Menu

Selasa, 22 Desember 2015

/




Malam tadi 21 Desember 2015, tetiba Nawra anak pertama saya melarang saya masuk ke kamarnya. Padahal selepas dia salat Isya kami sepakat untuk bermain ABC, hehehe. Itu loh permainan sederhana yang hanya menggunakan jemari. Kali ini kami sepakat untuk bermain tentang negara. Namun ketika saya ingin masuk ke kamarnya, dia berteriak. Melarang saya untuk masuk.

“Tunggu dikit lagi Meme, lagi bikin hadiah buat ulang tahun Meme besok” 

Saya cuma senyam-senyum aja. Menebak apa yang mau dia buat. Mungkin mau membuat gambar atau surat karena seharian ini dia tak keluar rumah. Jadi tak mungkin membeli hadiah. Menurut dia besok itu meski hari ibu artinya hari ulang tahun para ibu termasuk Memenya.

Tak berapa lama, dia menunjukkan sebuah surat. Ya, hanya menunjukkan saja. Tak boleh dibukak saat itu juga. "Di bukaknya besok," ujar Nawra.


Keesokan harinya, saya menepati janji untuk membuka surat dari Nawra. Isinya ada foto-foto sewaktu dia kecil . Sengaja dia memilihkan foto-foto yang fosenya hanya dia dan saya saja. Ya, hanya kami berdua. Lalu ada gambar lucu dan caption yang menyatakan ia sangat menyayangiku. Selanjutnya ada sebuah puisi. Semua surat tersebut dia tulis dengan pensil dan di atas kertas biasa. Maklum anak-anak belum tau dia namanya kertas surat, hehehe. Tapi itu tak penting, yang paling utama adalh niat dan caranya yang juga ingin memberikan kado istimewa buat Memenya. 

Ini adalah petikan dari puisi Nawra

Aku Sayang Meme

Meme
Kau selalu bersamaku
Menemaniku kemana-mana
          Meme
          Terima kasih telah melahirkanku
          Kalau kau tidak ada aku tidak akan bersamamu
Meme
Terima kasih
Aku harus berbudi denganmu
          Meme
          Kau adalah panutanku

Lucu ya puisinya, hehehe. Gakpapa yang penting dia sudah berusaha dan belajar untuk menunjukkan ekspresinya. Mau mencurahkan perasaanya.

Siangnya, ternyata anak-anak sudah janjian ama Babanya buat membelikan saya cake Raibow. Wah, jadi tambah seru. Apalagi adek Athifah selalu girang jika melihat kue –kue yang cantik. Dia akan selalu beranggapan itu kue ulang tahun



“Ulang tahunnya..ulangtahunnya..! “ teriak Athifah senang

“Tiup kuenya...tiup kuenya” teriak Athifah lagi

Kami semua tersenyum, karena tidak ada lilin dan tak perlu ada lilin karena itu bukanlah hal yang penting.

“Potong kuenya aja ya dek, bentar biar Meme yang potong” Kata Baba bijak

Anak-anak semua tersenyum, kue kecil itu pun dipotong dan dimakan rame-rame. Yummy.

Serunya hari ini, ketika saya tanyain ama Babanya berapa beli kuenya. Murah meriah katanya, yang penting ada kuenya ya. Gak perlu besar, kata Baba.

Yang lebih asyiknya, di sela kebersamaan kami siang itu ketika melihat begitu banyak trailer film yang akan diputar di bioskop di TV. Baba memberikan kami kesempatan dan pilihan untuk menonton film apa saja yang sedang diputar di bioskop. Semua boleh ikut.

“Horee!!” teriak Nawra kegirangan.

Terima kasih ya Allah, dengan hari ibu kini Engkau menyatukan kebersamaan keluarga kecil kami. Semoga berlimpah kesehatan, rejeki dan kesempatan untuk saling mendoakan dan tetap berbuat baik. 

Trima kasih Baba Solihin, Kakak Nawra dan Adek Athifah untuk hari ini ya, Meme mencintai dan menyayangi kalian semua.   

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin