Menu

Selasa, 02 Februari 2016

/






    Kali ini saya mau membahas dan diskusi mengenai apa saja yang menjadi komponen yang ada di kawat gigi. Hal ini perlu diketahui sebelum kita mengetahui cara perawatan kawat gigi tersebut.

     Sebelumnya anak saya Nawra, usia 9 tahun direkomendasikan dokter untuk memakai kawat gigi. Memang masih kecil sih, tetapi ternyata memakai kawat gigi juga diperbolehkan bahkan dianjurkan sejak dini, sejak diketahui bahwa gigi sudah bermasalah.

Baca di sini ya, usia berapakah anak bisa memakai kawat gigi.




Lalu setelah merasa yakin dengan usia anak yang siap memakai kawat gigi, maka kita juga harus mengetahui berapa lama sih sebenarnya pemakaian kawat gigi tersebut, apakah hanya sebentar atau selamanya.

Jika masih bingung, bisa juga baca informasinya di link di bawah ini ya supaya dapat informasi mengenai berapa lama memakai kawat gigi dan apakah bisa dilepas jika sudah dipasang.




Setelah kita mengetahui dan paham mengenai semua itu, ada baiknya sekarang kita mengenal dan mengetahui apa saja komponen kawat gigi tersebut.

Ada pun komponen kawat gigi terdiri dari :

Pertama ,kotak-kotak kecil di sepanjang kawat ortodontik sebagai penahan di depan tiap gigi yang bertujuan membuat deretan gigi menjadi sejajar. Kotak ini dapat terbuat dari baja, titanium, polikarbonat, keramik, atau plastik berwarna.

Kedua, cicin ortodontik berbahan baja atau titanium yang membungkus atau mengelilingi gigi. Cincin yang berwarna-warni atau transparan biasanya lebih mahal dibandingkan yang terbuat baja. Cincin ini menjadi penyambung antara satu kotak dengan kotak lain pada tiap gigi. Namun tidak semua pasien perlu menggunakan cincin ortodontik. Beberapa orang hanya memerlukan kotak-kotak kecil tanpa cincin ini.

Ketiga, kawat lengkung menyatukan kotak-kotak kurung dan memandu arah pergerakan gigi. Kabel lengkung dilekatkan dengan kotak-kotak dan pengikat berupa cincin karet. Kabel ini terbuat dari nikel, tembaga, atau titanium. Bahan- bahan ini lebih elastis dan fleksibel dibanding baja, sehingga lebih mudah disesuaikan.

Keempat, aksesori pendukung lain.

          Selain itu kawat gigi juga memiliki komponen tambahan lain , seperti

Alat fungsional
Sepasang kawat plastik lepas-pasang yang dipadukan dan ditempatkan pada gigi bagian atas dan bawah. Dapat digunakan untuk menangani masalah posisi rahang atas atau rahang bawah yang tidak sejajar dengan gigi atas atau bawah. Alat ini harus digunakan sepanjang waktu untuk mendatangkan manfaat maksimal dan hanya dilepas saat makan dan saat dibersihkan.

Headgear
Pengait yang tersambung dari kawat gigi ditempatkan pada kepala untuk menarik posisi gigi depan. Pengguna tidak dapat makan atau minum saat mengenakan headgear. Biasanya alat ini digunakan saat tidur atau beberapa jam di malam hari.

Retainer
Retainer biasanya digunakan menjelang akhir masa perawatan dokter ortodonti. Retainer berfungsi menstabilkan posisi baru pada gigi, gusi, dan tulang, termasuk mencegah posisinya kembali seperti semula. Alat ini dapat bersifat permanen atau lepas-pasang. Posisi gigi yang akan terus berubah dari waktu ke waktu sebagai proses alami membuat retainer mungkin perlu digunakan pada beberapa waktu dalam sehari.

Kawat tidak tampak
Ada juga kawat lingual yang tidak tampak dari luar dan ditempatkan pada bagian belakang gigi. Kawat ini berbiaya lebih tinggi dari jenis lain.

          Oke ya, kita sudah mengetahui apa saja yang menjadi komponen dari sebuah kawat gigi. Jadi lebih tahu kan, sehingga gak lagi bingung. Iya. Saya juga menjadi lebih asik belajar mengenai kawat gigi ini sehingga jika nanti Nawra akan memakai kawat gigi, kami tidak kebingungan lagi.

          Setelah mengetahui komponen dan alat tambahan kawat gigi ini selanjutnya saya akan mencari tahu dan belajar mengenai perawatan kawat gigi dan sebaiknya apa yang harus dilakukan saat sudah memakai kawat gigi. Tentu saja tidak mudah beradaptasi dengan mulut yang ada kawatnya. Baik saat bicara atau makan. Saya gak mau Nawra nanti malah jadi tambah kurus karena takut makan. Disebabkan takut kalo makanannya menyangkut di kawat gigi atau susah membersihkannya, hehehe.

          Bisa jadi juga Nawra akan mengalami puasa ngomong karena kuatir mengalami kesakitan jika banyak bergerak mulutnya, hehehe. Nnati kita diskusi dan bahas juga ya, apakah sakit memakai kawat gigi?
          Oleh karena itu, supaya gak kejadian saya dan Nawra harus mengetahui banyak hal mengenai hal tersebut. 

          Nanti kita lanjutkan lagi ya diskusinya, terima aksih teman-teman yang sudah membrikan masukan dan tambahan informasi. Terima kasih atas komentarnya teman-teman semua. 



Sumber gambar google
         

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin