Menu

Selasa, 22 Desember 2015

/





“Adil dalam rasa memang tak seperti hitungan matematika.Tapi keikhlasan, mematri bahwa Allah satu-satunya kasih yang Maha, percayalah, jiwa kita tak kan pernah merasa kekurangan cinta. Cukuplah Allah menjadi penjaga, pelebur kesia-siaan dan tercampakkan yang kau  rasakan.”

Aku menangis. Jiwa-jiwa yang ada di sekitarku hanyalah perantara untuk memeluk kasih-Nya yang Maha, sebabIah  satu-satunya yang Ar-rahman dan Ar-rahiim. Haruskah aku berbelok arah dan menatap dengan sendu bapak pada  perempuannya juga anak-anak dari rahim ibu yang berbeda? Aku menggeleng. Bilah yang kuasa telah tajam, dan siap-siap kutancapkan pada bapak satu waktu.Nanti.

Bagaimana Fajar menjalani hidup dalam benci dan amarah pada bapaknya? Apa yang ia lakukan untuk membela dan menunjukkan rasa cinta pada ibu yang ditinggalkan suaminya? Baca kelanjutannya dalam novel ini dan temukan hikmah di dalamnya!

        Itulah sepenggal cerita dari novel yang berjudul Di Titik Min. Novel ini sangat menarik untuk dimiliki dan dibaca. Masih penasaran ya, saya kasih tau deh isi bocaran Bab pertamanya yang berjudul Pengejaran.

PENGEJARAN

Sabtu Malam, bulan September di tahun I999  

“Lari… Ada polisi….”

Satu teriakan entah dari mana datangnya membuat sekelilingku blingsatan. Bang Omar kulihat meraup uang di atas meja dan memasukkannya ke kantong celana. Dani menggeser kursi lalu lari terbirit-birit menuju ke jalan raya. Aku yang semula hanya celingak-celinguk, segera sadar dan menangkap tanda bahaya. Arah lari keenam orang yang beberapa menit lalu tertawa dan gembira menyebar entah kemana. Aku melompat, berlari menuju sebelah barat kampung.

“Jangan bergerak,” satu teriakan hampir saja membuat jantungku berhenti. Tidak! Tak boleh tertangkap! Aku tetap harus berlari!

Kukerahkan seluruh tenaga. Di depan sana pepohonan nan rimbun seolah bersiap merengkuh tubuhku dan menyembunyikan aku ke pelukannya. Semakin menggila aku berlari. Suasana gelap gulita. Dan,

“Arghhh..,” aku terpekik tertahan. Kakiku membentur akar pepohonan yang menonjol di permukaan tanah dan membuatku terjerembab masuk ke dalam siring yang tingginya sebatas leherku. Sakit bukan kepalang. Aku mengaduh, namun ketakutan yang amat sangat membekap mulutku. 

Beberapa jenak aku mengatur nafasku, sambil memperhatikan sekeliling dengan bantuan cahaya bulan sabit. Gemericik suara air setinggi lututku tak berhenti karena kehadiranku. Ia terus saja lewat, mengalir di sela-sela jemari dan telapak kaki. Dingin, basah, dan begitu lembut. Aku terbuai dibuatnya, meski gugup dan khawatir aparat akan menemukanku di tempat paling sunyi di kampung ini.

Selanjutnya ....beli dan baca bukunya deh, biar gak penasaran. Sayang kan kalo penasarannya gak dituntaskan.

 Mau tau novel keren ini ditulis oleh siapa. Hayuuk, kita berkenalan dulu deh dengan penulisnya. Dia adalah Rumasi Pasaribu. Beliau juga alumni Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Bengkulu. 

Bersama Suami , Jayu Marsuis Yang Juga Seniman


Semasa kuliah, aktif menulis di buletin Ranting Kering dan buletin Prefiks. Jadi Rumasi juga aktif di kegiatan kampus dan sudah terbiasa menulis. Jadi wajar saja kalo beliau juga mahir menulis ya, selain memang kuliahnya juga di jurusan bahasa.

Saat ini, penulis juga  sebagai guru di SMPN 16 Kota Bengkulu mengajar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Dan tergabung di FLP (Forum Lingkar Pena) Bengkulu. Bersama kawan-kawan FLP, tulisannya pernah masuk dalam antologi cerpen Sebait Kisah dari Bengkulu

Jika ingin berkenalan lebih jauh dengan penulis, Rumasi orangnya baik dan ramah kok. Mau berteman dengan siapa saja. Beliau  dapat dihubungi di email: rumasip@gmail.com, facebook: rumasi pasaribu

Oh, ya bagi teman-teman yang penasaran sama cerita Fajar dan cerita keseluruhan dari novel ini. Baca dan beli bukunya ya. Bukunya bisa kalian dapatkan  dengan menghubungi penulisnya langsung atau menghubungi saya ya. 

Oh, ya penulis bersedia kok kalo diundang oleh teman-teman untuk sharing soal ide cerita, bedah karya, diskusi cara menulis novel atau apa pun deh yang berkaitan ama novel Di Titik Min ini. Baik secara online maupun offline. Silakan dihubungi langsung ya. 

Untuk karya novel keren ini, hanya dengan Rp. 50.000,- kalian sudah mendapatkan bukunya plus tanda tangan penulisnya ya.

Siapa tau dengan membaca buku ini, kalian semua bisa terinspirasi dan semangat untuk menulis dan berkarya.  

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin