Menu

Kamis, 11 Juli 2013

/





Kakak Nawra , pada Ramadhan 2013 ini akan belajar berpuasa penuh selama satu bulan. Iya, sekarang usianya mulai memasuki tujuh tahun dan alhamdulillah naik kelas dua  SDIT. Kalo tahun lalu dia berpuasa hanya sampai jam sepuluh atau jam sebelas pagi. Itu pun  sahurnya kapan saja dia terbangun dan makan. Misalnya, terbangun pagi jam tujuh, lalu  sahur deh, hehehe. 

Namun tahun ini, Kak Nawra akan belajar dan mulai memahami bagaimana menjalankan ibadah puasa secara baik dan benar. Bukan saja ibadah puasanya, namun amalan ibadah lainnya yang juga mulai ia jalani dengan baik. Seperti salat lima waktu, Dhuha, salat tarawih, sahur, membaca Al-Qur’an dan menghapal surat-surat dalam Al-Qur’an.  

Lalu apa yang perlu dipersiapkan untuk mengajak dan memotivasi Kak Nawra agar bersemangat berpuasa. Ya, kami selaku orang tua juga tidak bisa serta merta memaksakan saja kepada anak, untuk menjalankan ibadah puasa. Tentu harus punya triks, mengingat usia Kak Nawra juga masih kecil. Belum bisa memahami segala sesuatu secara instan. Apalagi ibadah puasa bukan hal yang mudah bagi Kak Nawra yang biasa sarapan pagi dan makan dengn teratur. Di luar puasa, dia selalu sarapan pagi. Lalu jam sepuluh makan snack di sekolah. Jam dua belas siang makan siang, pulang sekolah setiba di rumah sekitar jam setengah tiga makan lagi atau ngemil , sore hari menjelang Magrib, dia makan malam. Belum lagi jika dia kepengen jajan, misalnya beli Siomay, Batagor , Es Cream dan lain sebagainya di luar jadwal rutin. Dengan jadwal makan yang teratur begitu, mengajak Kak Nawra berpuasa bukanlah hal yang gampang loh, hehehe! Tapi Emak dan Baknya gak pantang menyerah mengenalkan dan mengajak Kak Nawra berpuasa, pantang mundur sedikit demi sedikit.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mengenalkan apa itu puasa. Misalnya , dengan mengajak Kak Nawra menonton film seri Upin dan Ipin, film Syamil dan Annida yang menceritakan tentang puasa. Jauh-jauh hari film ini sering saya putar dan ditonton oleh Kak Nawra. Terus membacakan buku-buku cerita yang berkaitan dengan tema puasa. Meski Kak Nawra, sudah pandai membaca sendiri. Namun untuk tema puasa kali ini, saya sendiri secara  langsung membacakannya sekaligus memberikannya pemahaman. 

Yang kedua , saya pelan-pelan mengajarkan dan menuntun Kak Nawra untuk menghapal do’a berpuasa , niat saat sahur dan berbuka puasa. Kedua do’a ini saya lakukan secara berulang-ulang. Sesekali saya bertingkah seolah sebagai Gurunya lalu Kak Nawra menuliskan do’a tersebut di buku tulis. Alhamdulillah simulasi seperti ini, menjadikan Kak Nawra lebih mudah menghapal.

Terus seperti kebanyakkan orang tua adalah memberikan iming-iming hadiah kepada anaknya jika lancar dan sukses berpuasa secara penuh. Hal itu juga saya lakukan. Tips ketiga ini, memberikan hadiah juga saya lakukan. Bentuknya adalah dengan mengajak Kak Nawra ke sebuah toko Mainan , di dibebaskan untuk melihat mainan apa saja yang ada. Namun tidak membelinya. Saya janjikan kepada dia jika satu pekan pertama puasanya penuh, makan mainan tersebut boleh dibelikan. Secara kebetulan hitungan puasa penuh Kak Nawra untuk pekan pertama berakhir ditanggal 17 Juli bertepatan dengan adik Athifah memasuki usia satu bulan. Momen tersebut saja jadikan pemicu untuk Kak Nawra agar bersemangat berpuasa. “ Kalau puasa Kakak penuh selama sepekan, kita akan pergi ke mol. Membeli mainan yang Kak mau sambil mengajak adik Athifah jalan-jalan.” Setiap kali mendengar ucapan saya seperti itu, kak Nawra selalu bersemangat dan gembira. Saya juga memberikan iming-iming hadiah uang kepada Kak Nawra, hihihi!

Selanjutnya tips dan trik yang empat,  agar Kak Nawra sukses berpuasa. Terutama menjelang siang hari. Dimana rasa haus mulai menjadi-jadi. Jika rasa lapar masih bisa ditahan tapi rasa haus agak susah. Di hari pertama Kak Nawra mulai merenggek minta minum, sejak pukul sepuluh pagi. Maklum dia masih dalam liburan sekolah jadi belum banyak aktivitasnya. Bagian pertama ini, bisa saya bujuk. Namun menjelang waktu Zuhur, dia meronta lagi mau minta makan. Saya ajak dia mandi dan salat Zuhur, setelah itu alhamdulillah lebih segar dan lupa dia, mau minta makan dan minum. Selanjutnya saya ajak tidur siang, dia belum mau. Masih mau bermain dulu, kebetulan ada temannya yang mengajak bermain. Akhirnya karena asik bermain, lupa untuk tidur siang. Masuk waktu Asar, saja ajak lagi mandi sore. Namun setelah salat dia meronta lagi minta makan dan minum. Hal ini berhasil saya bujuk lagi. Tak berapa lama jam begerak menuju pukul setengah lima sore, oleh Abinya Kak Nawra diajak untuk membeli makanan untuk berbuka puasa. Cara ini berhasil berhasil, dia lupa dengan makan dan minum. Setelah sampai di rumah, dia meronta lagi  minta makan dan minum. Berulang kali meminta dan memegang makanan. Bahkan hampir saja makanan tersebut dia masukan ke dalam mulutnya. Aduh, repotnya. Saya tidak boleh panik dan hilang kesabaran. Sayang sekali, sebentar lagi bedug. Duh, Kak Nawra semangat ya nak! Saya lalu mengajak dia untuk membuat minuman. Aktivitas tersebut sejenak membuat kak Nawra lupa dengan makan dan minum. Menjelang lima belas menit lagi mau berbuka, Kak Nawra meronta lagi minta makan dan minum. Kali ini saya ajak dia duduk sambil saya pangku, saya katakan kepadanya, 

“ Kakak, berpuasa itu karena sayang sama Ummi, Abi dan Adek” dia hanya tersenyum. 

“Kenapa begitu Ummi? Kan kasian Wa, gak makan dan minum dari tadi. Sakit perutnya.”

Saya peluk dan cium Kak Nawra berkali-kali, “ Iya, dengan Kak berpuasa, kak bisa berdo’a untuk Ummi, Abi dan Adek. Kalo Kak berpuasa, jadi Ummi dan Abi gak berdosa. Kak , mau orang tuanya berdosa dan masuk api neraka?”

Nawra menggeleng. “ Jadi, Kak pasti bisa dan kuat berpuasanya karena Kak sayang Ummi! Sebentar lagi mau berbuka, sayang kalau dibatalin. Kak kan anak hebat”

Nawra tersenyum meringgis sambil memegangi perutnya, yang katanya sakit. Saya memeluk dia erat dan berdo’a di telingganya berkali-kali,” Anak Ummi pasti kuat dan bisa!”

Dalam rentang waktu menjelang berbuka ini adalah saat yang paling sulit bagi saya dan Kak Nawra, Jika melihat kondisi dia yang memelas, lemas, dan merintih meminta makan dan minum. Bisa saja saya tersentuh hati dan kasian sehingga memberikan dia makan dan minum. Namun saya teringat kisah salah seorang sahabat ketika mendampingi putrinya pada awal-awal dia berpuasa. Ternyata sang anak, marah pada Mamanya setelah dia tahu, dulu ketika dia belajar berpuasa. Menjelang berbuka karena dia merenggek terus minta makan dan minum, akhirnya Si Mama mengikuti keinginan anaknya. Katanya, “ kenapa waktu itu Mama tidak menahan, membujuk Aisyah untuk tidak makan dan minum. Mama tidak sayang sama Aisyah!” 

Nah, berangkat dari kisah teman tersebut, saya juga tidak mau membuat cerita puasa pertama Kak Nawra seperti itu. Ketika nanti dia bertanya dan mengingat saat dia belajar berpuasa untuk pertama kalinya. Saya ingin membantu membuat kisah yang indah untuk dia kenang dan ceritakan kepada anak cucunya, bagaimana dia sukses menjalankan ibadah puasa secara penuh untuk pertama kali di hari pertama berpuasa. Meskipun penuh dengan renggekan dan meronta minta makan dan minum, hihihi.

Terus tips dan trik kelima, selanjutnya yang perlu juga dilakukan adalah, menjauhkan makanan dan minuman dari pandangan si anak. Terutama pada jam-jam sibuk makan dan minum, seperti tengah hari. Hal ini dapat merangsang dan memicu anak untuk meminta makan atau minum. Bisa juga si anak langsung saja mengambil makanan dan minuman tersebut dan secara cepat memasukkan makanan dan minuman tersebut ke dalam mulutnya, jangan sampai gak ketahuan ya teman-teman.

Tips dan trik keenam, yang juga harus dilakukan adalah mensosialisasikan kepada anggota keluarga inti dan keluarga besar. Agar mereka juga membantu kelancaran dan mendukung si anak untuk berpuasa. Ada kejadian, si orang tua sudah mati-matian menjaga puasa anaknya. Eh, ketika si anak bermain ke rumah Neneknya, dan meronta minta makan dan minum karena kasian si nenek akhirnya mengizinkan si anak untuk makan dan minum. Kalo begini kejadiannya, bisa kacau kan, program belajar puasa si anak .

Tips dan triks ketujuh, yang juga penting dilakukan adalah mengajak anak salat Tarawih ke musholah atau masjid. Biasanya di sana , dia akan bertemu dengan teman-temannya. Mereka juga akan saling bercerita tentang kehebohan bagaimana mereka berpuasa, makanan apa yang dimakan  saat sahur dan buka puasa. Lalu, hadiah apa yang mereka dapatkan jika berpuasa penuh. Dengan dia berkumpul dan bercerita dengan teman-temannya, ini juga akan merangsang si anak untuk semangat berpuasa. Kebetulan Kak Nawra juga ada tugas agenda selama bulan Ramadhan, jadi hal ini juga memotivasi dia untuk melaksanakan amalan ibadah lainnya di bulan puasa. Alhamdulillah, salat Dhuha dan salat Wajib Lima Waktu tak ada yang bolong, bahkan hampir semuanya dilakukan secara berjama’ah. 

Oh, Iya tips dan trik dengan mengajak si anak membeli makanan buka puasa juga sangat memotivasi, namun perlu juga dikontrol karena terkadang si anak hanya lapar mata saja, ketika sudah berbuka puasa. Makanan tersebut tak sempat lagi dimakan karena kenyang. Oleh karena itu, berikan kesempatan kepada anak untuk memilih jenis makanan yang benar-benar dia inginkan, paling banyak tiga macam saja. Hal ini juga untuk mengajak dan mengajarkan anak-anak untuk berhemat dan menghindari perbuatan mubazir.  Membeli atau memasak makanan kesukaan si anak adalah salah satu cara yang jitu untuk mengajak si anak makan sahur dengan lahap. Bangunkan dan ajak si anak, makan sahur menjelang imsyak. Agar di siang hari ida tidak begitu terasa lapar dan mengantuk. Setelah sahur lalu ajaklah si anak, salat Shubuh. Setelah itu bisa tidur kembali sebentar sebelum berangkat ke sekolah.

Nah, itu adalah beberapa tips dan trik yang saya terapkan kepada anak saya Kak Nawra dalam menjalankan ibadah puasa yang pertama kali secara penuh di bulan Ramadhan 2013 ini. Selain tips dan trik tadi, tentu saja sebagai orang tua. Saya tak pernah lupa untuk berdo’a bagi Kak Nawra agar dia kuat, ikhlas dan paham akan hakikat makna berpuasa. Semoga puasanya sampai sebulan, barokah dan penuh taburan kebaikan bagi Kak Nawra dan kami sebagai orang tua. Aamiin. 

Sekarang Kak Nawra sedang menyiapkan dompet khusus untuk menyimpan uang, hadiah berpuasa dari Umminya lima ribu perhari, dari Abinya lima ribu perhari. Terus, ada saja hadiah dadakan dari Dodo Shela, Bunga Nanda, Mama, Ayah dan Bunda, Cik Sum dan lain sebagainya yang memang suka berbagi hadiah. Wah, kalau dihitung-hitung, banyak ni ,THR Kak Nawra nanti, hihihi. Hayoo, semangat Kak kumpulin duitnya, eh kumpulin pahala puasanya ^^


Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin