesawat lagi jurusan Jakarta Yogjakarta. 

Sore hari sebelum keberangkatan saya ditelpon oleh pihak SGM Jakarta untuk dikonfirmsi bahwa, besok pagi saya akan dijemput oleh driver daerah dan akan diantarkan ke bandara. Beliau memberikan saya data nama dan nomer kontak driver yang akan menjemput saya.

Benar saja, malah harinya selepas magrib. Driver SGM menelpon saya, mengkonfirmasi alamat dan jam penjemputan. Beliau juga memastikan bahwa saya harus siap jam delapan pagi di rumah dan akan segera dijemput karena selambatnya jam sembilan pagi saya sudah tiba di bandara.

Esok harinya, sebelum jam delapan driver daerah yang ditunjuk oleh pihak SGM menelpon saya kembali. Memastikan dan mengkonfirmasi ulang alamat dan jam penjemputan.

Jadwal keberangkatannya saya, selasa tanggal 13 Desember 2016. Jam 10.30 wib. Saya sudah dijemput oleh pihak SGM dengan menggunakan mobil kijang Innova

Drivernya, rapi, bersih dan ramah. Begitu juga mobilnya. Kinclong, rapi dan wangi. Saya dan tiga orang anak-anak saya di tambah dengan neneknya ikut naik mobil Innova. Sedangkan suami saya, menyusul dengan membawa mobil sendiri. Suami saya ditemani oleh keponakan kami.



Hal ini penting karena mobil ini hanya bertugas menjemput di rumah lalu mengantarkan ke bandara.

Kami duduk di bangku bagian tengah. Cukup satu keluarga. Saya hanya membawa satu koper kecil dan satu tas ransel. Tas koper saya masuk bagasi belakang.

Oh, ya dari Bengkulu. Saya berdua dengan Ria M Fasha. Jadi mobil ini akan menjemput Ria terlebih dahulu baru ke bandara.

Setelah menjemput Ria, kami langsung menuju bandara. Melewati jalan pantai Panjang. Jadi lebih cepat. Dalam perjalanan drivernya juga ramah dan informatif. Enak diajak ngobrol. Ternyata dia emang bekerja di depo atau apa ya istilah namanya khusus untuk wilayah Bengkulu. Tinggal di daerah Pagar Dewa. Wow, lumayan juga menjemput saya di daerah Tengah Padang dan menjemput Ria di Basar Baru. Ibarat kata dari ujung ke ujung. 

Sampai di bandara drivernya membantu menurunkan koper kami. Lalu beliau berpamitan dan mengkonfirmasi ulang bahwa dia yang akan kembali menjemput di tanggal 15 Desember 2016 nanti dan akan diantarkan ke rumah kembali. Sama persis seperti waktu dijemput. Memang harus diantar jemput. 

Ya, selesai urusan antar jemput dari rumah Tengah Padang menuju bandara Fatmawati Bengkulu. Kami siap terbang ke Jakarta.



Tiket sudah kami chek in. Setelah berpamitan kepada keluarga. Kami langsung masuk saja. Terutama saya, saat itu harus meninggalkan Nawra, 9, 10 tahun, lalu Athifah 3, 6 tahun dan Annasya 8 bulan. Saya kuatir membuat mereka bersedih. Jadi lebih baik menunggu di dalam saja.

Kami menitipkan bagasi, lalu setelah dapat boarding pass. Kebetulan kami duduk di kursi nomor 8. Kami pun segera masuk ruang tunggu.


Pesawat dari Jakarta sudah datang. Alhamdulillah Sriwijaya tidak delay. Jadi kami terbang sesuai jadwalnya.

Naik Sriwijaya menuju Jakarta. Di dalam pesawat kami mendapatkan snack dan minuman ringan. Makanan dan minuman tersebut kami habiskan di dalam perjalanan.

Akhirnya setelah 60 menit, kami pun mendarat di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Kami tiba sekitar jam 11. 30. Kami segera turun, lalu melapor ke bagian transit. Masuk gate baru , menunggu dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan.


Pesawat kami menuju Yogjakarta sekitar jam 12. 30. Masih ada waktu jedah sekitar satu jam kembali. Setelah sampai di gate. Kami segera menunaikan salat . Setelah salat kami mendengarkan bahwa ada informasi pesawat delay sebentar. Menunggu pesawat akan datang.

Lalu kami masuk kembali ke gate, menungu sebentar. Tak berapa lama kami pun segera masuk pesawat kembali.

Pesawat Sriwijaya yang yang dipilihkan oleh pihak SGM sangat membuat kami nyaman. Dengan pilihan pesawat transit sangat membuat kami tenang dan aman. Apalagi selama turun dan naik kami tidak susah. Selalu ada tangga saat turun yang langsung menghubungkan pesawat ke gedung dan sebaliknya. Berbeda dengan maskapai lain. Saya pernah, harus turun dulu dari pesawat. Lalu berjalan sambil berlari kecil mengejar bus yang akan mengantarkan saya ke ruang atau bagaian transit. Pokoknya repot dan bikin capek juga.

Tapi dengan Sriwijaya, kami para Mombassador dibuat mudah dan nyaman. Suami juga tenang karena mereka pasti memantau perjalanan saya. Tiap saat mengkontak dan mengkonfirmasi saya sudah sampai dimana.

Akhirnya pesawat kami datang, kami siap menuju Yogjakarta . Tetap dapat snack ya karena kami terbang dengan Sriwijaya. Lumayan buat cemilan sebelum sampai ke lokasi.

Ketika pesawat sudah landing, saya segera menghubungi panitia transportasi di Yogja. Mereka butuh informasi tersebut. Agar juga bisa bersiap dan memastikan diri untuk menjemput kami.


Tak lama, pesawat kami pun mendarat di bandara Adi Sucipto, Yogjakarta. Driver Yogja, segera menghubungi dan memastikan beliau sudah menunggu . Setelah mengambil bagasi, kami keluar/

Dan benar katanya, dia sudah menunggu. Saat itu, ternyata sudah ada Mombassador Nur Islah dari Pare-pare. Ternyata dari Jakarta kami satu pesawat. Sayangnya kami tidak saling mneyapa sejak awal. Saya juga lupa mengecek jadwal keberangkatan kami. Siapa saja yang berangkat di jam yang sama dengan kami. Padahal semua lampiran tiket dikirimkan kepada saya juga. Jadi saya juga bisa melihat jadwal keberangkatan teman-teman yang lainnya. 

Waktu itu, saya mikirnya. Ya, udahlah berangkatnya berdua juga ama Ria. Jadi sudah ada teman dalam perjalanan. Karena sebelum berangkat. Kami para bunda sudah dimasukan ke dalam satu grup di WA untuk memudahkan koordinasi penjemputan.


Teman-teman yang cuma berangkat sendiri. Pada minta mahrom, maksudanya teman dalam perjalanan yang sama-sama wanita. Terutama dari rumah menuju bandara. Saat di dalam mobil. Dan ternyata emang unik. Kata teman-teman yang lain. Ada driver daerah yang saat menjemput membawa turut serta istrinya untuk menemani dalam perjalanan. Terutama untuk perjalanan yang lumayan jauh.

Dari Adi Sucipto, kami diantar dengan mobil menuju ke hotel. Dalam perjalanan drivernya juga ramah, baik dan informatif. Kami pun banyak bertanya. Apalagi drivernya juga asli Yogjakarta, jadi kami enak untuk bertanya banyak hal.

Akhirnya kami pun tiba di penginapan, ya selama di Yogja. Kami akan menginap di Resort The Westlake. Tempatnya keren banget, nyaman dan unik.

Saat Pulang

Setelah dua malam tiga hari di Yogjakarta . Dengan agenda yang cukup padat merayap. Akhirnya kami pun para mombassador harus pulang ke rumah.

Ya, saya harus balik lagi ke Bengkulu.

Setelah acara selesai, siang itu Sekitar jam 13. 00 wib. Kami diantar dengan menggunakan bus ke bandara. Saat itu bus dibagi menjadi dua. Sesuai dengan jadwal terbang kami masing-masing. Saya ikut bus pertama karena isinya adalah para bunda yang akan terbang sampai dengan jam 18.00 wib. Untuk penerbangan di atas jam itu. Maka akan naik bus yang kedua.

Kami akan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda, dengan jadwal terbang jam 16.20 wib.


Oh, ya semua tiket kami yang akan terbang sudah disiapkan dan sudah dichek ini. Kami semua saat itu sudah memegang boarding pass masing-masing. Boarding pass dibagikan saat kami turun dari bus . Sesaat sebelum masuk ke bandara. Semua sudah ada yang mengurusnya. Kami tinggal masuk saja.

Setelah meletakkan bagasi , saya dan teman-teman yang lainnya duduk di ruang tunggu. Saat itu ada juga teman-teman yang akan menuju ke Jakarta, Surabaya, Malang, Maluku dan lain sebagainya.

Saya berdoa dalam hati, semoga perjalanan ini dimudahkan oleh Allah SWT. Saya harus pulang malam ini untuk menemui anak-anak.

Jadi pesawat kami dari Yogjakarta menuju Jakarta menggunakan Garuda. Lalu lanjut lagi dari Jakarta ke Bengkulu dengan menggunakan Lion pada jam 19.20 wib


Tak lama menunggu, ada informasi. Ternyata pesawat Garuda delay. Jadi terbang jam 17.20. Saya pun sempat panik sesaat, lalu berdoa dalam hati, memohon dengan sangat setelah ini tidak ada lagi masalah. Semua sesuai jadwal. Masih bisa terbang ke Bengkulu tepat waktu.

Kami mengambil service delay berupa snack dalam kotak. Saat ini sudah ada dua kotak kue. Satu dari SGM untuk snack di jalan yang dibagikan di bus tadi dalam perjalanan menuju bandara.

Tak berapa lama, ada pengumuman kembali bahwa pesawat akan delay kembali. Saya pun segera menghubungi kembali pihak travel yang di Jakarta. Memberi kabar kembali bahwa pesawat delay lagi.

Saya meminta kepada pihak travel untuk segera membooking ulang tiket kepulangan saya di esok hari. Jika hal ini terpaksa tidak bisa terbang akibat delay dua kali. Karena delay kedua, pesawat akan terbang di jam 18.20. Akan tiba di Jakarta jam 19. 20. Maka otomatis tiket ke Bengkulu akan hangus.

Sembari itu saya pun mencoba melobi pihak Garuda. Saya mengurus hal ini kepada Garuda. Saya beritahu mereka bahwa saya akan terbang ke Bengkulu. Oleh karena itu saya minta solusi dari Garuda. Setelah berdiskusi, tapi lebih kayak orang berdebat. Sekaligus memohon, saya meminta bantuan pihak Garuda agar saya tetap pulang malam ini ke Bengkulu.

Akhirnya setelah berjuang sekuat tenaga, dan doa yang tulus. Saat itu akhirnya saya dan Ria dipindahkan ke pesawat Batik Air yang sudah siap menuju Jakarta. Proses pemindahan bagasi dan boarding pass yang mepet membuat saya dan Ria benar-benar ketar-ketir. Soalnya di ruang tunggu dan sudah terdengar dimana-mana. Suara panggilan penumpang terakhir pesawat Batik Air dan itu adalah panggilan buatkami

Saya menelpon travel Jakarta, bahwa kami akan segera terbang dengan Batik Air menuju Jakarta. 

Kami duduk di bagian paling depan, sehingga sangat mudah untuk turun. Dan menyambung ke pesawat Lion.

Satu jam kemudian, kami tiba di bandara Soeta. Di sana sudah menunggu pihak travel yang dari Jakarta. Beliau menyerahkan boarding pass dan meminta kartu bagasi kami. Koper kami akan dikirim keesokkan harinya. Yang penting saat ini, kami harus segera menuju ke Bengkulu.

Kami berlari menuju terminal B dari terminal C. Lumayan juga. Karena tidak ada bagasi, jadi lebih ringan.

Waktu yang tersisa hanya 15 menit lagi, Kami baru sampai dan segera berlari menuju terminal B dimana Lion sudah menunggu, hendak ke Bengkulu.

Keajaiban itu pun datang, saat tiba di depan pesawat. Ternyata penumpang masih antri untuk masuk. Kami menunggu dengan wajah ceria, meski baju sudah  basah kuyub.

Sampai di gate B5, kami masuk ke pesawat. Alhamdulillah karena sudah di boarding, kami tidak begitu repot. Tinggal masuk pesawat saja. Setelah berlari-larian. Kami pun bisa duduk kembali di pesawat. Lion siap menerbangkan kami ke Bengkulu Saat itu jam hampir bergerak ke rah 19. 30 wib.


Satu jam kemudian, kami tiba di Bengkulu. Driver daerah Bengkulu yang ditunjuk sudah menunggu. Sebelumnya , saat kami masih di Yogja dia juga sudah mengkonfirmasi dan memberi kabar bahwa dia akan menjemput kami dan mengantarkan kami pulang ke rumah masing-masing.

Saat itu, saya tidak ikut mobil penjemputan yang disiapkan oleh SGM karena suami dan anak-anak menjemput saya. Jadi cuma Ria yang ikut mobil SGM. Mobil yang menjemput kami adalah mobil Innova yang sama saat menjemput kami saat akan pergi.

Saya bersyukur, berucap alhamdulillah dan terima kasih yang banyak atas kerjasama dan bantuan dari pihak SGM, Travel, para koordinator transportasi dan driver yang sudah saling membantu dan memberikan kemudahan bagi saya dan teman-teman selama mengikuti kegiatan Temu Bunda 2016 ini.

Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik, semuanya bisa berjalan dengan baik. Saya dijemput, diantar ke bandara dan diantar ke lokasi kegiatan. Lalu diantar kembali ke bandara untuk pulang dengan kondisi yang selamat. 

Bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga dengan tepat waktu. Sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan oleh pihak SGM

Terima kasih ya SGM, pelayanan transpotasinya dan akomodasinya bagus dan berkesan banget. Terutama bagi saya emak-emang rempong yang ingin eksis, hehehe. Sehingga tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga ya. Saya benar-benar dilayani dengan baik. Tanpa rasa kuatir .
Sukses terus ya SGM. Semoga di lain kesempatan akan semakin lebih baik lagi transportasinya. Salam dari saya Mombassador SGM Eksplor dari Bengkulu pada tanggal 13 sd 15 Desember 2016 adalah sebuah pengalaman yang tak akan mudah untuk saya lupakan.
2 comments

Wow, senengna ya Mbak. Bisa ketemu temen2 baru dan dapat pengalaman mengasikkan. Transportnya juga nyaman bangettt, dapat dari sgm semuah :) Salut, makin sukses ya Mbak

Reply

Aku lihat keseruannya jadi ikut rasa senang, mba Milda. Smoga kesempatan ini bisa kembali datang ya mba :)

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.