Menu

Minggu, 17 Januari 2016

/



Koleksi Google

        “Apa iya, menulis itu juga membutuhkan refresing atau piknik “

          Suatu pagi masuk sebuah messeger dari seorang teman, isinya biasanyalah memberikan salam, lanjut dengan menanyakan kabar saya. 

          “Alhamdulillah baik, “ jawab saya singkat

          Lalu dia menanyakan proyek menulis. Dia mau ikutan menulis buku antologi.

          “Wah, saat ini sedang gak ada proyek kepenulisan bersama. Saya lagi fokus ama buku solo. Tahun kemarin , gak tercapai dua buku” jelas saya

          “Wow, buku solo ya Mba, keren deh” dia kirimkan juga sticker jempol yang gede. Saya tersenyum membacanya

          “La, katanya mau jadi penulis. Ya, harus menulis dong ya !” saya kirimkan sticker orang senyum juga

          “Iya, sih Mb, sekarang saya nulis atau curhat di blog saja “

          “Bagus, menulis dimana aja asal tetap menulis dan lakukan setiap hari” jelas saya lagi
         
          “Tiap hari Mb, wah,  kayaknya belum bisa. Paling sebulan sekali aja”
          Saya kirimkan sticker tersenyum lagi

          “Semangat, kamu kan pasti punya banyak waktu luang dari  saya. Harusnya bisa dong setiap hari menulis. Belum disibukkan ama suami, dan anak-anak”

          Lalu saya bercerita dan sharing  kepada dia, bagaimana mengatasi rasa malam dan memenej waktu agar tetap bisa menulis setiap hari, apa pun kondisinya. Jika ingin membangun branding diri atau memberi label diri seorang ‘penulis’  terutama saat mood atau rasa malas mulai datang.

          Pertama saya sarankan ketika mulai malas menulis. Coba lakukan blog walking (BW) mengunjungi blog teman-teman. Baca tulisannya dan berikan komen, gak usah pelit kasih komen ya. Kalo baca blog kepanjangan ya baca status fesbuk teman saja dan berikan komentar, ide, argumentasi di threadnya yang panjang-panjang jadi tetap menulis kan. Misalnya satu paragraf.

          Kedua, saat malas datang atau kurang mood. Cukup tuliskan judul tulisan kita aja dulu di file komputer, di buku atau dimana saja. Lalu kita diamkan saja dulu. Lakukan aktivitas yang lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis. Misalnya, memasak, jalan-jalan, silaturahim atau ngobrol dengan teman. Kalo saya dalam kondisi ini, biasanya suka dapat ide tambahan  saat tidak melakukan kegiatan menulis dan dan maunya  cepat-cepat menulis.

          Ketiga,ingatkan diri akan komitmen untuk tetap menulis setiap hari. Ingatkan diri akan tujuan dan manfaat dengan menulis, kebaikan apa yang akan kita peroleh dengan menulis. Seperti saat mendapatkan respek, pertolongan , kemudahan serta hadiah saat menulis.  Ingatkan diri bahwa kita akan  selalu ada  untuk menuliskan  tentang apa saja dan media apa saja. Jadi jika malas atau tidak mood, kita bisa lakukan dengan menulis status di sosial media yang agak panjang. Paling tidak satu atau dua paragraf, jadi tetap menulis kan.

          Keempat, jika masih malas untuk menulis status di sosial media. Maka bisa juga dengan melakukan share postingan orang dengan membuat tulisan pengantar postingan sekitar satu paragraf. Jadi tetap menuliskan.

          Kelima, lakukan komen, membalas komen status di sosial media dengan kalimat atau penjelasan yang panjang dan detil. Setidaknya satu paragraf. Jadi masih tetap menuliskan setiap hari, hehehe.

          Keenam, jika masih juga malas atau mood belum datang. Ada baiknya lakukan refresing atau piknik dulu deh. Mengisi oksigen baru ke dalam otak kita. Sehingga muncul kembali semangat, ide dan inspirasi baru. Gak perlu jauh- jauh dan lama-lama. Yang penting tempat yang jarang atau belum pernah kita kunjungi. Boleh sendirian , mengajak teman, saudara atau keluarga. 

          Keenam poin tersebut saya jelaskan kepada teman saya tersebut. Dia mengirimkan saya sticker jempol dan kata-kata semangatnya.

          “Iya deh Mb, saya mau semangat lagi menulis. Mau saya ikutin saran Mb Milda, ma kasih banyak ya “ 

          “Iya, sama-sama, kalo ada waktu mampir ya ke blog saya, folow dan kasih komen yang banyak” ajak saya penuh harap, hehehe.

          Sejauh ini beberapa cara di atas sangat efektif saya lakukan di saat mood atau rasa malas menulis datang. Menghindar dulu sejenak dari aktivitas tulis menulis, alihkan dengan kegiatan lain lalu baru balik lagi.

          Misalnya saja, di hari ahad, saya selalu hampir tak bisa menulis di pagi hingga menjelang sore bahkan malam hari. Karena biasanya saya habiskan untuk bersama melakukan hal-hal yang ringan bersama anak dan suami, membereskan rumah, memasak, atau sekedar nonton atau bermain, bercanda, ngobrol. Lalu pergi bersama. Menghadiri kondangan teman, ke pantai, atau hanya sekedar belanja mingguan dan lain sebagainya. 

          Malam harinya, biasanya antara jam 21.00 ke atas di saat anak-anak sudah tidur, saya baru menulis. Membuka file judul yang sudah saya buat di hari yang lalu yang belum sempat saya selesaikan atau yang belum saya tuliskan. 

          Sering banget malah, niatnya cuma mau menulis sekitar 300-500 kata perjudul karena keasyikkan tulisannya sering banget lebih, hehehe.  Sering juga bukan cuma satu postingan judul tetapi bisa dua atau tiga judul. Bahkan saya sering juga menemukan ide tulisan baru. Sekali lagi saya hanya membuat judulnya dulu di file laptop. Tulisnya ya kapan-kapan deh, ketika sudah dapat ide atau inspirasi.

          Karena saat menulis di setiap harinya, ketika dapat ide atau ingin menulis hal-hal yang baru. Tabungan draf judul yang sudah saya buat tersebut gak saya paksain buat diselesaikan. Meski saya sudah mendapatkan tambahan referensinya. Saya tetap mendahulukan tentang ide dan semangat apa yang ingin saya tuliskan saat itu. Itu yang saya utamakan. Mumpung lagi berapi-api ya, hehehe.

          Ya, namanya juga tabungan tulisan/judul, dibukanya nanti pas lagi butuh aja, iya kan.Tapi kita bisa melakukan dengan cara yang lain tetapi masih dengan cara menulis, hehehe.

          Semoga bermanfaat ya manteman semua, kalo ingin menambahkan berdasarkan pengalaman teman-teman yang lain. Hayuuk , silakan tambahkan di kolom komentar ya.

Terima kasih sudah membaca dan berbagi, sukses selalu.  

10 comments

Aku kalau lagi males nulis, nguprek di fb. Kali aja dpt ide

Reply

Suka banget mbak menginspirasi saya yang juga mulai menulis

Reply

Kalau aku, paling ampuh keluar dulu. :))

Reply

Bener, cuma jangan kelamaan ya ngupreknya, malah keasikan nanti baca status orang, hihihi

Reply

Terima kasih

semangat ya, sama saya juga kadang masih turun naik :)

Reply

Refresing dulu ya Mb

menghirup udara lain, hehehe

Reply

Kalau saya, karena emang hobi liat gambar / foto, seringnya dapet ide dan nyari ide dari pinterest atau instagram. Emang harus kenal sama diri sendiri ya mba, kira2 senengnya apa, jadi biar gampang nyari ide pas mood lagi bete, kadang malah membaik moodnya gara2 liat gambar lucu2 :D

Reply

Iya, saya sepakat dengan kalimat Mb...kenali diri sendiri dan cari solusinya. itu akan mmebuat kita seolah menjadi dokter yang bisa mengobati, hehehe

saya juga sering kayak gitu, liat yang unik2 atau lucu malah dapat ide

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin