Menu

Kamis, 19 November 2015

/






Apabila siklus haid terlambat atau terhenti meskipun seorang wanita teratur menggunakan alat kontrasepsi, maka sudah dapat dipastikan bahwa telah terjadi kehamilan . 

Apalagi pada saat itu diikuti dengan tanda-tanda lahiriah wanita hamil pada umumnya seperti muntah-muntah dan sering buang air kecil, maka sudah dipastikan telah terjadi kehamilan.

Seorang dokter spesialis dapat mendeteksi kehamilan jika siklus datang bulan benar-benar terputus dan melalui gejala-gejala lain yang kadang muncul sebelum haid terputus, seperti membesarnya buah dada, rasa sakit pada buah dada, sering buang air kecil atau tidak mampu mengontrol kencing atau sering juga disebut dengan beser. Maka sudah dipastikan telah terjadi kehamilan.

Namun untuk memastikan hal tersebut selain melihat tanda-tanda tersebut. Sebagian besar  para wanita melakukan  pendeteksian kehamilan dengan melakukan  tes air kencing (urine) . Cara ini juga tergantung pada jenis pendeteksian yang digunakan dan pemusatan hormon-hormon tersebut pada air kencing. 

Biasanya air kencing yang diperiksa adalah air kencing yang pertama kali keluar , biasanya di pagi hari setelah bangun tidur.



Mendeteksi dengan cara ini (tradisional) kadang bisa saja gagal. Penyebab  kegagalan sebagian cara-cara mendeteksi kehamilan secara tradisional adalah karena cara-cara tersebut dilakukan pada masa paling dini dari kehamilan atau terlalu cepat mendeteksi air urine.  Karena cara-cara tersebut kurang sensitif dibandingkan dengan apa yang dilakukan di rumah sakit.

Berikut ini ada 3 cara untuk mendeteksi kehamilan, yaitu :

1.    Dengan cara Tradisional, terkadang cara ini dapat memberitahu  kehamilan sejak dini, yaitu sejak hari pertama tidak adanya haid atau sekitar 14 hari setelah kehamilan. Bahkan ini dapat dilakukan setelah dilakukan pendeteksian melalui air kencing atau urine dengan menggunakan alat yang sering kita kenal dengan nama test pack.
2.    Dengan Mendeteksi Kehamilan di Laboratorium, keakuratan hasil deteksi dari cara ini bisa mencapai 100 % , yaitu bisa mendeteksi jumlah hormon yang ada dalam air kencing secara tepat dan dilakukan di laboratorium atau klinik khusus penyakit wanita. Dengan cara ini, bisa mendeteksi kehamilan sejak dini, yaitu rata-rata tujuh atau sepuluh hari paska kehamilan.
3.    Dengan cara mendeteksi melalui darah, keakuratan hasil deteksi kehamilan melalui tes darah bisa mencapai 100 % dan sejak dini, yaitu mencapai tujuh hari setelah kehamilan atau seminggu sejak haid terputus. Pendeteksian dengan cara ini bisa membantu dalam mengukur jumlah hormon . 

Jika masa terputusnya haid lebih dari seminggu, maka kehamilan bisa dideteksi melalui gelombang ultrasonik atau USG

Namun jika sudah melakukan deteksi kehamilan, hasil yang ditemukan masih negatif meskipun siklus haid sudah terlambat atau terhenti, sebaiknya seorang wanita segera memeriksakan dirinya kepada dokter spesialis untuk menghindari terjadinya kehamilan di luar kehamilan. 





Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin