Menu

Selasa, 30 April 2013

/
Aku Rindu Kamu, Ayah

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah
Keringat mengurcur deras
Namun engkau tetap tabah
Meski napasmu kadang tersenggal
Memikul beban yang kian masih sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini,
Keriput tulang pipimu gambaran perjaungan,
Bahumu yangg dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

AYAH, dalam hening sepi kurindu
Untuk, menuai padi milik kita
Tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban.
#Epiosde ini, aku persembahkan buat ayahku tercinta yang hanya sebentar hadir dalam hidupku. Ya , hanya sampai aku kelas lima SD. Lalu ayah meninggalkanku. Peluk cium dan do'a indahku buat Ayahanda Almarhum Muhammad Ta'ah.
 

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin