Menu

Rabu, 08 Mei 2013

/


Perpustakaan Nasional RI


Contoh Iluminasi
Daerah-daerah tempat menyimpan naskah: Sumatra di: Aceh, Batak, Minangkabau, Kerinci, Riau (termasuk Kep. Lingga dan Singkep), Siak, Palembang, Rejang, Bengkulu, Pasemah, dan Lampung; Kalimantan di: Sambas, Pontianak, Banjarmasin, dan Kutai; Jawa: Banten, Jakarta, Pasundan, Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, Brebes, Gresik, Madura, dan daerah pegunungan di Jawa Tengah dan Jawa Timur; Bali di: seluruh wilayah, karena sampai sekarang masih diproduksi; Sulawesi di: Bugis, Makasar, Buton, dan Kendari; NusaTenggara Barat di: Lombok, Sumbawa, Bima, dan Dompo; Wilayah Indonesia Timur di: Ternate dan Maluku.



Sedangkan naskah Nusantara, paling lengkap di Perpustakaan Nasional Jakarta, berjumlah 10.000 naskah, tertulis dalam bahasa Aceh, Bali, Batak, Bugis, Makasar , Jawa kuna, Jawa Tengahan, Jawa Baru, Madura, Melayu, Sunda, dan Ternate.Penghimpun naskah-naskah Nusantara adalah Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang didirikan KBG. (halaman 4.6), setelah Indonesia merdeka (1968) namanya diubah menjadi Museum Pusat Kebudayaan Indonesia dan tahun 1975 menjadi Museum Nasional. Naskah Nusantara disimpan selain di perpustakaan Nasional, juga disimpan di berbagai tempat atau daerah. 



Naskah Nusantara ditulis dalam berbagai bahasa daerah, misalnya bahasa Aceh, Batak Toba dan lain-lain. Misalnya di Kerinci naskah ditulis dengan bahasa daerah Rencong, namun berbeda dengan bahasa rencong yang digunakan di Rejang dan Melayu Tengah. Di Rejang digunakan  huruf Ka-Ga-Ng

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin