Menu

Senin, 29 April 2013

/


Alhamdulillah, meski nulisnya dadakan  karena baru ingat detlen terbitnya. Akhirnya tulisan cerita anak (cernak)  yang saya tulis hanya satu jam dan swasunting sendiri dibantu oleh suami, layak muat pada hari Ahad, 28 April 2013. di harian Rakyat Bengkulu (RB) . Rakyat Bengkulu merupakan koran terbesar di Bengkulu yang merupakan bagian dari grup Jawa Pos. Jadilah cerita anak yang berjudul Keasyikan Mandi Di Pantai ini diterbitkan.Tulisan ini, hanya sekitar 650 karakter. Diceritakan dalam bahasa yang lugas dan sederhana, khas bahasa anak-anak. maih dalam tahab belajar menulis juga terutama cerita bacaan anak.

Ide ceritanya adalah seorang anak yang ingin mandi di pantai, namun karena tidak mendengarkan nasihat Ibunya untuk makan dan tidur siang sebelum berangkat ke pantai, akhirnya masuk angin dan perutnya sakit. Sehingga tidak bisa menikmati waktu bermain dan mandi di pantai dengan baik. Ada pesan moral yang ingin saya sampaikan kepada anak-anak yang membaca tulisan ini yaitu, mempersiapkan kondisi fisik ketika hendak mandi di pantai.

Setting cerita ini adalah salah satu pantai yang ada di Bengkulu yaitu, pantai Jakat yang memang sangat ramai dikunjungi dan dijadikan tempat oleh orang-orang untuk mandi, karena ombak dan airnya sangat bersahabat.
Apalagi juga tersedia tempat penyewaan ban, banana boat dan rumahrumahan temapt beristirahat. Juga disediakan kamar mandi untuk bilas setelah mandi di pantai. Jaraknya yang sangat dekat dengan kota, membuat pantai Jakat ini sangat ramai dikunjungi orang , terutama pada hari libur.


berikut ini adalah petikan secara lengkap tulisannya cerita anak saya tersebut :)



Keasyikan Mandi Di Pantai Jakat
Milda ini

“Bu, boleh tidak besok kita mandi ke pantai?” tanya Aura sepulang sekolah
Ibu tersenyum, sambil mengangguk setuju.
“ Asik! Jam berapa kita berangkat besok Bu, pagi atau sore?” tanya Aura lagi
“ Sore aja ya! Tapi dengan syarat kamu sudah tidur siang dan makan yang banyak sebelumnya , biar badan gak capek dan gak masuk angin” Jelas ibu sambil mengusap-usap rambut Aura.
“Sip Bu” jawab Aura sambil menyodorkan jempolnya.
--- 0000 ---
Keesokkan harinya, seperti biasa Aura asyik menonton film anak-anak di televisi. Remote televisi selalu dipegang Aura. Habis satu film disalah satu channel Televisi langsung Aura mencari film lagi  di stasiun televisi yang lain. Dari jam tujuh sampai jam sepuluh pagi. Aura asyik saja menonton film. Sarapan yang telah disiapkan ibu tidak dihabiskannya. Susu juga hanya diminum setengah gelas. Film yang seru di televisi membuat Aura lupa untuk makan dan minum.
“Aura, jangan lupa habiskan sarapannya!” suara ibu mengingatkan.
“ Iya Bu, ini juga sedang makan. Sedikit lagi makanannya habis” jawab Aura
Tak berapa lama datang Ana, mengajak Aura untuk bermain Sepeda. Tanpa pikir panjang Aura langsung mengeluarkan sepedanya. Aura meninggalkan televisi dalam keadaan hidup dan makanan sarapannya begitu saja.
“ Aura, mau kemana?” tanya Ibu dari dapur
“ Main sepeda Bu, bersama Ana” jawab Aura
“Jangan lama-lama ya, nanti sore katanya mau mandi ke pantai “ ucap ibu
“ Iya Bu, sebentar saja lagi pula cuma keliling di sekitar rumah kita saja” jelas Aura.
Ibu akhirnya mematikan televisi dan membereskan sarapan Aura yang masih tersisa setengah piring lagi. Menyimpannya di lemari makanan. Mendekati adzan Zuhur Aura pulang dengan keringat yang bercucuran di badannya. Bajunya menjadi basah dengan keringat. Setelah meletakkan sepeda,  Aura langsung mandi dan salat. Akhirnya karena kecapekkan Aura tertidur. Aura terbangun ketika terdengar suara adzan salat Asar. Bergegas dia salat. Lalu menyiapkan diri.
“Bu, Aura sudah siap, yuk kita berangkat ke pantai” kata Aura sambil membawa tas berisi perlengkapan mandi dan baju ganti.  
“ Iya, tunggu di luar ya. Ibu mau menyiapkan minum dulu!”
Kami pergi ke pantai Jakat hanya berdua saja, kebetulan ayah sedang pergi ke luar kota karena ada urusan  kantor. Suasana pantai jakat di hari minggu terutama pada sore hari sangatlah ramai. Banyak sekali orang mandi di pantai. Apalagi anak-anaknya sangat senang sekali mandi di pantai. Ombaknya yang tenang dan bersih membuat orang tua tidak cemas melepaskan anak-anaknya untuk mandi. Selain mandi . Anak-anak juga suka bermain pasir. Ada yang membuat istana, rumah-rumahan, kolam atau apa saja yang mereka sukai dengan menggunakan pasir. Di sebelah sana ada juga tempat penyewaan banana boat. Itu adalah alat serupa perahu karet yang berbentuk pisang. Kita bisa berkeliling pantai dengan banana boat.  Setelah satu jam mandi di pantai, tiba-tiba perut Aura terasa sakit. Rasanya seperti melilit-lilit. Aura merintih kesakitan. Ibu segera mendatangi Aura dan mengajaknya ke tepian pantai.

“Ada apa Aura? Sakit perut ya?” tanya Ibu
“Aduh Bu, sakit sekali. Rasanya seperti ditusuk-tusuk duri” jelas Aura
Ibu menggeleng, tampak wajah ibu sangat cemas.
“ Kamu masuk angin kayaknya” kata Ibu
“ Mungkin Bu, Aura tidak tau. Sakitnya tiba-tiba saja”
“ Kamu tadi gak makan siang kan. Langsung tidur saja sepulang bermain sepeda. Sarapan pagi juga tidak dihabiskan” ucap Ibu
“ Iya Bu, Aura salah tidak mendengarkan nasihat ibu. Aura janji tidak akan melakukan hal ini lagi” ucap Aura penuh rasa bersalah.
“ Ya sudah,  oleskan dulu minyak kayu putih ini di perut Aura ya. Setelah ini kita  pulang. Aura harus makan  dan  istirahat dulu” jelas ibu sambil memeluk Aura.
Akibat lupa makan, membuat perut Aura kembung dan masuk angin.  Aura sangat menyesal tidak mengikuti nasihat ibu sehingga waktu dia bermain dan mandi di pantai hanya sebentar saja.
                                     

Mohon keritik dan masukannya ya teman-teman, untuk perbaikan di masa yang akan datang , salam ^^

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin