Menu

Rabu, 01 Juni 2016

/
 

 Panduan Cara Memotong Kuku Bayi Baru Lahir

Assalam mu'alaikum Wr.Wb

Apa kabar teman-teman semua, terutama momi cantik yang sedang sibuk dengan baby imutnya sama kayak saya. Sama seperti momi yang lain, mempunyai bayi entah cowok atau cewek merupakan suatu kebahagian tersendiri. Rumah akan terlihat rame dan selalu seru.

Saya sudah mempunyai anak perempuan dua orang, ditambah satu orang lagi yang jaraknya gak begitu jauh. Tentu saja semakin membuat suasana rumah riweh. Apalagi anak ketiga saya, dengan adik bayinya yang baru ini sebenarnya sangat sayang. Cuma cara dia mencurahkan rasa sayang itu kadang bikin kuatir. Kalo sedang mencium baby Nasya, Kanga Athifah (kakak tengah) suka berlebihan . Kadang sembari menekan kepala baby Nasya. Duh, saya jadi greget banget, mau dimarahin ya gimana. 

Belum lagi kalo mencium itu Kanga Athifahnya harus komplit, kalo gak dia bisa marah dan ujung-ujungnya nangis. Cium pipi kiri kanan, kening dan pipir. Semua harus dilakukan kalo sedang mencium baby Nasya. Saya yang di dekatnya suka dibuat deg-degan.

Tapi meski begitu Kanga Athifah orangnya jauh lebih perhatian dibanding dengan kakak tertuanya. Nawra sebagai anak pertama kadang agak cuek dengan adik-adiknya dan kondisi atau situasi yang ada. Kanga Athifah kalo sedang baik bisa saya andalkan untuk menjaga atau membantu mengurusi baby Nasya. Misalnya saya bisa minta tolong ambilkan celana ganti saat baby Nasya pipis. Mengambil minyak telon, menyimpan perlengkapan mandi baby Nasya. Pokoknya lebih enak dimintai pertolongan dibandingkan kakak Nawra.

Sampai suatu hari, Kanga Athifah saya mintai untuk menjaga adiknya sebentar di kamar. Kebetulan ada paket barang yang datang. Setelahnya saya membuka paket yang baru datang tersebut. Alhamdulillah pesanan mainan anak-anak untuk teman-teman saya sudah pada datang.

"Meme, sini coba tenggok!" teriak Kanga riuh dengan suara cadelnya

"Bentar, sedikit lagi. Meme beresin ini dulu ya. Emangya ada apa?"

Bola mata Kanga yang baru berusia tiga tahun itu, seolah berputar-putar di depan saya. Melihatnya saya jadi senang banget, lucu juga.

"Pipi adek Nasya luka! Kukunya tajam" jelas Kanga terbatah-batah.

Saya segera bergegas masuk ke kamar dan memeriksa wajah baby Nasya. ternyata benar, ada baret kecil sekitar dua centi di pipi kanannya yang gembul. Duh, pasti kena kukunya. Saya lihat sarung tangan baby Nasya sudah terlepas. Cepat banget lepasnya, padahal cuma ditinggal sebentar.

"Kanga ya yang lepasin sarung tinju adeknya ya?" tanya saya lembut

'Idak Meme!" jawabnya cepat dan tegas dengan logat Bengkulu.

Saya pun memeriksa kuku baby Nasya dengan teliti. Memang sejak lahir, 15 Mei 2016 yang lalu. Baby Nasya belum ada sekalipun saya potong kukunya. Suka lupa sih, apalagi kalo sudah pakai sarung tinju, hehehe. Istilah sarung tinju itu diberikan Kanga Athifah loh.

Pernah saya sudah niat, mau potong kuku baby Nasya saat berusia dua pekan dan mau saya potong pada jumat kedua setelah dia lahir. 

Sebenarnya memotong kuku bayi baru lahir tidak rumit. Cuma perlu keberanian, soalnya kukunya kecil banget. Apalagi saya pernah mempunyai pengalaman yang kurang mengenakan saat memotong kuku Kanga athifah dulu. Jadi ketika mau memotong kuku baby Nasya, saya jadi maju mundur. Kuatir pengalaman yang dulu terulang kembali. Tetapi kalo bukan saya yang memotongnya, ya siapa lagi. Kita para momi, kudu harus bisa segala bisa ya, hehehe.

Oleh karena itu untuk memotong kuku baby Nasya kali ini ada beberapa hal yang harus saya persiapkan , agar kejadian yang dulu gak terulang lagi. Dulu saya sempat potong kuku Kanga Athifah sampai berdarah. Duh, sedihnya. Kalo ingat kejadian itu saya bisa menangis nyesek banget dan menyesal, makanya kali ini saya harus menyiapkan semua hal dan melakukannya lebih berhati-hati lagi.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk memotong kuku bayi baru lahir, di antaranya  adalah :

1. Jadwalkan memotong kuku pada hari Jumat. Karena banyak kebaikan dan berkah yang akan kita dan bayi dapatkan saat memotong kuku di hari jumat.

2. Siapkan alat potong kuku yang tajam dan ukurannya tidak terlalu besar

3. Potonglah kuku bayi pada pagi atau siang hari. Hindari untuk memotong kuku pada sore hari apalagi malam hari. Kuatir kondisi cuaca yang gelap sehingga dapat mengganggu penglihatan kita saat memotong kuku

4. Pastikan bayi sudah mandi dan wangi, supaya lebih nyaman dan tak rewel

5. Berikan ASI atau Sufor dan pastikan bahwa perut bayi kenyang sehingga bayi tak rewel dan nyaman. Tak rewel karena merasa lapar.

6. Usahakan memotong kuku saat bayi dalam kondisi tertidur. Hal ini akan memudahkan saat memotong kuku karena bayi tidak banyak bergerak dan tenang sehingga kita bisa lebih nyaman untuk memotong kukunya.

7. Posisi bayi saat dipotong kukunya, Boleh tertidur di atas tempat tidur atau kalo sedang ada yang membantu menggendong, akan lebih baik. Jadi bisa membantu mengkondisikan.

8. Mulailah memotong kuku dari kuku kanan. Kabaikan dan keberkahan jika kita memulai banyak hal dengan mendahukan bagian tubuh yang kanan, seperti kuku kanan duluan.

9. Bacalah bismillahirrahmanirrahim dan doa agar menjadi tenang dan yakin, saat memulai pertama kali memotong kuku.  

10. Kumpulkan potongan kuku dan satukan dalam suatu tempat. Buang ke tempat yang baik, jangan berserakan. Lebih baik lagi jika bisa dikuburkan.

Nah, itu dia momi kece beberapa hal yang perlu kita persiapkan saat hendak memotong kuku bayi baru lahir. Kapan dan berapa lama jarak sejak dilahirkan kuku bayi baru lahir dipotong itu tergantung masing-masing kita. kadang dipengaruhi juga olah ada istiadat, tradisi keluarga dan keyakinan masing-masing.

Yang paling utama sih, yang mau memotong kuku bayinya kudu tenang dan rileks, supaya gak tegang dan gak berefek buruk. Pelan-pelan saja melakukannya, gak mesti dihabiskan atau diselesaikan saat itu juga.

Salam momi kece, semangat ya !
6 comments

Jadi inget waktu dulu gunting kuku anak-anak saya waktu masih bayi. Memang harus hati-hati ya Mbak.. pernah saya gak sengaja mengenai kulitnya, anaknya sih hanya nangis sebentar, tapi sayanya merasa bersalah sekali hiks..hiks... :(

Reply

Kalau saya mah mbak belum pernah lihat bayi yang digunting kukunya karena kebanyakan sudah berusia bulanan kayanya masih ketakutan mungkin mbak karena terlalu kecil kukunya jadi menunda untuk melakukan gunting kuku.

Reply

aku pernah sekali motong kuku anak bungsuku yang masih bayi.. eh.. berdarah... duh... nyeri dan ngilunya sampai ke dalam hati rasanya.. sampe jantungku ikut ngilu... nangis aku... padahal bayinya tenang-tenang aja.. cuma kaget sebentar... akhirnya aku jadi trauma dan sempat nggak berani motong kuku dia lagi.

Reply

nah, saya juga pernah mnegalami hal itu mba, makanya sekarang harus hati2..nyesek bgt kalo ingta itu

Reply

sebagian orang emang begitu, membuarkan saja dulu sampai agak beberapa bulan. tapi kasihan anaknya, masa pake sarung tangan terus, hehehe

Reply

emang bayinya gak seheboh kita ya mba ade, cuma kebayang kan itu pasti sakit dan berdarah pasti pedih...cuma dia gak bisa ngomong aja.

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin