Menu

Rabu, 23 Desember 2015

/







Memberi Kado Shalawat Pada Rasulullah SAW


Mari Oh, Mari-mari ,Baca Shalawat Nabi
Agar Kita Semua Mendapat Syafaatnya
Dari Nabi Muhammad Rasul Pemimpin Umat
Yang Membawa Amanat untuk Para Umat
Marilah...Marilah....Marilah......Hai Kawan..........

Sepenggal lagu di atas kerap kali kita dengar pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Entah di Masjid, Kantor, Sekolah atau tempat lain yang biasa orang  melakukan peringatan tersebut.

 Memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW ini dengan berbagai kegiatan,ada yang diawali dengan perlombaan,berbagi dengan kaum Dhuafa dan kegiatan lain yang lazim dilakukan seperti mendengarkan ceramah agama dan diakhiri dengan makan kue. Tradisi  yang biasa dilakukan para Ibu-ibu di sekitar tempat tinggal saya,mereka dibantu Bapak-bapak akan membersihkan Masjid atau Musholah.

 Lalu para Ibu akan membawa kue,kemudian dikumpulkan oleh panitia dan selanjutnya dibagikan. Akan tampak kerjasama dan keinginan berbagi dikalangan tetangga yang hadir. Ada juga yang hanya menitipkan kuenya meski dia sendiri tak sempat datang,semua ingin beramal dengan berbagai cara. Tetapi pernah juga warga diminta untuk memberikan sumbangan dengan jumlah tertentu untuk membiayai semua kegiatan tersebut.

Mengapa kita mengadakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, kalau ditanya mungkin jawabnya hampir sama ya, untuk mengenang segala perjuangan Nabi dan menunjukan kecintaan kita kepada Rasul.

Ada kewajiban kita kepada rasul (Wajibuna Nahwar Rasul) bukan hanya sekedar merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, mengenang kelahiran beliau, tapi seharusnya kita sebagai wanita bisa melanjutkan perjuangan Rasul yang dimulai dari diri kita sebagai wanita, ibu bagi anak-anak atau sebagi istri dari suami kita. Mulailah dari diri kita untuk meyakini dan membenarkan apa yang dikabarkan oleh Rasul. Kita harus mengimani Rasul dengan mencintai dan mengagungkan beliau (QS:61:11,48:7). Mencintai  dan membela orang-orang yang mencintai beliau,keluarga,sahabat dan orang mukmin yang tetap istiqomah hingga akhir zaman (QS:9:40,61:14,48:29). 

Menghidupkan sunnah Rasul,mengikuti dan mewarisi manhaj serta risalahnya (QS:3:130,31;48:28). Kemudian memperbanyak shalawat kepada Rasul. Banyak sekali kewajiban kita terhadap Rasullah. 

Namun pada tulisan kali ini saya akan mengajak akhwatifillah untuk mengulas tentang keutamaan dan manfaat shalawat atas Nabi Muhammad SAW. 

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat –Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,berselawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “ (QS : 33 : 56)
Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Allah SWT melimpahkan rahmat bagi Nabi Muhammad SAW. Allahmenyuruh orang-orang mukmin supaya bershalawat kepada Nabi Muhammad .
Untuk mengetahui keutamaan apakah yang diperoleh orang-orang yang bershalawat,
Bersabda Nabi Saw. Diantaranya adalah,

            "Barang siapa bershalawat untukku sekali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

           "Barang siapa bershalawat untukku dipagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, mendapatlah ia syafa'atku pada hari kiamat." (HR. Al-Thabrânî)

         "Manusia yang paling utama terhadap diriku pada hari kiamat, ialah manusia yang paling banyak bershalawat untukku." (HR. Al-Turmudzî).
           Masih banyak keutamaan-keutamaan bagi orang-orang yang melakukan atau membaca shalawat atas Nabi.Adapun faedah atau manfaat bershalawat atas Nabi Muhammad SAW sebagaimana dijelaskan hadis-hadis di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.  Memperoleh curahan rahmat dan kebajikan dari pada Allah SWT
2. Menghasilkan kebaikan, meninggikan derajat dan menghapuskan kejahatan;
3. Memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, apabila kita membacanya 100 Kali;
4. Menjauhkan kerugian, penyesalan dan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang shalih;
5. Mendekatkan diri kepada Allah;
6. Memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak;
7. Menghasilkan syafa'at;
8. Memperoleh penyertaan dari Malaikat rahmah;
9. Memperoleh hubungan yang rapat dengan Nabi; Seseorang yang bershashalawat dan bersalam kepada Nabi, shalawat dan salamnya itu disampaikan kepada Nabi,membuka kesempatan berbicara dengan Nabi SAW
11. Menghilangkan kesusahan, kegundahan ,melapangkan dada dan meluaskan rejeki12.  Menghapuskan dosa. Apabila seseorang membaca dengan tetap tiga kali setiap hari, maka Allah akan menghapuskan dosanya;
14. Menggantikan shadaqah bagi orang yang tidak sanggup bershadaqah;
15. Melipatgandakan pahala yang diperoleh. Apabila seseorang bershalawat di hari Jumat, maka Tuhan akan memberikan kepadanya pahala yang berlipat ganda;
16. Mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah di hari kiamat. Menyebabkan do’a bisa diterima oleh Allah.
17. Melepaskan diri dari kebingungan di hari kiamat. Apabila seseorang meninggalkan shalawat kepada Nabi, maka ia akan menghadapi kebingungan dan kekacauan di hari hisab.

 Al-Ghazali didalam kitabnya Ihyâ 'Ulûm al-Dîn menceritakan seorang dari mereka (seorang dari kalangan ulama, sufi, ahli ibadah dsb.) pernah berkata: "Sementara aku menulis (catatan tentang) beberapa hadis, aku selalu mengiringinya dengan menuliskan shalawat untuk Nabi Saw., tanpa melengkapinya dengan salam untuk beliau. Malamnya aku berjumpa dengan beliau dalam mimpi, dan beliau berkata kepadaku: 'Tidakkah sebaiknya engkau melengkapi shalawatmu untukku dalam bukumu itu?' Maka sejak itu, tak pernah aku mengucapkan shalawat kecuali melengkapinya dengan ucapan salam untuk beliau."

              Dalam kitab yang sama (Ihya) Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa sesungguhnya berlipat ganda pahala shalawat atas Nabi SAW adalah karena shalawat itu bukan hanya mengandung satu kebaikan saja, melainkan mengandung banyak kebaikan,
1.  Pembaharuan iman kepada Allah.
2.  Pembaharuan iman kepada Rasul.
3.  Pengagungan terhadap Rasul.
4.  Dengan inayah Allah, memohon kemuliaan baginya.
5.  Pembaharuan iman kepada hari akhir dan berbagai kemuliaan.
6.  Dzikrullah.
7.  Menyebut orang-orang yang shalih.
8.  Menampakkan kasih sayang kepada mereka.
9. Bersungguh-sungguh dan tadharru' dalam berdoa.
10. Pengakuan bahwa seluruh urusan itu berada dalam kekuasaan Allah

           Memenuhi  kewajiban  kita  terhadap  Rasul  artiya  kita  akan  siap  mengikuti  jejak     kehidupan       Rasulullah  (ittiba’)  dan  in sy Allah  akan  memperoleh  kebaikan  di  dunia dan akhirat. Oleh  karena  itu  mulai  dari  sekarang  kita harus  bersemangat untuk bershalawat   dan   menjawab shalawat atas Nabi. Mari kita galakan shalawat atas Nabi kapan dan di mana saja. Mulailah dari diri kita, rumah tangga kita bersama keluarga dan masyarakat luas yang ada di sekitar kita (Wallahu’alam )
 

      

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin