Menu

Kamis, 11 Agustus 2016

/



Assalammu'alaikum Wr.Wb

Mildaini.com. Pernah mengalami atau melihat mata bayi baru lahir hingga usia satu bulan, matanya suka belekan atau mengeluarkan kotoran. Pasti pernah ya.

Sebagian orang bilang itu adalah tahi mata. Memang susah membedakannya. Tetapi yang pasti itu adalah kotoran yang keluar dari mata bayi baru lahir . Orang-orang kerap kali menyebutkannya dengan sebutan mata belekan.

Duh, kesian ya lihat mata bayinya. Gimana ya, belekan itu berbahaya gak sih buat bayi. Apa itu tanda suatu penyakit atau awal akan adanya penyakit. Pasti ayah bunda galau ya, melihat mata bayi baru lahirnya mengeluarkan belekan dan sering. Sudah dibersihkan. Kok, masih aja keluar. Apa emang banyak ya di dalam matanya, sehingga keluar terus. Dibersihinnya pake apa? Tisukah, lap basah atau gimana? Jangan suka asal ya, apalagi mengelapnya dengan ujung baju kita.

Mengatasinya bagaimana ya, cara aman yang gak membahayakan bayi. Ada gak sih? Pasti adalah. Semua masalah pasti ada solusinya.

Nah, ayah bunda yang sedang berbahagia karena baru saja mendapatkan anugerah bayi baru. Saya akan bercerita mengenai pengalaman saya dalam mengatasi belekan pada anak-anak saya saat bayi. Jadi jangan rusak kebahagian itu dengan perasaan kuatir karena belekan ini ya. Yuk, kita cari cara untuk mengatasinya dengan cara yang aman dan nyaman buat bayi.

Supaya  ayah bunda tenang, harus diketahui, bahwa keluarnya kotoran dari mata bayi baru lahir itu adalah hal yang wajar, sepanjang tidak mengeluarkan bau, membuat anak rewel, mata bayi tidak merah dan tentunya tidak membuat bayi kesakitan. Terus tidak ada tanda-tanda lebam, benjolan . Pokoknya tidak ada yang aneh dan berbeda dari kondisi mata kita.

Kita bisa memperhatikan hal tersebut saat sedang bersama bayi. Perhatikan apakah bayi mengalami salah satu yang saya sebutkan itu. Jika iya, maka ayah bunda harus segera membawa bayi ke dokter yang ahli. Dokter akan membantu ayah bunda mendiagnosa penyakit atau tanda penyakit apakah tersebut.

Jika hal itu wajar. Maka akan ada cara alami atau akan secara alami akan hilang. Tanpa perlu ke dokter. Tetapi tetap ayah bunda harus tetap waspada dan selalu siap siaga, jika terlihat tanda-tanda yang berbeda. Terutama dari sikap bayi.

Oke, lanjut saya ingin bercerita mengenai cara saya mengatasi mata bayi belekan tersebut sesuai dengan pengalaman saya dan dalam hal ini adalah tanda atau kondisi yang wajar.

Berikan Tetesan ASI

Seperti kita ketahu, bahwa bayi baru lahir, hingga berusia enam bulan seharusnya tidak mendapatkan asupan nutrisi lain selain dari ASI. Hanya ASI saja yang sebaiknya masuk dan dikonsumsi oleh bayi. Hal ini karena kita ketahui bahwa ASI adalah makanan terbaik dan obat segala obat yang terbaik buat bayi. Terutama bagi bayi baru lahir. Jadi kita cukup meneteskan ASI ke mata bayi.

Lakukan seperti biasa saat kita menyusui bayi. Sebaiknya dilakukan setelah bayi menyusui, sehingga setelah ditetesi bayi bisa langsung tertidur dan istirahat, sehingga khasiat ASI akan bekerja dengan baik dan cepat. Dosis tetesannya, cukup satu tetes untuk mata kanan dan satu tetes lagi untuk mata kiri. 

Konsultasi Ke Dokter Ahli

Saat itu karena baru habis melahirkan anak pertama, kami sebagai orang tua tentu sangat panik. Kenapa mata Nawra selalu mengeluarkan kotoran. Hal ini akan sama dirasakan oleh orang tua baru. Pasti akan mengalami hal yang sama dengan kami. Meski orang tua sudah menyarankan untuk meneteskan ASI ke mata bayi, Kami masih saja tak percaya. Untuk menghilangkan rasa cemas, maka kami pun pergi ke dokter spesialis anak dan berkonsultasi. Oleh dokter kami diberikan salep untuk dioleskan ke mata bayi. Warna salepnya putih bening. Cukup dioleskan dua kali sehari, setelah mandi. 

Saya, bertanya kepada  dokter, apakah boleh meneteskan mata bayi dengan ASI. Dokter pun membenarkan dengan alasan kurang lebih sama dengan perkataan ibu saya. Iyap, gak percayaan sih sama omongan Emak. Tuh, kan benar juga, dokter aja memperbolehkan.

Setelah pulang, kami malah tak jadi mengoleskan salep mata kepada Nawra, pertimbangannya malah kuatir bahaya. Takut bayi tidak nyaman lalu mengusap-usap matanya, kemudian masuklah salepnya ke mata cantik bayi kami. Kalo kejadian, bisa menambah masalah bukan? Jadi kami putuskan untuk meneteskan ASI saja. 

Si nenek, berseloroh, "Gak percaya sih, tapi ya gitu dek. Kalo gak ya gak lakulah obat dan layanan dokternya !"

Lalu kami menetesi mata bayi dengan ASI beberapa kali, lupa tepatnya berapa. Seingat saya, setiap bayi usai menyusui, saya langsung menetesi, dan dia pun tertidur. 

Kotoran bayi yang keluar itu kami lap dengan tisu basa dengan pelan dan setiap selesai dipakai langsung dibuang. Tidak dipergunakan berulang kali. Jika kebetulan tisunya habis. Maka kami menggunakan waslap khusus untuk bayi, yang kainnya lembut. Waslapnya terlebih dahulu dibasahkan. Lebih baik lagi jika dibasahkan dengan air hangat.

Alhamdulillah setelah beberapa kali ditetesi selama kurang lebih tiga hari . Belekannya berhenti. Memang dalam masa menetesi tersebut, kotoran yang keluar semakin sering. Ibarat kata setelah ditetesi, menjadi lancar dan keluarnya juga cepat.

Dan, kami siap berkata. Bye belekan dari mata cantik bayi kami. Terima kasih ya, Allah yang telah menganugerahi ASI, yang merupakan makanan dan obat segala obat bagi bayi. Terima kasih juga buat Ibu, atas pengalamannya. Sekarang pengalaman tersebut akan saya wariskan dan teruskan kepada anak cucu saya dan teman-teman saya.  

Salam 

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin