Menu

Senin, 02 Mei 2016

/

3 Tempat Melahirkan Yang Paling Nyaman
 
Sebuah telepon masuk, saya segera angkat. Nomer baru, belum terdata di hape saya.

"Hello, Assalammualaikum" jawab saya singkat.

Lalu obrolan segera merambat kemana-mana. Maklum kami jarang bertemu langsung, apalagi sejak hamil.

Saya memasuki usia 9 bulan kehamilan dan tinggal , menunggu hari untuk melahirkan. Sedang dia baru masuk usia ke 7 bulan. 

Dia bertanya, rencana saya akan melahirkan dimana? dan apa saja yang harus saya persiapkan mendekati mau persalinan tersebut. 

Sama halnya dengan dia, meski ini adalah kehamilan keempat. Saya juga merasakan degdegan seperti dia

Pertama, Saya akan melahirkan di rumah sakit

Saya sudah melakukan pemeriksaan dan kontrol ke dokter kandungan yang bekerja di rumah sakit tersebut. Ya, paling tidak data saya sebagai pasien sudah ada di sana dan mereka bisa melihat catatan riwayat kehamilan saya. 

Saya memilih rumah sakit Ummi yang terletak di jalan Hibrida. Pilihan untuk melahirkan di rumah sakit agar kondisi darurat akan cepat diambil dan bisa segera diberikan solusinya. Mengingat peralatan di rumah sakit lebih lengkap dan tenaga medisnya banyak. 

Namun, ada catatannya bahwa jika ingin melahirkan normal. Jika tanpa rujukan. Maka kita akan diterima sebagai pasien di IGD terlebih dahulu dan kondisi pembukaan sudah 3/4. Atau sudah mau lengkap. Nanti bidan dan perawat yang akan mengurusi kita sejak awal. Lalu ketika mau dekat waktu persalinan baru dokternya membantu proses persalinan

Kondisi yang banyak dikeluhkan melahirkan normal di rumah sakit apalagi dengan layanan BPJS. Banyak dokter yang tidak sabaran menunggu proses persalinan normal sehingga akhirnya banyak yang dilakukan tindakan operasi. Info ini banyak beredar di masyarakat dan membuat sebagian orang kuatir bersalin di rumah sakit.

Info yang berkembang juga karena honor atau fee buat dokternya lebih besar jika melakukan tindakan operasi daripada persalinan normal. Nah, untuk info yang ini bisa jadi benar bisa juga gak ya, hehehehe.

Kedua, Saya Akan Melahirkan Di Klinik Bidan BPJS

Biaya persalinan cukup mahal juga. Oleh karena itu dengan memanfaatkan layanan bidan BPJS menjadi salah satu solusinya. Apalagi kita melahirkan tidak setiap tahun. Tetapi membayar setiap bulan, bener kan!

Lalu yang harus dilakukan adalah sebelumnya kita melakukan pemeriksaan dan kontrol di klinik bidan tersebut. Hal ini juga penting agar si bidan punya data dan riwayat kehamilan kita.

Saat kontrol kita akan diberikan atau bertanya bagaimana teknis melahirkan dengan beliau. Biasanya kita diminta membawa kartu BPJS yang asli dan fotokopiannya serta kartu identitas lainnya yang masih berlaku. Sebaiknya semua kartu tersebut sudah kita fotokopikan. Agar nanti tidak repot

Catatannya, carilah bidan BPJS yang dekat dan dikelolah oleh bidan yang senior karena dengan pengalaman yang banyak akan membuat kita lebih percaya diri bersalin dengan beliau. Tempat yang dekat juga akan membantu kita untuk segera mendapatkan tindakan pada saat kondisi darurat. Misalnya, malam hari. Minta dan catatlah nomer hape bidan atau kliniknya. Sehingga jika terjadi apa-apa kita bisa segera menghubunginya.

Ada juga loh, bidan yang mau dipanggil membantu kita melahirkan di rumah.

Kali ini saya sudah memeriksakan diri ke bidan Yen yang mempunyai klinik di Kelurahan Bajak, sangat dekat dari rumah. 

Ketiga, Saya Akan Melahirkan Di Klinik Bidan Pribadi

Saya juga sudah melakukan pemeriksaan di klinik bidan pribadi ini. Memang beliau tidak menerima layanan BPJS. Jika ingin mendapatkan layanan BPJS maka beliau akan merujuk ke rumah sakit.

Di klinik bidan pribadi ini tempatnya memang lebih besar daripada klinik bidan BPJS. Kamarnya pun besar dan ada Ac-nya. Ruang tunggu keluarga dan pelayanannya juga besar. Keluarga yang menunggui juga akan nyaman. Suasananya juga kekeluargaan, berasa di rumah. 

Biaya persalinan diklinik bidan pribadi ini, bisa sampai sekitar tiga jutaan. Anak ketiga kami Athifah melahirkan di sini juga di tahun 2013. 

Memang bidannya senior dan sabar sekali. Saya benar-benar enjoy dan disupport oleh beliau untuk kuat dan ikhlas. Layanannya juga bagus, makanannya juga. Bahkan sorenya karena saya melahirkan normal, beliau ikut mengantarkan saya pulang. Sewaktu anak kami di akiqah pun beliau datang. Jadi memang sudah seperti keluarga. 

Lokasi kliniknya di belakang gedung Balai Buntar, lumayan jauh sih dari rumah saya. Agak repot jika tidak punya mobil karena letaknya yang jauh. 

Jika persalinan normal, baik di rumah sakit, klinik bidan BPJS dan klinik bidan pribadi setelah enam jam setelah observasi maka pasien diperbolehkan untuk pulang.

Nah, buat para mommi yang sedang merencanakan dimana tempat melahirkan yang nyaman. Maka ulasan saya tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan. 

Semoga persalinannya lancar, sehat dan normal saja ya. Mari kita saling mendoakan. Semangat ya Bumil.


17 comments

kalo saya dua2nya anak saya dilahirkan di RS tempat praktek dokter yg menangani kehamilan sejak awal :)

Reply

Aku lebih milih di klinik pribadi bidan, mba, alhamdulillah sudah nemu bidan yg cocok di hati hehe. tapi bayarnya gak pake bpjs atau asuransi, uang pribadi saja.. semoga kita lancar yaa mbaa.. aku baru 33w :)

Reply

dulu saya melahirkan di rumah Mba :)
selamat menantikan datangnya hari persalinan yah Mba Milda, semoga semuanya dilancarkan, amin..

Reply

Saya gak berjodoh Mba, ama dokternya... pas kejadian, pas dia lagi gak ada, jadi kahirnya ke bidan aja

Reply

iya, klinik pribadi bidan lebih nyaman ya Mba, meski keluar uang

Reply

wah,saya belum pernah melahirkan di rumah Mba

Reply

Semoga lancar persalinannya ya mbak... Semua sehat dan segera pulih. Soal pengalaman melahirkan, saya lbh safety di RS mbak..krn ada tenaga medis, alat2 dan obat2an yang standby 24 jam

Reply

Memang benar ya mba, kalau di klinik pribadi milik bidannya, rasanya nyaman. Karena saya pernah jenguk tetangga yang bilang kalau prosesi melahirkannya dibantu dengan sabar oleh bidannya

Reply

aamiin, terima kaish doanya

benar, lebih bisa cepat tanggap ya mba, solusi juga cepat

Reply

iya, pelyanan prima sepertinya yang mereka tawarkan Mba...jadi bikin kita nyaman

Reply

mbak saya mau nanya..katanya kalau mau melahirkan Normal tanpa ada nya indikasi bahaya pd kehamilan dan kita ingin melahirkan di rumah sakit Makan kita tidak bisa menggunakan Bpjs?apa benar mb..mksh sebelumnya dan salam kenal mba..

Reply

mba saya mau nanya..ada yg bilang katany jika ingin melahirkan normal dan menggunakan kartu Bpjs maka kita tdk bisa melahirkan di Rumah sakit..kecuali jika ada keadaan darurat tertentu,.apa benar mb?mkhs mb sblmny dan salam kenal..

Reply

Setahu saya gak begitu ya.. di rumah sakit bisa saja melahirkan , saya melahirkan normal dan gak ada indikasi. silakan baca cara saya melahirkan di rumah sakit dgn BPJS,

Hanya saja, jika kita belum pernah periksa dg salah satu dokter di rumah sakit itu, maka ketika akan melahirkan di rumah sakit kita harus membawa surat rujukan bidan.

Mba, silakan cek tulisan saya mengenai pengalaman di rumah sakit dengan BPJS di blog ini, semoga bisa memberikan wawasan

Reply

iya mba udh saya baca..saya belum pernh periksa sma dokter di sana..saya slama hamil periksa sama dokter Dedy mba,dia salah satu dokter di rumah sakit ummy juga tp waktu saya periksa di tempat praktekny bukan di rumah sakit ummy nya..Usia kehamilan saya Masuk 8 bulan mba..Apa saya Nanti Periksa Ke dokter Rumah sakit Ummy aja ya mba,saya rencana Mau usg lg mba..Apa ke sana aj mba..Biar nanti gx ribet minta Surat Rujukan dari bidannya mba..Biar bisa Langsung Kaya mba..Mksh ya Mba responnya..

Reply

Waktu saya memilih alternatif mau melahirkan ke rumah sakit, sebelumnya saya bertanya soal prosedur. jadi saran tenaga kesehatan di sana ya begitu mba. Kita periksa dulu dgn salah satu dokter di sana, sehingga data kita nanti sudah ada di sana. jadi pas mau melahirkan di IGD ditanya pernah periksa ama dokter siapa. Nah, dokter itu nanti yang akan mmebantu kita saat melahirkan.

Saya pernah sekali periksa di sana, pas kehamilan 8 bln sama dokter violita. jadi pas persalinan , alhamdulillah normal ya dibantu sama dokter violita. Kalo pun semisal di operasi juga akan dibntu ama dokter violita.
Di Ummi, ada 3 dokter ceweknya, dokter Dini, Fatma dan Violita...selain di Ummi mereka jg punya praktik sendiri.

oh, ya nanti pas mau melahirkan kalo normal, semua perawatan kita diurusi ama bidan, pas mau melahirkannya baru dipimpin ama dokter. kecuali pada saat itu dokternya sedang kondisi darurat, semisal ada operasi.

Saya doakan Mba melahirkan normal ya dan dibantu dokter cewek aja deh, hehehe
aamiin

Reply

gitu y mba wlaupn kita periksany gx dari awal kehamilan gx masalah ya mba..Mba puny no tlp utk daftar sama dokter violitany mba..aamin mbaa emang berharap normal mba hehe..anak pertama saya mba jd blm pengalaman soal prosedur persalinanny hehe..iyaa mba smoga sma dokter cewk ya mba..

Reply

iya gak masalah, saya cuma sekali periksa ama dokternya.

dokter violita, jadwal praktiknya sabtu, jam 2 siang. Tinggal datang aja ke sana karena gak melayani pendaftaran via telp.

semangat ya, semoga dimudahkan...aamiin

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin