Menu

Sabtu, 09 Januari 2016

/


Perpanjangan SIM itu Cuma Boleh Telat
Sampai Dua Bulan Saja



        Dari kejauhan tangan pak Polisi melambai-lambai, mengarahkan agar motorku menepi. Hmmm, bakal kena tilang nih, bisikku. Motor segera kuperlambat dan kupinggirkan sedikit.

          “Selamat siang Bu, boleh saya liat Sim dan surat dan surat motornya” sapa pak Polisi sembari memegang motor saya.

          Dengan tergopoh saya mengeluarkan SIM dan STNK motor. Dengan seksama Polisinya membaca dan memeriksa.

          “Sim-nya sudah mati ini Bu!” sembari memberikan kepada saya
Saya memeriksa dan membacanya dengan detil. Tertera di sana masa berlaku 15 Mei 2015. Jantung saya berdegub kencang. Bakal kena tilang ni, duh , keluar duit lagi. Mana saya mau mengajar. Hari sudah menunjukkan pukul 09.30. masih tersisa waktu 30 menit lagi untuk sampai di sekolah. Menuju daerah Tebeng.

          “Oh, alah pak. Saya pikir tahun depan habisnya. Soalnya angka tahunnya mirip.”

          Pak Polisi tersenyum, “Udah Bu, diurus aja perpanjangan Sim-nya”

          Oh, alhamdulillah saya gak kena tilang. Mendadak cuaca di sekitar Simpang Jam yang tadinya panas seketika menjadi sejuk dan adem. Saya meninggalkan  kerumunan Polisi tersebut dengan perasaan lega.

          Setelah mencari informasi, kata temen mengurus perpanjangan Sim tersebut bisa dilakukan di BIM saja. Biayanya sekitar Rp. 125.000. Saya akhirnya memutuskan untuk ke Samsat Corner yang berada di salah satu ruko di Bencoolen Indah Mall. Karena katanya prosesnya tak lama, saya mengajak anak-anak juga ke sana sekalian ntar main ke Mol mumpung liburan sekolah.

          Syarat mengurus perpanjangan SIM cuma membawa SIM yang lama saja. Saya mengajak anak-anak masuk ke ruangan Samsat. Terlihat beberapa petugas. Mereka bertanya, keperluan saya. Saya menyerahkan Sim yang mati tersebut.

          “Wah, SIM –nya udah mati Bu. Batas matinya juga udah lama. Kalo mau nerusin perpanjangan SIM, maksimal batas matinya hanya dua bulan saja. “

          “Jadi pak?”

          Bapaknya tersenyum, “ Ya, gak bisa di urus di sini. Ibu harus ke polres lagi mengurusnya”

          “Ke Polres Pak? “ tanya saya menyakinkan

          Bapak yang di sebelahnya ikut bicara, “Iya Bu, ke Polres. Caranya juga mudah. Syarat yang dibawa Cuma fotokopi SIM lama satu lembar dan fotokopi KTP dua lembar”

          Seketika saya lemas, ya harus ke Polres lagi. Terbayang cara pengurusan SIM lima tahun yang lalu. Duh, repotnya apalagi jika harus membawa anak-anak. Ya, sudah hari ini jalan-jalan ke Mol aja dulu deh.

          “Hayuuk, kita ke Hypermart aja, gak jadi bikin SIM-nya” ucap saya sembari mengajak anak-anak masuk ke dalam Mol

          Segera saya menelpon Babanya anak-anak untuk memberi kabar, “Gak jadi Ba, perpanjangan SIM-nya, karena batas matinya udah lama. Kalo mau perpanjangan di sini, hanya dilayani sebelum habis masa berlakunya atau maksimal sudah dua bulan mati”

          “Ya, sudah, nanti di urus aja lagi besok atau lusa di Polres. Sekarang ajak aja dulu anak-anak bermain di Mol” ucap Baba dari seberang.

          Saya menatap wajah manis Nawra dan Athifah mereka berdua terlihat riang sekali ketika saya ajak keliling Mol. Bermain, makan dan minum. Mereka gak ngerti kalo Meme-nya sedang galau, hehehe.

          Eh, ngapain galau ya, nikmati ajalah waktu bermain dan bersama anak-anak. Soal urusan SIM ntar aja mikirnya. Toh, semua masih bisa diurus dan ada jalan keluarnya. Jangan sampai hari ini gagal bikin Sim gagal pula menyenangkan anak-anak. 

          Sejak kejadian itu saya menyampaikan informasinya kepada semua anggota keluarga, supaya lebih waspada dan sesekali mengecek  SIM dan STNK kendaraan. Kapan habis masa berlakunya. Misalnya dengan menuliskan hal tersebut di alarm Hape. Di tempel di papan pengumuman di rumah. Tempel di meja kerja dan lain sebaginya.  Agar tidak kejadian seperti saya, kalo sudah kejadian repotnya dan belum lagi biayanya. Kerena kalo SIM sudah mati, biayanya ya sama seperti mengurus baru lagi. Berbeda jauh biayanya kalo cuma melakukan perpanjangan. Belum lagi soal waktu yang harus kita siapkan, benar-benar jauh berbeda. Urus perpanjangan SIM paling cuma butuh waktu 15 – 30 menit saja.

          Oleh karena itu, lebih baik waspada ya teman-teman.
         
         

         
6 comments

Hihi, senyum2 saya bacanya, Mba Milda. Ngebayangin yg ada di pikiran Pak Polisinya, 'aduh, Bu, masak SIM udah mati aja Ibu ga tau, ga pernah dicek apa?' Haha.
Etapi, polisinya baik, ya, Mba? Coba kalo semua polisi kita kyk gini, pasti adem negeri ini. Hehe.

Yang penting, niat hati bawa anak2 hepi2 di mal terlaksana, ya, Mba. :)

Reply

Sekarang udah diurus belon simnya? Hehe

Reply

Aku gak punya SIM. :D

Reply

hehehe, Mba Alaika, tapi benaran saya gak tau loh kalo udah mati. makanya auranya dapat ke pak polisinya, bahwa saya jujur.

Iyap, hari itu jadinya saya nyenengin anak2 aja

Reply

Belum diurus Mba Ade, pas kuceritakan ama Babanya anak-anak. Kata dia urus SIM mobil aja deh, biayanya beda tipis, hehehe

Reply

Hehehe, iya ke Mba, surat izin mengomenin (SIM) juga kan

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin