Menu

Selasa, 07 Mei 2013

/


Ilustrasi pada Naskah perang Bratayuda
http://wayanggaul.blogspot.com
   Filologi di Kawasan India

Bangsa India adalah bangsa yang telah berkomunikasi dengan Raja Iskandar Zulkarnain dari Yunani yang telah mengadakan perjalanan ke India abad ke-3 SM. Ini dibuktikan kebudayaan Gandhara dipengaruhi kebudayaan Yunani. Kebudayaan Gandara sebagai perpaduan antara kebudayaan Yunani, Hindu, Budha, dan Jaina. Kebudayaan Gandhara mencapai puncaknya pada zaman Raja Kaniska Kusana 78—100 M. Filsafat Yunani diduga telah mempengaruhi filsafat India, yaitu pada Nyana dan Waisesika. Doktrin Aristotelles mempengaruhi silogisme India. Teori atom Empedocles berpengaruh terhadap hukum atom di India. 

Sejak abad ke-1 mulai terjadi kontak langsung antara India dan bangsa Cina. Tiga orang musafir Cina: Fahian, Hiuen-Tsing, I-tsing telah berkunjung ke India. Kontak India dan Persia ditengarai dengan masuknya Pancatantra, Sukasaptati ke kesusastraan Persia dengan judul Tutinameh. Musyafir Arab-Persi 1030 bernama Alberuni berkunjung ke India untuk mempelajari filsafat, sastra, tatabahasa, kedokteran.

1.   Naskah-naskah India











Naskah India paling tua adalah Weda, yang terdiri atas 4 bagian, yaitu Rigweda, Samaweda, Yajurweda, dan Atarwaweda. Kita Weda ditulis pada abad ke-6 S.M. Sesudah Weda ditulis pula kitab suci Brahmana: kitab Arnyaka berisi petunjuk bagi petapa di hutan-hutan dan Upanisad berisi masalah filsafat yang memikirkan rahasia dunia. Selain itu ada cerita pahlawan: Mahabarata dan Ramayana, juga ditemukan karya berbentuk puisi, seperti Harsacarita, berbentuk fabel: Pancatantra, Sukasaptati, dan Hitopadesa.

2.      Telaah filologi terhadap Naskah-naskah India

Orang Barat Vasco da Gama tahun 1498 adalah orang pertama ke India. Dengan telaah filologi menemukan adanya bahasa-bahasa daerah India, misalnya bahasa Gujarati dan bahasa Bangali sebelum abad 19. Awal abad ke-19 menemukan bahasa sanskerta dan akhir abad ke-19 ditemukan Weda. Hasil Kajian filologi tersebut dipublikasikan orang Belanda bernama Abraham Roger dengan judul Open Door to Hidden Heathendom (1651). Terbit pula karangan dua orang Perancis Bernier (1671) dan Tafenier berisi tentang geografi, politik, adat-istiadat dan kepercayaan bangsa India. Tatabahasa Sanskerta dalam bahasa latin, mula-mula disusun oleh Hanxleden seorang pendeta berbangsa Jerman, kemudian diterbitkan oleh di Roma 1790 oleh Fra Paolo Bartolomo seorang penginjil berbangsa Austria.

Henry Thomas Colebrooke sebagai orang pertama yang meletakkan dasar-dasar filologi India. Pada awal abad ke-19 Alexander Hamilton (Inggris), Wilhelm von Schlegel, dan Friedrich Schlegel (Jerman) menulis buku On the Language and Wisdom of the India adalah orang yang memajukan studi naskah Sansekerta di Eropa. 

Pada abad ke-17 kitab Upanisad diterjemahkan ke dalam bahasa Persi. Tahun 1801-1802 hasil terjemahan tersebut diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Latin oleh orang Prancis Anquetil Dupperon dengan judul Oupnek’hat. Buku ini mempengaruhi filsof Jerman: Schelling dan Schopenhauer.

Dengan telah dilakukannya studi terhadap Weda dan Kitab-kitab agama Buda lainnya, perkembangan filologi dari segi materi dianggap lengkap pada pertengan abad ke-19.  Misalnya, tahun 1876 Albrecht Weber menulis  History of Indian Literature, Filolog Jerman  Rudolf Roth dan Bohtlingk menyusun kamus bahasa sanskerta dalam 7 jilid.

Pada tahun 1819 Wilhelm von Schlegel menyusun daftar naskah Sanskerta baik yang belum disunting maupun yang telah disunting dan yang telah diterjemahkan

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin