Menu

Sabtu, 30 Juli 2016

/
Assalammu'alaikum Wr. Wb

Apa kabar teman-teman semua, terutama sanak keluarga yang ada di Bengkulu. Saya mau berbagi cerita nih ketika menghadiri sebuah kegiatan Bengkulu Membaca. Sabtu, tanggal 30 Juli 2016. Kegiatan ini  diadakan di kelurahan Pasar Bengkulu di dekat jembatan Cinta.

Hmmm, gak tahu ya jembatan Cinta, itu dimana, hehehe. Itu loh, jembatan yang ada di pantai Muaro, di ujung pantai Zakat , jembatan yang bisa menghubungkan jalan ke daerah Rawa Makmur dan ke Universitas Bengkulu serta Sungai Hitam. Udah tergambarkan. 

Nah, kegiatan Bengkulu membaca ini, lokasinya tepat di dekat jembatan Cinta itu . Ada tugu dan tanah lapang yang biasa dipake buat orang-orang belajar nyetir. Yup, di sana tempatnya.


Ketika sampai di sana, saya di antar oleh suami, sekitar jam sembilan. Beliau tidak ikutan karena ada rapat di sekolah Nawra. Belum telat sih, masih sesuai jadwal undangannya. Kami diturunkan di dekat panggung utama, setelah diturunkan stoller. Maklum ada anak bayi yang ikutan nih, kami memilih duduk di bawah tenda yang berhadapan langsung dengan panggung utama. Biar enak, bisa luas memandang.

Oh, ya saya diundang kemari bukan ama panitianya, tetapi di hari jum'at sebelum acara ini, saya ditelpon oleh teman dari Kementrian Dikbud dan kami bertemu di TBM Putri Ayu. Saya diundang olehnya sebagai penulis dan penggiat literasi. Kebetulan sebelumnya saya juga sudah ikutan kegiatan sejenis ini , terakhir sih di Medan. Waktu itu saya mewakili Bengkulu dari komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) . 

Intinya sih, karena ini kegiatan literasi saya diminta hadir, ya untuk meramaikan dan mengikuti acaranya. Saya, ya pasti sukalah. 

Di panggung sempat terbaca, tajuk acara hari ini, Bengkulu Membaca, ada aneka lomba, sarasehan dan stand pameran. Pasti keren  acaranya. Semoga saja.  Yuk, duduk yang manis anak-anak. Kita tunggu saja acaranya akan segera dimulai. 

Saya celingukan mencari-cari tahu dan agak bingung juga sekaligus heran, ini tamunya kok sedikit sekali ya. Para pelajar juga sangat sedikit. Paling ada pelajar SMK 5 Pasar Bengkulu, yang kebetulan ada temannya yang ikut lomba membaca puisi. Lalu ada ibu-ibu yang berbaju kaos bertuliskan Gerakan Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M).

Sayang sekali, acara keren begini, sepi pengunjung. Hey, penonton ke sini dong, harap saya dalam hati. Ah, mungkin sebentar lagi mereka datang.


Para Tamu Dari Gerakan Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M



Tamu Para Pelajar

Waktu berlalu, acara segera akan dimulai. tapi kok tamunya gak nambah-nambah ya.  Saya jadi gemes banget. Para pelajar juga sangat sedikit. Para guru pada kemana nih, budayawan, penggiat literasi, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, kemana kalian semua!

Kayaknya kegiatan ini kurang sosialisasi deh, saya juga gak menemukan informasi kegiatan ini di sosial media. Gimana mau share , ini aja saya tahu dan bisa datang karena emang diundang via telpon. Sehari sebelum kegiatan. Saya diundang sebagai bagian dari penggiat literasi Bengkulu. Padahal sayang banget ya, mau bikin acara kayak gini, pasti udah mengeluarkan uang banyak kan. Sayang banget, harusnya. Manfaatnya bisa dirasakan ama orang banyak...Ah, sudahlah bisa stress ntar kalo mau dipikirin. Tanya kenapa aja deh ?
Pementasan Dol


Kunjungan Para Pejabat Ke Stand Pameran

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu

Penyerahan Secara Simbolis Buku

Tak berapa lama, acara segera dimulai. Diawali dengan pementasan dan pemukulan Dol di atas panggung. Lalu dilanjutkan dengan para tamu , ada pejabat daerah, pejabat Diknas, Kepala Kantor Bahasa Bengkulu dan para panitia yang mulai keliling mnegunjungi stand yang ada. Lalu sampai di panggung utama, mereka berfoto bersama. Ada yang menyerahkan secara simbolis buku . Tak berapa lama setelah para awak media mengambil gambar mereka. Para pejabat itu lanjut lagi untuk mengunjungi setiap stand yang ada sampai selesai. Denah lokasi standnya berbentuk huruf U. 

Ada yang menarik, pas ngobrol ama para wartawan, mereka juga heran. Ini acara kok sepi dan gak hidup banget ya, tanya kenapa. Saya cuma curhat sedikit dan nyengir kuda. Mereka juga curhat,la kok bisa. Saking herannya, jadi pada curhat.







Para peserta standnya, banyak dari pengelolah PKBM , Taman  Bacaan Masyarakat (TBM), Kursus-kursus, Sekolah-sekolah. Mereka menyajikan dan menyiapkan standnya dengan semenarik mungkin . Banyak pajangan yang menarik dan unik. Supaya bisa  mengundang orang untuk melihat. Termasuk saya.

Keren Banget, Ruang Baca Anak
Kreatif,  Ruang Baca Anak
Kreatif, Ruang Baca Anak

Isi standnya yang dari PKBM,sangat menarik. Terutama untuk inspirasi bagi para guru atau orang tua dalam mendorong dan menumbuhkan minat baca terhadap anak-anak. Dengan desain ruang baca yang kreatif, penuh warna-warni dan dilengkapi juga dengan meja , tenda, kursi yang di desain sesuai dengan selera anak.
Anak-anak saya sangat suka.

Salah Satu Pengelolah PKBM
Pengelolah PKBM dan TBM Kapuas Indah

Para pengelolah PKBM juga sangat bersemangat untuk menjaga dan mempromosikan stand mereka. Saya sempat bertanya kepada mereka, dalam menyiapkan stand ini mereka rela sampai malam. Kenapa buru-buru, tanya saya. Kata mereka karena baru dihubunginya buru-buru juga. Wuiih, hebat ya mereka mau berkorban tenaga dan waktu. Ini semua mereka lakukan agar setiap pengunjung yang datang mendapatkan informasi yang baik. Lanjut berminat untuk mempercayakan anak mereka bersekolah atau belajar, mencari ilmu di PKBM yang mereka kelolah. Pokoknya agar dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pengunjung.


Ini Mobil Truk Terbuka Yang Disulap Menjadi Perpustakaan Keliling

Iyap, Ada Buahnya, Segar Sekali

Bukunya Keren Banget, Warnanya Menarik

Untuk stand buku-buku dibuat semenarik mungkin. Disusun rapi dan diberi hiasan yang sangat menarik. Warna yang menarik. Membuat saya jadi ingin segera mengajak anak-anak untuk duduk dan membaca di sana. Pokoknya keren banget deh, saya sangat senang melihatnya.  Saya jadi betah berlama-lama di sana. Terima kasih ya para pengelolah yang sudah bercapek-capek menyiapkan semua ini

Aneka Makanan Khas Bengkulu


Baju Penganten Khas Bengkulu

Barong Landong, Boneka Khas Bengkulu

Rumah Khas Bengkulu


Selain itu, isi standnya juga dilengkapi dengan aneka produk makanan dan barang-barang khas Bengkulu. Ada juga barang kerajinan, kesenian, sosial budaya, sampai bangunan rumah khas Bengkulu. Pokoknya yang berbau Bengkulu banyak dijumpai di sini. Ada juga produk kerajinan tangan, produk daur ulang.

Tudung Saji

Manisan Batang Pisang

Rendang Pisang

Aneka Produk Daur Ulang
Selain  memajang aneka barang yang berkaitan dengan khasanah budaya Bengkulu. Ada juga yang memajang dan mempromosikan aneka produksi kreatif , piagam penghargaan, prestasi yang sudah diraih di stand mereka masing-masing. Misalnya saja, dari stand SMA Negeri 4 Bengkulu, ada yang mempromosikan hasil karya siswanya dalam mengelolah pisang untuk menjadi makanan. Ada rendang pisang dan manisan batang pisang. Saya jadi kagum melihatnya.

Lomba Puisi

Juri Lomba Puisi

Lomba Puisi, Satu-satunya Peserta Laki-laki
Setelah keliling -keliling melihat stand yang ada, di panggung utama segera di gelar lomba pembacaan puisi. Peserta puisi ini tak banyak, paling sekitar sepuluh peserta saja dan tidak dari semua sekolah yang ada. Saya perhatikan dengan seksama, semua peserta adalah pelajar setingkat SLTA. Terus di seberang di restoran Pondok Ambo digelar lomba membuat poster.

Sampai menjelang siang, sekitar jam dua belas. Jumlah pengunjung tidak bertambah, malah semakin sepi. Saya pun berniat untuk pulang. Apa lagi yang akan saya lakukan, keliling stand dan menikmati pembacaan puisi karya Chairil Anwar sudah dilakukan. Ya, tinggal pulang saja. Saya menelpon suami, minta dijemput.

Meski saya sempat kecewa karena tidak menemukan apa yang saya cari. Entah kenapa bagi saya kegiatan Bengkulu Membaca ini tidak hidup. Tidak melibatkan banyak potensi warga sekitar lokasi kegiatan. Para penduduk, para pelajar sekolah yang ada di sekitar kegiatan tidak hadir, atau mungkin lebih tepatnya tidak diundang,  kegiatannya juga tidak menunjukkan bahwa itu adalah kegiatan Bengkulu Membaca. Misalnya, kegiatan wakaf buku, bedah buku, bazaar buku atau apa kek yang berkaitan langsung dengan program Gerakan Indonesia Membaca. Yang otomatis berkaitan dengan buku.

Seperti kita ketahui bahwa Bengkulu, merupakan salah satu dari 31 titik di Indonesia yang dijadikan tempat untuk digelorakan menjadi sebuah daerah yang dicanangkan dalam Gerakan Indonesia Membaca di Indonesia. Dimana di daerah ini nanti dijadikan titik awal untuk berkembang dan mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan langsung dengan minat baca masyarakat. Agar warga di sekitar pencanangan kegiatan ini menjadi pintar, suka membaca, mempunyai keterampilan dan kecakapan dalam hidup. Sehingga keluarga, anak cucu mereka kelak mempunyai pengetahun, keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam meningkatkan kualitas hidup. 

Selanjutnya hal ini dapat ditiru daerah-daerah lainnya yang ada di Bengkulu. Jadi Bengkulu bisa lebih maju dong. Bukankah buku adalah jendela dunia.


Tamu Termuda, Baby Nasya




Saya dan Anak-anak

Meski begitu saya tetap berharap setelah ini, kegiatan Bengkulu Membaca tetap dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik. Akan banyak kegiatan yang digelar, kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan masyarakat dalam menumbuhkan minat baca masyarakat Bengkulu.

Meski kali ini sepi karena ketika saya share foto kegiatan Bengkulu Membaca ini ke sosial media banyak yang tidak tahu, padahal mereka juga kepengen lihat. Apalagi ketika saya share foto-foto standnya, teman-teman saya banyak yang bertanya dan pada gak tahu kalo ada kegiatan ini. Padahal mereka juga mau lihat standnya dong ya. Sekalian dapat informasi dan hiburan.

Satu hal yang saya nikmati di sana adalah  saya bisa piknik bersama anak-anak karena saya membawa serta ketiga anak saya ke sana. Ya, paling tidak anak-anak saya bisa melihat dan mendapatkan informasi, hiburan yang bagus. Anak-anak saya bisa bermain sambil belajar. 

Tetap semangat ya teman-teman dalam melakukan kegiatan Bengkulu Membaca yang lainnya, semoga lebih baik, lebih kompak dan lebih bermanfaat. Kegiatannya juga bisa disosialisasikan  ke publik, baik ke sosial media , blog, media massa atau media apa aja ya,  bahkan juah-jauh hari.

Salam

4 comments

sayang sekali , padahal sekarang kan sudah ada medsos ya buat woro2 kaalu ada kegiatan

Reply

Waah sayang sekali sosialisasinya kurang, mungkin perlu mengundang blogger bengkulu biar cepat tahu kan dishare di sosmed.

Reply

iya bener sayang banget...

Reply

harusnya jd rame ya say, sayang betul

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin