Menu

Selasa, 07 Mei 2013

/



Alfabet Funisia
http://bumibagus.wordpress.com
 1) Filologi di Iskandariah

Filologi dilakukan oleh bangsa Yunani abad ke-3 SM. Bangsa Yunani mampu membaca abad ke-8 S.M., naskah Yunani kuno ditulis dengan huruf Funisia (asal huruf Yunani Kuno) pada daun papirus. Pengguna istilah filologi di Yunani adalah Erastosthenes. Penyalinan dengan tulis tangan menimbulkan kerusakan pada bacaan, hal ini disebabkan

1) Penyalin bukan ahli dalam bidang ilmu yang terekam dalam teks tersebut, 

2) Ketidaksengajaan, 

3) keteledoran penyalin. Teks-teks yang dijadikan bahan kajian karya: Homerus, Plato, Menander, Hippocrates, Socrates, Herodotus, dan Aristoteles. Setelah Iskandariah jatuh ke bangsa Romawi, kegiatan filologi berpindah ke Eropa Selatan dan berpusat di Roma dengan kelompok mazhab Iskandariah

1)      Filologi di Romawi Barat dan Timur. 

 Di Romawi Barat, filologi diarahkan pada penggarapan naskah dalam bahasa Latin sejak abad ke-3 SM. Naskah yang dikaji karya: Cicero dan Varro. Ini Mengikuti mazhab Iskandariah. Abad ke-4  teks sudah ditulis dalam bentuk buku disebut codex dengan menggunakan bahan kulit binatang, terutama kulit domba dikenal dengan perkamen (perkament-bhs. Belanda). Pusat Studi teks Yunani di Antioch, Athena, Iskandariah, Beirut, Konstantinupel, dan Gaza. Beirut pusat studi filsafat Aristotelles dan Beirut menjadi pusat ilmu hukum. Pada periode ini muncul tradisi menulis tafsir isi naskah di tepi halaman disebut scholia, ini dipopulerkan Procopirus di Gaza.

2)      Filologi pada zaman Renaisance. 

 Renaisance diartikan sebagai perubahan dalam lapangan sejarah kebudayaan mengenai tanggapan hidup serta peralihan dari zaman pertengahan ke zaman baru. Renaisance mulai berkembang di Italia abad ke-13 menyebar dan berakhir abad ke-16. Dalam arti luas, renaisance adalah suatu zaman yang rakyatnya cenderung berpedoman pada dunia Yunani klasik atau aliran humanisme. Humanisme berasal dari kata humaniora (bhs. Yunani) atau umanista (bhs. Latin) berarti ‘Guru yang mengelola tatabahasa, retorika, puisi, dan filsafat’. Dengan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg dari Jerman abad ke-15, filologi mengalami perkembangan baru. Penyalinan tidak lagi ditulis tangan tetapi dengan mesin cetak dalam jumlah banyak dan lebih mudah. Untuk kajian Beibel diperlukan bahasa Ibrani dan Arab. Pada abad 19, linguistik memisahkan diri dari filologi menjdi ilmu berdiri sendiri.

Filologi di Kawasan Timur Tengah

Sejak abad ke -4 beberapa kota di Timur Tengah memiliki perguruan Tinggi dan menjadi pusat studi berbagai ilmu yang berasal dari Yunani. Gaza sebagai pusat ilmu oratori, Beirut bidang hukum, Edessa bidang kebudayaan Yunani. Di Persia didukung oleh Kaisar Anusyirwan dengan akademi Jundhi Syapur sebagai pusat studi filsafat dan ilmu kedokteran. Teks-teks Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Siria, dari Siria diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kota Harra di Mesopotania pusat studi naskah Yunani yang didukung bangsa Sabean. Studi teks makin berkembang didukung dinasti Abasiah, yaitu Khalifah Mansur (754—775), Harun Al Rasyid, dan Khalifah Makmun (puncak studi teks).

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin