Menu

Selasa, 26 Januari 2016

/


Salah Satu Halte Di Kawasan Kantor Walikota Bengkulu

Pernah melihat halte di simpang limo Bengkulu atau yang lebih dikenal sekarang dengan nama Simpang Ratu Samban. Ke arah Jalan Padang Jati dan S. Parman ada beberapa buah halte yang berdiri di depan kantor Walikota dan Kejaksaan. Dan di depan kantor Walikota ke arah Simpang Jam. Terus lurus ke arah Jalan S.Parman ada sebuah halte di sana. 

Pernah melihatkah, halte tersebut difungsikan. Atau berfungsi sebagaimana mestinya. Tempat menunggu mobil atau tempat berhenti mobil angkutan umum. Untuk kota Bengkulu, kita masih menggunakan istilah angkot. 

Saya pernah melihat beberapa kali sekelompok pegawai berpakaian putih-putih sedang duduk di sana. Sepertinya mereka sedang menunggu mobil jemputan .

 Saya seringnya melihat jalur jalan di depan haltenya penuh dengan kendaraan para pegawai yang bekerja di sekitaran halte.

Saya lebih sering melihat halte tersebut sering menjadi tempat persinggahan atau tempat para pejalan kaki atau bermotor untuk beristirahat. Tempat orang menunggu seseorang. Tempat orang nongkrong.

Saya sering melihat halte tersebut dipenuhi oleh orang, pengunjung, pedagang dan sebagainya ketika di adakan acara besar di sekitar halte. Misalnya saja saat perayaan Tabot. 

Lalu, pertanyaannya. Buat apa pemerintah Bengkulu membuat halte tersebut. Sebenarnya halte tersebut untuk apa sih?

Kondisi Halte Simpang Ratu Samban Di Pagi Hari,  Masih Sepi


Mari kita bahas lebih mendetil mengenai halte tersebut. Orang-orang menyebutnya tempat perhentian bus atau halte bus atau shelter atau stopan bus , yang diambil dan diadaptasi dari  bahasa Inggris yaitu bus stop  adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan  penumpang mobil biasanya angkutan umum seeprti bus.

Biasanya ditempatkan pada jaringan pelayanan angkutan bus. Di pusat  kota ditempatkan pada jarak 300 sampai 500 meter dan di pinggiran kota antara 500 sampai 1000 meter.

Semakin banyak penumpang yang naik turun di suatu tempat perhentian bus semakin besar dan semakin lengkap fasilitas yang disediakan. Untuk tempat perhentian yang kecil cukup dilengkapi dengan rambu lalu lintas saja, dan untuk perhentian yang besar bisa dilengkapi dengan atap dan tempat duduk, bahkan bila diperlukan dapat dilengkapi dengan kios kecil untuk menjual surat kabar, atau keperluan lainnya.

Untuk halte yang ada di kota Bengkulu, sudah dilengkapi dengan tempat duduk, atap dan lantai yang nyaman. Namun fungsinya yang masih kita pertanyakan.

          Secara standar halte, apakah pembangunan halte tersebut sudah memenuhi syarat pembangunan, tata ruang kota dan sebagainya. Mari kita lihat secara seksama. 

Kondisi Sepi Jalan Di Sekitar Kawasan Simpang Ratu Samban


Menurut Wikipedia, untuk desain tempat perhentian tergantung pada beberapa kriteria, yaitu:

Estetika
Estetika tergantung kepada kebijakan daerah, ada yang menggunakan pendekatan modern, yang minimalis, ataupun menggunakan pendekatan kedaerahan dengan ciri chas daerah yang bersangkutan. Semakin bagus tempat perhentian bus tersebut semakin besar biaya yang perlu dikeluarkan untuk pembangunannya.

Halte Simpang Ratu Samban tersebut secara estetika belum mencirikan 100 persen kota Bengkulu karena kita tidak melihat atribut atau slogan daerah terpampang di sana. Hanya kita temui slogan lama yang bertuliskan ‘Bengkulu Kota Semarang’ selebihnya tidak ada.

Dimensi

Tergantung kepada jumlah penumpang yang akan menggunakan yang kaitannya dengan jumlah  kendaraan yang melewati tempat perhentian tersebut, frekuensi kendaraan yang melalui tempat tersebut jumlah trayek yang melalui tempat perhentian tersebut.

Halte Simpang Ratu Sampan dan sekitarnya  secara dimensi membuat kita bingung karena tidak difungsikan dengan baik. Kita tidak mengetahui angkutan umum apa yang berhenti di sana. Tak ada aktivitas penumpang yang naik atau turun.

Jarak antara tempat perhentian bus

Jarak antar tempat perhentian tergantung kepada lokasinya dipusat kota dengan kegiatan yang tinggi disarankan 400 meter ataupun kurang dari itu sedang dipinggiran kota dengan kerapatan yang rendah dapat ditempatkan pada jarak antara 600 sampai 1000 meter. Untuk mendapatkan jarak antara yang optimal disarankan untuk menggunakan modelling perencanaan angkutan umum.

Halte Simpang Ratu Sampan dan sekitarnya merupakan satu-satunya kawasan halte yang ada di kota Bengkulu. Jika ingin melihat halte di kota bengkulu. Ya, itu hanya ada di kawasan seputar kantor Walikota atau di sekitar Simpang Ratu Samban. Itu pun tidak semua simpang ada, karena di sana ada lima buah simpang. Hanya ada yang berhadapan dengan kantor Walikota.

Nah, mengapa di Simpang Ratu Samban tersebut yang memiliki lima buah simpang, tetapi hanya memiliki halte di dua simpang saja yang langsung berhadapan dengan kantor Walikota. Adakah yang bisa memberikan argumentasi? Saya belum menemukan alasannya, hanya menerka saja. Barangkali karena ini kawasan kantor, sehingga dapat membantu para pegawai dan publik mencari kendaraan umum 

Perlengkapan tempat perhentian bus

Perlengkapan tempat perhentian kendaraan  tergantung kepada sistem yang digunakan, terbuka atau tertutup seperti shuttle/shelter atau tempat perhentian, seperti contoh bus TransJakarta, ataupun jumlah penumpang yang menggunakan fasilitas tempat perhentian bus. Perlengkapan meliputi:
  • Rambu lalu lintas tempat perhentian bus
  • Atap untuk melindungi penumpang dari hujan ataupun panas
  • Tempat duduk untuk calon penumpang
  • Sistem pendingin udara (AC)
  • Informasi perjalanan
  • Penjualan tiket seperti yang diterapkan pada Transjakarta, Trans Musi atau Trans Jogja
  • Telepon umum
  • Sarana penunjang seperti kios media massa, makanan  dan minum.
Halte Simpang Ratu Samban dan sekitarnya, belum ya memiliki layanan serupa ini,

Informasi

Tempat perhentian kendaraan  kadang-kadang dilewati oleh beberapa trayek dengan jadwal yang berbeda-beda sehingga perlu dilengkapi dengan sistem informasi yang memuat informasi mengenai:
  • No. Trayek bus,
  • Rute yang dilewati,
  • Jadwal perjalanan,
  • Besaran tarip, dan
  • Untuk tempat perhentian bus modern dilengkapi dengan timer yang menunjukkan berapa lama lagi bus akan datang.
Halte Simpang Ratu Samban dan sekitarnya, belum ya memiliki layanan serupa ini juga. Masih jauh. Kenapa? Karena tidak  berfungsi.

Nah, dari sekian banyak bahasan mengenai halte, mari kita amati dan analisa mengenai keberadaan halte yang ada di Simpang Ratu Samban dan sekitarnya ya yang ada di Kota Bengkulu tersebut. Apakah masih bisa di fungsikan sebagaimana mestinya atau memang hanya sebatas panjangan saja.

Hmmm, jika cuma pajangan atau aksesories kelengkapan tata ruang kota, sangat disayangkan karena pembangunan halte tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang banyak. Lebih baik dananya dialihkan untuk pembangunan yang lain.

Lah, masalahnya sekarang haltenya sudah jadi. Lalu bagaimana. Ya, mari kita fungsikan dengan sebaik-baiknya. 

Semoga pejabat dan pemerintah dapat mengatur kembali tata ruang pembangunan dan penggunaan fasilitas kota untuk masyarakat. Aturlah jalur kendaraan umum agar bisa lewat dan memanfaatkan keberadaan halte tersebut untuk menaikan dan menurunkan penumpang. 

Jangan melakukan aktivitas lainnya  di luar  fungsi halte atau semaunya saja, misalnya untuk parkir mobil karyawan.

Mari kita ingatkan para pegawai, pejabat atau siapa saja yang bekerja atau ada keperluan di kantor di sekitar halte tersebut untuk tidak parkir di depan halte sehingga dapat menutupi halte dan menghambat aktivitas halte.

Kepada pemerintah, pejabat, organisasi, komunitas dan lain sebagainya yang berbasis massa supaya kalo membuat acara jangan di sekitar halte. Supaya halte dapat berfungsi dengan baik.  

Lalu, apakah soalan seputar Halte di Kota Bengkulu ini akan tersolusikan. Mari kita berharap dan berdoa bersama-sama ya.

10 comments

kalau di Jakarta, halte bis nya ada papan yang bertuliskan rute dan nomer bisnya.

Salam kenal, Mbak

Reply

Sayang sekali ya, seharusnya halte tersebut difungsikan ya,

Reply

salam kenal juga Mb, iya kalo di Jkt mah udah berfungsi ya Mb

Reply

bener, sangat sayang Mb, hihiiiiik

Reply

Sayang sekali, ya, Mbak. Saya juga gak paham kenapa kadang bisa terjadi yg kayak gini. Saya juga pernah melihat beberapa terminal yg mangkrak enggak berfungsi. Eman banget ya dana yg sdh dikeluarin buat membangun itu semua. Duit siapa itu?

Reply

iya ya enggak kepake, jadi sebenarnya itu proyek ajakah?

Reply

Iya, sedih banget
ya, duit kita2lah Mb

Reply

Menurutku itu aksesories kota, pelengkap tata ruang kota sajalah. atau idikator kelengkapan sebuah kota, sedih banget kan say

Reply

Ijin komentar mbak, Sebaiknya diusulkan Kebijakan untuk penertiban jalur angkot agar dapat melewati beberapa halte yang sudah ada, sehingga walaupun belum ada shuttle bus atau bus 🚌 yang mumpuni, angkot dapat dijadikan alternative angkutan umum yang mengambil dan
Menurunkan penumpang di halte yang sudah ada. Tentunya harus ada Kebijakan dulu dari Pemerintah Kota Bengkulu dengan mengacu pada peraturan pemerintah mengenai aturan berlalu lintas dan pengaturan yang berkaitan dengan angkutan umum. Saran saya untuk mengajukan usulan tersebut, bagaimana kalau kita menggalang petisi mbak, bisa di mulai dari Lingkungan Kampus misalnya. Terimakasih mbak, sudah diberikan Ruang untuk berkomentar.

Reply

iyap bener, harus ada kebijakan yang mendukung supaya berfungsinya halte secara baik. saat ini angkot tidak berfungsi dengan baik juga hanya melewati bagian2 tertentu dan penumpang juga suka turun naik di sembarang tempat.

hayuuk, silakan bikin nnati saya bantu sebarkan ya petisinya

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin