Menu

Rabu, 01 Mei 2013

/



Hari ini adalah pertama kali Nawra bersekolah di SDIT Rabbani. Padahal malam tadi kami baru saja sampai di rumah dari Jakarta melalui jalan darat. Capai luar biasa, sehingga bangun pagi saja tadi hampir jam enam. Langsung mandi dan berpakaian seragam TK yang lama, sambil sesekali ªķΰ suapin makan pagi dengan lauk ikan bakar kesukaannya. Wajib makan pagi di rumah ini. Tak sengaja Abi mengecek kembali sms dari pihak sekolah, sambil sedikit berteriak, " aduh dek, harus bawa balon gas ni,gimana ini!" Sang Abi panik... Sambil menyelesaikan suapan tergesa_gesa, ªķΰ memandu Nawra untuk segera memakai jaket sepatu. "Udah di pasar pagi KZ Abidin 2 biasanya ada pakde yang jualan di sana..." Semua segera bergegas, jam terus berdenyit. Pas jam tujuh kami meninggalkan rumah. Hanya sisa 15 menit lagi untuk sampai di sekolah. 



Jalanan macet, rame semua meras ingin segera sampai. Tak luput itu termasuk kami. Pak polisi di persimpangan terlihat begitu sibuk mengatur kami yang terburu_buru. Alhamdulillah, balonnya ada Nawra memilih warna ungu. Setelah melewati dua kali lampu merah. Sampai kami di sekolahan. SDIT Rabbani Tanah Patah. Manusia berjubel yang semuanya sama yaitu memegang satu balon gas. Nawra bergegas mencari teman untuk diajak berbaris karna bukan saja dia yang terlambat di belakangnya juga menyusul yang lain. Setelah menemukan rombongan kelas satu, Nawra tersenyum sembari mengangkat jempol dan tersenyum geli bin malu. Proses pelepasan balon memang sepertinya yang paling ditunggu anak_anak. Mereka sudah tak sabar, malah tak sedkit balon Ɣαƞƍ sudah terlepas duluan dari tangan anak_anak. Tak berapa lama, dipandu ustad Yudi, balonpun terlepas dengan seksama. Langit sekolah seolah berubah menjadi balon. Seru dan rusuh ala anak_anak. Nawra memasuki rombongan kelas Al Qomar bersama 19 temannya yang lain. Di dampingi dua orang guru pendamping yang terlihat terpaksa sabar dan sabar. Anak_anak paling gak bisa ya, tapi insyallah bisa asal diarahkan dengan benar. 



Kami bermaksud hendak meninggalkan Nawra, diapun sepakat untuk ditinggal. Tapi ªķΰ pikir ini adalah hari pertama dia di sekolah, kulihat semua orang tua hadir menemani anaknya di sini. ªķΰ malah kuatir ini tidak berefek bagus nantinya. Kuputuskan mengantar dia ke dalam kelas. Tepat jam sembilan, kami berpamitan dengan Nawra, diapun setuju dan lantas berkata “terima kasih sudah temani Wa, nanti jemput ya Mi, Bi“
Kami tersenyum menyakinkan dia, hmmm semoga awal yang indah ya dek 



Selama menunggu jam dua belas untuk menjemput, ªķΰ berusaha untuk menyakinkan bahwa, Nawra akan baik_baik saja dan bisa mengikuti kegiatan di sekolahnya dengan baik...
Pas pulang, " apa cerita sekolahnya dek?"
Nawra menggeleng, " belum ada tantangan, mungkin besok lebih seru ya Mi" jelas Nawra sambil berlari... ªķΰ cuma tercenung..


Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin