Menu

Kamis, 31 Desember 2015

/


Anak, Liburan Sekolah dan Masalah
Bangun Pagi Saat Bersekolah Lagi


          “Masih ngantuk Me” Jawab si Kakak Nawra
          “Sekolah Kak, hari ini kan pertama sekolah” balas saya
          Tubuh kecilnya yang baru kelas empat Sd itu menggeliat pelan, matanya masih tertutup. Waktu baru bergerak pelan menuju angka setengah enam pagi. Lima belas menit berikutnya saya bangunkan kembali.
          “Ngantuk Me” jawabnya lagi
          Saya tersenyum kecut, meski semua perlengkapan sekolah pertamanya setelah libur sudah disiapkan malam harinya. Dan malam tadi tidurnya lebih cepat. Tetap saja mengantuk dan susah buat dibangunkan.
          Hmmm, kondisi ini kerap sekali kita alami ya, saat hendak mengajak anak bersekolah dan bangun pagi. Efek liburan yang santai dan tak terjadwal membuat anak menjadi sedikit lalai dan kurang disiplin.
          Lalu, saya masuk kembali ke kamarnya, kali ini harus dengan segala jurus dan si kakak harus bangun karena waktu sudah bergerak menuju angka enam pagi. Pesannya tadi malam sama Babanya, kalo besok jangan sampai terlambat. Malu kalo terlambat.
          Akhirnya dengan segala cara, termasuk mengajaknya turun dari tempat tidur dan membopong pelan badannya untuk pindah ke depan Televisi, menghidupkan film kartun kesukaannya dan menawarkannya berbagai makanan yang dia sukai. Ya, supaya mau buka mata dan bangun.
          “Kak, belum salat subuh loh” jelasku di sampingnya. Sembari mengelus-elus rambut dan pipi kecilnya. Kemudian saya peluk-peluk supaya badannya mau bangun. Si kakak sangat suka jika saya perlakukan seperti itu. Sembari mengajak dia berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan sekolahnya. Biasanya tak lama dia akan melek dan langsung mandi, hehehe. Dia sangat suka kalo diajak cerita dan curhat.
          Kejadian tersebut pasti pernah dialami oleh hampir semua ibu-ibu yang mempunyai anak yang masih sekolah. Ya, kesulitan untuk bangun pagi saat hendak bersekolah setelah liburan.
          Kejadian tersebut sering juga saya alami, saat kakak kelas satu, dua dulu. Namun menjelang dia di kelas tiga , saya mulai mempunyai metode untuk menghindari kejadian tersebut terulang. Ada beberapa hal yang saya lakukan, di antaranya adalah.
          Pertama, buatlah jadwal yang tetap meski saat liburan. Misalnya tetap bangun pagi. Jika anak masih mengantuk dan minta tidur. Mintalah dia untuk salat Shubuh dahulu setelah itu silakan tidur lagi. Biasanya anak-anak akan kesulitan atau gak mau tidur lagi jika sudah melakukan aktivitas . Atau bisa juga dengan menawarkan untuk sarapanpagi. Masalah setelah itu dia tidur lagi, itu ya gakpapa kan sudah bangun pagi.
          Kedua, ajak untuk merencanakan aktivitas pagi untuk esok hari. Misalnya , kita akan pergi ke suatu tempat, bersepeda, membereskan rumah dan lain sebagainya. Supaya di pagi hari anak tetap bersemangat karena biasanya banyak kegiatan di sekolah, maka saya membuat jadwal untuk dia membereskan tempat tidur, merapikan seprai, mengepel dan menyiram tanaman, membantu masak .
          Ketiga, tetap melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan sekolah. Kalo di sekolah si kakak, selama liburan anak tetap diminta untuk mengisi buku jadwal kegiatan sehari-hari atau sering disebut buku pengubung. Saya sendiri tetap membuatkan jadwal, untuk pengganti belajarnya, saya meminta dia menulis setiap malam 1-2 halaman yang diketik langsung di laptop. Jika ada malam dia melewatkan untuk menulis, maka esok malamnya saya minta dia menuliskan dobel. Menyuruhnya membaca buku cerita.
          Keempat,tetaplah membatasi anak untuk tidur di malam hari. Jika di hari biasa , anak tidur biasanya jam sembilan malam. Pada saat liburan boleh ditambahkan, tetapi hanya sekitar satu jam saja. Hal ini penting agar metabolisme tidur anak tidak berubah jauh.
          Kelima, jika berlibur di luar kota dan menginap di suatu tempat, jadwal pagi dan harian anak harus tetap dijalankan dan diawasi secara baik. Karena sering kali orang tua lalai dan lupa dengan aturan disiplin jika sudah di luar rumah.
          Keenam, batasi kegiatan di siang hari. Meski liburan, anak-anak harus tetap disiplin. Jangan dibiarkan untuk main seharian. Berikan jedah juga untuk melakukan aktivitas lain. Misalnya , makan, salat dan lain sebagainya.
          Nah, itu tadi beberapa hal yang biasa dan tetap saya terapkan kepada anak-anak. Supaya ritme dan metabolismenya tetap sama dan tak berubah jauh saat masuk sekolah nanti.
          Buibu lainnya pasti punya pengalaman dan cara tertentu ya dalam menjaga ritme kegiatan anak saat liburan. Sehingga tidak kesulitan saat memulai untuk sekolah lagi.
          Apa pun caranya tetaplah bersemangat demi anak-anak. Dan tetaplah menerapkan kedisiplinan terhadap anak, meski saat liburan. 
          "Selamat tinggal bangun kesiangan "
3 comments

Anakku jarang bangun kesiangan. Malah mandinya lama minta ampun, bikin telat

Reply

wah, berapa usianya Mb

kalo soal mandi anakku Athifah 3 tahun juga lama dan sering pulak, kadak 3 x sehari. anak2 suka main air ya Mb

Reply

Wah, tips yang bagus mba,

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin